Kodim 0621 Kabupaten Bogor Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat


Kodim 0621 Kabupaten Bogor Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

ReformasiRI.com, Bogor  – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat, Kodim 0621/Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial, Selasa (03/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Sudirman, Cibinong, Kabupaten Bogor, tersebut dipimpin Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Dony Romansyah, S.Sos., M.Han., dengan mengangkat tema 

Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 0621/Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat guna mengantisipasi potensi konflik sosial yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban wilayah.

Melalui Binkom tersebut, masyarakat diajak untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Kesadaran untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

Libatkan Seluruh Komponen Masyarakat

Pencegahan konflik sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pemerintahan memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan dan menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

Komunikasi yang terbuka antara aparat kewilayahan dan masyarakat juga diperlukan untuk mengenali sejak dini persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan. Dengan demikian, setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan yang mengedepankan kepentingan bersama.

TNI tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Persatuan

Di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat, masyarakat juga diharapkan semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Penyebaran kabar bohong, informasi yang belum terverifikasi, maupun provokasi dapat memicu kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara cermat.

Karena itu, sikap toleransi, saling menghormati perbedaan, serta memperkuat semangat gotong royong perlu terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Kabupaten Bogor dengan keberagaman masyarakatnya membutuhkan komitmen bersama untuk memelihara keamanan dan keharmonisan sosial. Pencegahan konflik bukan semata-mata tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial ini, Kodim 0621/Kabupaten Bogor diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, sehingga potensi konflik dapat diantisipasi sejak dini dan situasi wilayah tetap aman serta kondusif.

(red)

Share:

APEL PAGI POLSEK SANGA DESA, IPDA ELYAS PIKAL TEKANKAN DISIPLIN ANGGOTA DAN KOMITMEN BERANTAS ILLEGAL DRILLING

MUBA – Personel Polsek Sanga Desa melaksanakan kegiatan apel pagi sebagai bentuk kedisiplinan dan kesiapan dalam menjalankan tugas kepolisian, Rabu (4/11/2026).
Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Intelkam Polsek Sanga Desa, IPDA Elyas Pikal, S.H., M.Si. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa apel pagi merupakan kewajiban setiap anggota Polri sekaligus menjadi sarana pimpinan untuk menyampaikan informasi, evaluasi, serta arahan penting terkait pelaksanaan tugas.

Dalam kesempatan tersebut, IPDA Elyas Pikal menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme anggota. Ia mengingatkan agar seluruh personel Polsek Sanga Desa tidak terlibat dalam praktik illegal refinery maupun illegal drilling, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, seluruh anggota juga diingatkan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna maupun pihak yang memberikan perlindungan atau membekingi peredaran narkotika.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perintah pimpinan. Setiap personel yang diperintahkan mengikuti apel wajib melaksanakannya. Apabila harus meninggalkan Mapolsek dan tidak dapat mengikuti apel, anggota diwajibkan meminta izin kepada Kapolsek serta memberitahukan kepada Panit Propam.

Terkait agenda pelayanan dan kegiatan kepolisian, disampaikan bahwa pada pukul 09.00 WIB akan dilaksanakan rapat di Kantor Camat untuk membahas perbaikan jembatan lengkung di kawasan PT SAE. Selanjutnya, pukul 11.00 WIB dijadwalkan kegiatan mediasi sengketa lahan di PT Lonsum.

Dalam arahannya, IPDA Elyas Pikal juga mengingatkan personel agar konsisten menjalankan program prioritas Kapolri, di antaranya kegiatan Strong Point setiap hari Senin untuk pengaturan lalu lintas, penanaman pohon melalui program Green Policing, Jumat Keliling dengan melaksanakan salat Jumat di masjid secara bergiliran, serta Sabtu Subuh Keliling yang dilaksanakan oleh petugas piket Pawas.

Tidak kalah penting, seluruh personel diminta menjaga kesehatan agar tetap prima dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Menutup arahannya, ia menginstruksikan agar perangkat komunikasi HT Hytera selalu dalam keadaan aktif. Personel juga diminta menyampaikan laporan situasi secara berkala kepada Command Center Polda guna memastikan perkembangan situasi wilayah tetap terpantau.

Melalui kegiatan apel pagi ini, diharapkan seluruh personel Polsek Sanga Desa semakin meningkatkan kedisiplinan, menjaga soliditas, serta mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (rilis) 
Share:

Coffee Morning Polres Banyuasin dan Media: Kapolres Buka Ruang Kritik, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Coffee Morning Polres Banyuasin dan Media: Kapolres Buka Ruang Kritik, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba


Kapolres AKBP Risnan Aldino Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi, Sejumlah Masukan Disampaikan Terkait Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Masyarakat

ReformasiRI.com, Banyuasin – Kemitraan antara kepolisian dan insan pers tidak cukup dibangun melalui pertemuan formal, tetapi membutuhkan komunikasi terbuka, ruang dialog, serta kesediaan menerima kritik demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan coffee morning yang digelar Polres Banyuasin bersama mitra media di Aula Sanika Satya Wada Polres Banyuasin, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., jajaran pejabat utama Polres Banyuasin, Ketua PWI Banyuasin Wardoyo, Ketua IWO Banyuasin Deni Irawan, serta puluhan wartawan dari berbagai platform media.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyampaikan masukan mengenai keterbukaan informasi, penanganan perkara, dan peningkatan pelayanan kepolisian.

Dalam sambutannya, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan insan pers. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengenai program kepolisian dan upaya menjaga keamanan serta ketertiban.

Kapolres juga mengajak wartawan untuk bersinergi dalam mendukung program Polri yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya upaya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Banyuasin.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian yang memerlukan penanganan segera.

Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh respons kepolisian sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Wartawan Sampaikan Masukan, dari Informasi Perkara hingga Perlindungan Jurnalis

Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika sejumlah awak media menyampaikan masukan secara langsung kepada jajaran Polres Banyuasin.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi kecepatan penyampaian informasi penanganan perkara, keterbukaan informasi terkait pengungkapan kasus narkoba, profesionalisme pelayanan laporan masyarakat, hingga perlindungan terhadap wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam dialog antara kepolisian dan media. Sebab, hubungan kemitraan yang sehat tidak hanya ditandai dengan komunikasi yang terjalin baik, tetapi juga dengan adanya ruang untuk menyampaikan persoalan dan mencari solusi bersama.

Menanggapi berbagai masukan itu, Kapolres Banyuasin menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem penyampaian informasi agar data yang diberikan kepada media semakin akurat.

Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan pelanggaran maupun dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus narkoba akan ditindaklanjuti secara serius.

Sementara terkait kepastian penanganan laporan masyarakat, warga diarahkan untuk mengikuti prosedur pelaporan resmi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Dialog tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

PWI dan IWO Dorong Kemitraan yang Profesional
Ketua PWI Banyuasin Wardoyo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Banyuasin yang membuka ruang pertemuan dan dialog bersama insan pers.

Ia menegaskan komitmen wartawan untuk terus menjalankan tugas jurnalistik dengan mengedepankan prinsip objektivitas, keberimbangan, serta pemberitaan yang edukatif bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan media perlu dibangun di atas profesionalisme serta saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing.

Hal senada disampaikan Ketua IWO Banyuasin Deni Irawan. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara organisasi wartawan dengan jajaran Polres Banyuasin dapat semakin kuat ke depannya.

Ia juga mendorong agar kemitraan tersebut dapat mendukung penyebarluasan informasi yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Polres Banyuasin Tegaskan Komitmen Evaluasi dan Keterbukaan Informasi

Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Fisol, mewakili Kapolres AKBP Risnan Aldino, mengatakan kegiatan coffee morning merupakan salah satu upaya membangun komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan insan pers.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap komunikasi dan koordinasi dengan rekan-rekan media semakin baik, khususnya dalam penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Kami juga terbuka terhadap saran dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” ujar IPTU Fisol.

Ia menambahkan, Polres Banyuasin mengajak insan pers untuk terus bersinergi dalam mengampanyekan pemberantasan narkoba demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar bersama oleh para wartawan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB tersebut berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui pertemuan ini, komunikasi antara Polres Banyuasin dan insan pers diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Masukan yang disampaikan para wartawan menjadi bagian dari catatan bersama untuk mendorong keterbukaan informasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Banyuasin.
(red)
Share:

Do'a Untuk Kapolda, Wakapolda Beserta Jajarannya Agar Selalu Sehat dan Tetap Berada Dihati Masyarakat Sumsel

Palembang _ Ratusan masyarakat Sumatera Selatan diantaranya terdiri dari Angkatan Muda Arifin Kalender (AMRIK), Ikatan Remaja Jayalaksana (IRJ) Kota Palembang 
( IRJ), Pengajian Al-Hidayah, Pengajian Istiqomah, Organisasi 10 Pemuda, Lembaga Pemantau Pemerintah (LPP), Masyarakat Miskin Kota (MMK) dan Masyarakat Anti korupsi (MAK) mendatangi Polda Sumsel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, KM. 3,5 Kecamatan Kemuning, Pahlawan. 
Maksud dan kedatangannya, ratusan masyarakat Sumsel tersebut untuk memberikan apresiasi dan mendoakan agar Kapolda, Wakapolda beserta Jajarannya tetap sehat dan selalu berada di hati masyarakat Sumsel.

"Kami mendoakan Kapolda, Wakapolda beserta Jajarannya agar selalu sehat dan tetap ada di hati kami masyarakat Sumsel," ujar Arifin Kalender, Senin (19/10/2026). 

Arifin menjelaskan, institusi kepolisian khususnya Polda Sumsel memiliki tugas besar dalam menjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. 

Berbagai persoalan ditengah masyarakat yang diselimuti oleh kejahatan kriminal, peredaran narkoba, konflik sosial dan sebagainya merupakan tantangan bagi anggota kepolisian untuk ektra hati-hati dalam menjalankan tugas. 
"Polisi juga manusia biasa,! tapi tanggung jawab mereka sangat luar biasa," tegas Arifin. 

Masyarakat Sumatera Selatan memberikan apresiasi terhadap pihak kepolisian atas kedekatannya dengan warga, terutama dalam tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Hal ini senada dengan apa yang di ucapkan oleh Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yaitu "Polisi Bersama Masyarakat".

Namun menurut Arifin, untuk menjadi yang lebih baik lagi, institusi kepolisian harus siap dikritik oleh masyarakat agar kedepannya bisa menjadi institusi yang benar-benar dapat tanggungjawab sesuai dengan Pedoman Kerja Polri (Catur Prasetya).

"Tugas polisi itu sangat berat dan penuh resiko, maka dari itu dalam menjalankan tugas seorang polisi harus memiliki jiwa raga yang sehat dan selalu di iringi do'a kepada yang maha kuasa," pungkasnya. (IR) 
Share:

Ketua DPRD Banyuasin Terima Audiensi Muhammadiyah, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Pembangunan

Ketua DPRD Banyuasin Terima Audiensi Muhammadiyah, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Pembangunan

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Abdul Rais, S.M., menerima audiensi jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuasin, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara lembaga legislatif dan organisasi kemasyarakatan.

Audiensi ini membuka ruang dialog untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta menjajaki peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Banyuasin.

Dalam pembangunan daerah, peran pemerintah dan DPRD tidak terlepas dari dukungan serta partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu bagian penting dalam menyerap aspirasi, bertukar gagasan, dan memahami kebutuhan masyarakat.

Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki aktivitas di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat dinilai memiliki ruang kontribusi dalam mendukung berbagai upaya pembangunan daerah.

DPRD Buka Ruang Aspirasi dan Dialog

Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD Kabupaten Banyuasin menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut membutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat agar pelaksanaan tugas kelembagaan tetap memperhatikan aspirasi dan kepentingan publik.

Audiensi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah menjadi salah satu bentuk komunikasi kelembagaan yang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui hubungan yang terbuka, berbagai pandangan mengenai persoalan sosial, pendidikan, keagamaan, maupun potensi pembangunan daerah dapat disampaikan dan menjadi bahan pertukaran pemikiran.

Perkuat Kemitraan untuk Kemajuan Daerah

Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais menerima kehadiran jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara DPRD dan elemen masyarakat.

Komunikasi serta koordinasi yang terjalin diharapkan dapat membangun kemitraan yang konstruktif, dengan tetap menghormati tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Sinergi antara lembaga legislatif dan organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas demi mendukung kemajuan Kabupaten Banyuasin.

(red)
Share:

Charma Afrianto, SE : Usut Tuntas Kericuhan di Polda Sumsel, Jangan Biarkan Premanisme Merusak Demokrasi

PALEMBANG — Ketua Umum DPP Gerakan Cinta Rakyat (GENCAR), Charma Afrianto, SE, mendesak kepolisian mengusut tuntas kericuhan yang terjadi saat aksi mahasiswa Cipayung Plus di depan Polda Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). Peristiwa yang berlangsung di tengah penyampaian aspirasi terkait karhutla dan kabut asap itu harus menjadi perhatian serius, terutama menyangkut dugaan kekerasan terhadap mahasiswa dan wartawan.
“Polisi harus mengusut tuntas kejadian ini. Jika ditemukan tindakan premanisme, intimidasi, maupun kekerasan, siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Jangan sampai praktik semacam ini merusak iklim demokrasi dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” tegas Charma.

Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, sementara wartawan berhak menjalankan tugas jurnalistik tanpa intimidasi. Persoalan karhutla dan kabut asap yang menjadi latar belakang aksi juga membutuhkan perhatian serius dan respons nyata dari pihak terkait.

Charma menegaskan, ketegasan aparat diperlukan untuk memastikan ruang demokrasi tetap aman dan supremasi hukum berjalan tanpa pandang bulu.

“Jangan biarkan premanisme mendapat ruang di Sumatera Selatan. Perbedaan pendapat harus disikapi secara dewasa, bukan dengan kekerasan. Polisi harus hadir memberikan perlindungan, mengungkap pihak yang bertanggung jawab, dan memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

DPP GENCAR mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan profesional. Menurut Charma, menjaga kondusivitas daerah tidak cukup dengan meredam kericuhan, tetapi juga harus memastikan penyebab kejadian terungkap dan setiap pelanggaran hukum ditindaklanjuti.

“Sumsel membutuhkan keamanan, keadilan, dan demokrasi yang sehat. Ketiganya hanya bisa dijaga jika hukum ditegakkan secara konsisten dan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi intimidasi,” tutup Charma Afrianto, SE. (IR/Rilis) 
Share:

Potongan Minyak Disebut Capai 7 Drum, Pembayaran Dikeluhkan Molor hingga Sebulan: Petro Muba dan Koperasi Diminta Buka Suara


Potongan Minyak Disebut Capai 7 Drum, Pembayaran Dikeluhkan Molor hingga Sebulan: Petro Muba dan Koperasi Diminta Buka Suara

ReformasiRI.com, Musi Banyuasin – Mekanisme transaksi minyak masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah muncul keluhan mengenai harga pembelian, dugaan pemotongan hasil minyak hingga 3–7 drum, serta keterlambatan pembayaran yang disebut mencapai satu bulan.

Berdasarkan informasi awal yang diterima redaksi, harga pembelian minyak disebut berkisar Rp800.000 hingga Rp900.000 per drum. Namun, sejumlah persoalan terkait mekanisme transaksi melalui koperasi masih membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi perhitungan hasil minyak, dasar pemotongan, kelengkapan dokumen transaksi, serta kepastian pembayaran kepada masyarakat.

Dugaan Potongan 3–7 Drum Perlu Penjelasan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai dugaan pemotongan hasil minyak sebanyak 3–7 drum, di luar potongan kadar air yang disebut turut memengaruhi jumlah pembayaran.

Jika informasi tersebut benar, masyarakat perlu memperoleh penjelasan mengenai dasar perhitungan potongan tersebut.

Apakah pemotongan dilakukan berdasarkan hasil pengukuran, standar kualitas minyak, biaya operasional, atau ketentuan lain yang telah disepakati?

Selain itu, perlu diperjelas siapa yang melakukan pengukuran dan bagaimana hasilnya dicatat agar dapat diperiksa oleh pihak yang melakukan transaksi.

Keterbukaan mengenai volume minyak yang diserahkan, jumlah potongan, harga pembelian, dan nilai pembayaran menjadi penting untuk menghindari kesalahpahaman maupun sengketa di kemudian hari.

Pembayaran Disebut Molor hingga Satu Bulan

Selain persoalan potongan, redaksi juga menerima informasi mengenai keluhan keterlambatan pembayaran.

Pembayaran yang disebut diharapkan berlangsung dalam waktu tiga hari dikeluhkan belum diterima oleh sebagian warga setelah 15 hari, bahkan hingga satu bulan.

Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi melalui bukti transaksi, perjanjian pembayaran, dan keterangan langsung dari masyarakat yang mengalami keterlambatan.

Pengurus koperasi perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembayaran, penyebab keterlambatan apabila terjadi, serta pihak yang bertanggung jawab memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan.

Kepastian pembayaran merupakan hal penting dalam transaksi ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap keluhan perlu ditindaklanjuti secara terbuka dan proporsional berdasarkan bukti yang tersedia.

Nota Pasar Tanpa Stempel Menjadi Sorotan

Persoalan administrasi juga muncul setelah adanya informasi mengenai penggunaan nota pasar tanpa stempel resmi koperasi dalam transaksi minyak.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelengkapan dokumen yang digunakan sebagai bukti serah terima.

Apakah nota tersebut diakui oleh koperasi? Apakah terdapat dokumen pendukung yang mencantumkan identitas pihak yang bertransaksi, volume minyak, harga, jumlah potongan, dan jadwal pembayaran?

Penggunaan nota tanpa stempel tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, kelengkapan administrasi dan keterlacakan transaksi tetap perlu dipastikan untuk melindungi kepentingan semua pihak.

Petro Muba Diminta Memberikan Klarifikasi

Perhatian turut mengarah kepada Petro Muba yang disebut dalam informasi awal mengenai mekanisme transaksi tersebut.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen atau konfirmasi resmi yang memastikan bentuk hubungan kerja sama, kewenangan, maupun tanggung jawab Petro Muba terhadap koperasi yang dimaksud.

Oleh karena itu, Petro Muba perlu diberi kesempatan untuk menjelaskan apakah terdapat hubungan kontraktual atau operasional dengan koperasi tersebut.

Apabila kerja sama memang ada, masyarakat perlu memperoleh kejelasan mengenai pembagian kewenangan, mekanisme penetapan harga, dasar pemotongan, proses penerimaan minyak, dan pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran.

Klarifikasi tersebut diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang merugikan pihak tertentu.

Transparansi dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

ReformasiRI.com meminta pengurus koperasi dan Petro Muba memberikan penjelasan mengenai dugaan potongan minyak, harga pembelian, penggunaan nota transaksi, serta keluhan keterlambatan pembayaran.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab ialah siapa yang menetapkan potongan 3–7 drum, bagaimana dasar penghitungannya, siapa yang bertanggung jawab atas pembayaran, dan bagaimana hubungan sebenarnya antara Petro Muba dengan koperasi yang menjalankan transaksi tersebut.

Jika terdapat transaksi yang belum diselesaikan, penyelesaiannya perlu mengacu pada dokumen dan kesepakatan yang berlaku. Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian administrasi atau pelanggaran ketentuan, penanganannya harus dilakukan oleh pihak berwenang berdasarkan fakta dan bukti.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan pemotongan minyak, keterlambatan pembayaran, dan kemungkinan hubungan Petro Muba dengan koperasi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu dan membuka ruang hak jawab serta hak koreksi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Tim Reformasi RI (RRI)
Editor: Redaksi
Kategori: Investigasi 
Publikasi: Senin, 12/11/2026

#ReformasiRI #MusiBanyuasin #PetroMuba #Investigasi #Transparansi #SuaraRakyat
Share:

Subscriber

Berita Populer