Komisi II DPRD Kota Palembang Soroti Pengelolaan Parkir Dikomplek Rajawali

PALEMBANG - Komisi II DPRD Kota Palembang menyoroti polemik pengelolaan parkir di Komplek Rajawali. ‎Bahkan PT Kuala Permai selaku pengelola parkir di lokasi tersebut dihadirkan dalam rapat bersama di ruang Rapat Komisi II Palembang pada Selasa 2 Juni 2026.
‎Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Palembang, Ilyas Hasbullah didampingi Wakil Ketua Komisi II Yudi beserta para ‎Ketua Komisi II DPRD Palembang, Ilyas Hasbullah mengatakan pihaknya menginginkan usaha yang dijalankan oleh PT Kuala Permai dapat terus berkelanjutan tanpa adanya persoalan, saling berkepentingan, saling membutuhkan.
‎Menurutnya, polemik yang terjadi dalam pengelolaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
‎"Siapapun yang berusaha di Palembang harus mengikuti aturan-aturan, baik dari Pemkot maupun aturan yang di atasnya [berlaku]," tegasnya.
‎Dalam kesempatan itu, Komisi II DPRD Palembang, sempat mendengar bahwa terjadi pengrusakan hingga unjukrasa kala PT Kuala Permai menjalankan pengelolaan parkir.
‎Tak pelak, pihak DPRD Palembang menegaskan bila hal tersebut telah dilaporkan ke pada pihak berwajib untuk terus di-followup, bagaimana dengan perkembangannya. Jangan sampai tidak ada tindak lanjut dari persoalan.
‎Ilyas menambahkan, dalam rapat tadi pihaknya telah mendengar dari sejumlah pihak, di antaranya, Bapenda, DPMPTSP, PT Kuala Permai, Satpol-PP. Ia berujar pihak pengelola [PT Kuala Permai] harus menyelesaikan tunggakannya [utang-utang] terhadap Bapenda.
‎"Tentunya, Komisi II DPRD Palembang akan menggelar kembali rapat bersama, terutama persoalan pengelolaan yang dikelola pihak pengelola jangan sampai memberatkan bisnis di lokasi itu," tukasnya
‎Sementara, Kuasa Direktur PT Kuala Permai, Markus didampingi Dicky mengungkapkan kronologi lengkap pengelolaan parkir sejak akhir 2025 sekaligus menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan mengenai tunggakan pajak yang belakangan ramai diperbincangkan.
‎"Untuk itu, kami hadir di sini memenuhi panggilan rapat Komisi II DPRD Kota Palembang," ujarnya
‎Perwakilan manajemen menyatakan kehadiran mereka merupakan bentuk keterbukaan dan tikad baik kepada pemerintah daerah. “Kami hadir justru karena ingin persoalan ini dilihat
‎secara utuh. Selama ini informasi yang beredar baru dari satu sisi,” sebutnya.
‎Sebagai Pengelola, kami menegaskan bahwa kewajiban pajak parkir tetap berjalan sesuai skema yang
‎disepakati bersama Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kota Palembang, yang difasilitasi melalui mediasi bidang Perdata dan Tata Usaha Negara [Datun] Kejaksaan Negeri Palembang.
‎Skema tersebut menetapkan 75 persen dari omzet harian disetorkan ke kas daerah terdiri dari pajak berjalan dan cicilan tunggakan sementara 25 persen menjadi hak operasional pengelola.
‎Manajemen memaparkan bahwa pembayaran telah dilakukan untuk masa Desember 2025, Maret 2026, dan April 2026, dengan seluruh bukti setoran tersedia dan dapat diverifikasi
‎langsung oleh Bapenda.
‎Pengelola juga menjelaskan bahwa setoran masa Desember sempat ‎tertunda karena menunggu arahan resmi mengenai mekanisme penyetoran, yang telah diajukan melalui surat sejak 12 Januari 2026. 

“Kami tidak pernah menghindar dari kewajiban. Untuk masa April bahkan kami bayar tepat waktu, kurang dari satu bulan sesuai perjanjian. Kalau ada keterlambatan di masa Maret, itu murni karena dampak gangguan di lapangan yang menghancurkan arus kas kami,” jelasnya.
‎Soal legalitas maupun tuduhan, pihak Kuala Permai kembali menegaskan keabsahan operasional parkir yang dijalankan. Seluruh dokumen legalitas dan dasar pengelolaan telah dipaparkan
‎secara terbuka kepada para tenant dalam rapat sosialisasi resmi pada 10 Februari 2026.
‎Karena itu, menurut pengelola, tidak ada lagi dasar bagi pihak manapun untuk menyebut pemungutan tarif parkir sebagai pungutan liar.
‎“Legalitas kami sudah jelas dan sudah kami tunjukkan langsung kepada tenant sejak Februari. Pemungutan tarif parkir adalah sah dan merupakan kewenangan pengelola. Jadi tuduhan pungli itu sudah terjawab sejak lama,” paparnya.
‎Mengenai penetapan tarif, pihak pengelola juga menanggapi narasi yang menyebut tarif parkir di kawasan tersebut tidak masuk akal atau diberlakukan semena-mena. 

Menurut manajemen, tarif yang diterapkan ‎tidak lebih tinggi dibandingkan komplek dan kawasan komersial lain di sekitarnya bahkan sejumlah lokasi lain memberlakukan tarif yang lebih tinggi. Dengan demikian, pengelola
‎menilai tudingan tarif yang berlebihan tidak memiliki dasar.
‎“Silakan dibandingkan dengan kawasan sekitar. Tarif kami wajar dan setara, tidak ada yang dilebih-lebihkan. Justru kami menjalankan tarif resmi yang menjadi dasar setoran ke kas daerah,” ujarnya.
‎Tak sampai di situ, pengelola menyebut operasional parkir yang telah
‎memperoleh izin resmi justru berulang kali dilumpuhkan oleh gangguan dari pihak tertentu.
‎Setelah segel dibuka pada awal Desember 2025, operasional hanya sempat berjalan sepuluh hari sebelum dihentikan akibat penolakan disertai tekanan.
‎Kemudian, operasional kembali dibuka resmi pada 19 Februari 2026 setelah rapat sosialisasi, namun keesokan harinya, 20 Februari 2026, fasilitas parkir dirusak: plang diangkat paksa, kabel ‎sistem dan kamera pengawas dicabut, hingga seluruh sistem mati. Peristiwa ini telah dilaporkan ke kepolisian dan kini dalam proses hukum.
‎Akibat insiden tersebut, menurut pengelola, penerimaan pajak daerah dari sektor parkir di kawasan itu menjadi nihil sepanjang Januari dan Februari 2026. Seluruh biaya pemulihan mulai dari pengadaan palang baru hingga perbaikan sistem ditanggung sendiri oleh pengelola tanpa bantuan pihak manapun.
‎Sehingga, ujar pengelola, estimasi bahwa penghambatan dan pelanggaran tarif flat operasional telah berimbas pada potensi penerimaan daerah hilang cukup besar.
‎"Bila beroperasi normal, setoran diperkirakan dapat mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Dengan operasional yang terhenti sepanjang awal tahun, potensi setoran yang hilang ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta," urainya.
(CH) 
Share:

Menang di Pengadilan, Riza Fahlevi Dorong Reformasi PGRI Sumsel

Palembang – Pasca kemenangan hukum yang diraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) versi Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, Maka sengketa internal organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akhirnya menemui titik terang. 
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin lalu (4/5/2026) telah memutus perkara dengan nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT, yang dimenangkan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, sebagai pihak pembanding.

Di Provinsi Sumatera Selatan Ketua Umun PGRI Sumsel yang baru di tunjuk Drs. H. Riza Pahlevi, M.M. menilai hal ini bukan saja sekadar akhir dari sengketa organisasi yang berlangsung cukup panjang. Lebih dari itu, putusan tersebut menjadi titik awal bagi lahirnya konsolidasi, rekonsiliasi, dan transformasi organisasi demi memperkuat peran PGRI sebagai rumah besar para guru.

Riza Fahlevi, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kemenangan yang diperoleh harus dimaknai sebagai kemenangan seluruh guru, bukan kemenangan kelompok tertentu. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten/kota, cabang, dan ranting.

Menurut Riza, kepastian hukum yang telah diperoleh harus segera diikuti dengan penataan organisasi agar tidak lagi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota mengenai kepengurusan yang sah.

"Konsolidasi menjadi penting agar seluruh elemen organisasi kembali berada dalam satu garis perjuangan yang sama. PGRI harus bergerak bersama untuk menjalankan fungsi organisasi secara optimal," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Selain konsolidasi, Riza menilai semangat rekonsiliasi harus menjadi prioritas utama pasca-putusan hukum. Konflik internal yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu telah melahirkan perbedaan pandangan di tengah organisasi. Karena itu, pendekatan persaudaraan dan dialog dinilai jauh lebih penting dibanding memperpanjang polarisasi.

"PGRI harus membuka ruang silaturahim dan komunikasi yang sehat. Energi organisasi tidak boleh terus habis untuk konflik, tetapi harus diarahkan bagi kemajuan guru dan pendidikan," katanya.

Riza menegaskan, setelah persoalan internal terselesaikan, fokus organisasi harus kembali kepada kepentingan anggota. Berbagai persoalan yang dihadapi guru, mulai dari kesejahteraan, perlindungan hukum, peningkatan kompetensi hingga pengembangan karier, harus menjadi agenda utama organisasi ke depan.

Menurutnya, PGRI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi para pendidik, terutama di era perubahan pendidikan yang semakin dinamis.

Di sisi lain, kemenangan hukum tersebut juga harus menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi. PGRI Sumatera Selatan didorong untuk membangun sistem organisasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis sesuai dengan aturan organisasi maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kepercayaan anggota dan publik hanya dapat dibangun melalui tata kelola organisasi yang baik, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan guru," tegasnya.

Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Riza menilai masyarakat harus melihat bahwa organisasi kini fokus pada pengabdian dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, bukan lagi disibukkan oleh persoalan internal.

Karena itu, PGRI Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperjuangkan aspirasi guru dan meningkatkan mutu pendidikan.

Kolaborasi yang kuat, lanjut Riza, menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan sekaligus memastikan suara guru mendapatkan perhatian dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

"Kemenangan hukum harus diikuti oleh kemenangan moral dan kemenangan organisasi. Persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada dunia pendidikan harus menjadi semangat utama seluruh insan PGRI," ungkapnya.

Riza berharap momentum ini menjadi babak baru bagi PGRI Sumatera Selatan untuk kembali tampil sebagai organisasi yang kokoh, berwibawa, dan mampu memperjuangkan kepentingan pendidikan secara berkelanjutan.

"Dengan persatuan yang kuat, PGRI akan kembali menjadi rumah besar para guru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan kemajuan pendidikan Indonesia," pungkasnya.
(CH) 
Share:

Belajar Ikhlas Berbagi Sesama Muslim, SDIT Tarbawi Palembang Bagikan Daging Qurban Untuk Guru, Murid Juga Warga Sekitar

Palembang _ Hari ke-2 Idhul Adha 1447 H, SDIT Tarbawi Palembang sembelih hewan qurban 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing. 
Penyembelihan berlangsung di halaman SDIT Tarbawi Palembang Jalan Musyawarah I, Kecamatan Sialang, Sako Baru, pada Kamis (28/05/2026).

Pendiri sekaligus sebagai pembina yayasan SDIT AT Tarbawi Palembang H Achmad Badaruddin, S.Ag.,SH melalui Ketua yayasan Erni Fransiska, S.Pd.I.,Gr mengatakan, sapi di beli menggunakan anggaran Yayasan AT Tarbawi sendiri, sedangkan 3 ekor kambing bantuan dari wali murid.

Adapun daging qurban nanti di bagikan kepada guru-guru Tarbawi, para murid dan warga sekitar yang kesemuanya berjumlah sekitar 130 kupon.

"Kegiatan bagi daging qurban ini setiap tahun dilakukan, dan ini adalah bentuk keikhlasan kita sekaligus untuk mengajarkan kepada murid cara berbagi dengan sesama muslim," ujarnya.

Disinggung terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026-2027, SDIT Tarbawi Palembang sudah menyiapkan 2 ruang kelas dengan jumlah 23 murid dan 2 guru sesuai dengan kapasitas kelasnya.

"Alhamdulillah untuk SPMB tahun ini kita menyiapkan 2 ruang kelas dan semuanya sudah penuh terisi 23 murid di setiap kelasnya," pungkas Erni akhiri pembicaraan.

(CH) 
Share:

SWI Sumsel Dukung Penuh Langkah Polda Berantas Scam Digital

PALEMBANG - Upaya menekan angka kejahatan siber di Sumatera Selatan kini memasuki babak baru. Polda Sumsel secara resmi menginisiasi "Gerakan Sumsel Anti-Scam", sebuah langkah strategis yang melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 
Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Sumsel menyatakan dukungan penuh dan siap mengambil peran sebagai mitra strategis dalam edukasi masyarakat.

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan silaturahmi antara Kasubdit V Kamsus Ditintelkam Polda Sumsel, Kompol Andi Kusuma Jaya, S.S.T., M.H., M.Mar., dengan jajaran pengurus SWI Sumsel yang dipimpin langsung oleh Ketua SWI, Hariyono, di Palembang, Senin (25/5/2026).

Strategi Melawan Kejahatan Digital

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Andi Kusuma Jaya menekankan bahwa inisiatif ini merupakan respons konkret atas eskalasi kejahatan keuangan digital yang kian meresahkan. 

"Gerakan Sumsel Anti-Scam dicanangkan untuk memberikan pemahaman dan literasi mendalam bagi masyarakat mengenai bahaya scamming. Ini adalah langkah preventif kami untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber di wilayah Bumi Sriwijaya," tegasnya.

Polda Sumsel menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan peran aktif masyarakat yang cerdas secara digital agar tidak mudah terjerat modus penipuan yang kian canggih.

Peran Pers sebagai Pilar Literasi

Menanggapi inisiatif tersebut, Ketua SWI Sumsel, Hariyono, menyatakan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk memutus mata rantai penipuan digital. Ia menegaskan bahwa SWI akan mengawal program ini melalui penyajian informasi yang edukatif dan faktual.

"Kami siap bersinergi dan mengawal program Bapak Kapolda dan OJK. Melalui pemberitaan yang edukatif, kami berkomitmen meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak lagi menjadi korban," ujar Hariyono.

Senada dengan sang ketua, Bendahara SWI Sumsel, Suherman, menambahkan bahwa dukungan SWI tidak sebatas pada narasi media. Pihaknya siap terjun langsung ke lapangan untuk memastikan edukasi mengenai keamanan transaksi digital tersampaikan hingga ke lapisan masyarakat bawah.

"Kami di SWI siap mendukung penuh gerakan ini. Edukasi harus menyentuh hingga ke akar rumput. Kami berkomitmen untuk ikut serta dalam aksi literasi digital bersama Polda Sumsel dan OJK agar masyarakat benar-benar paham modus-modus penipuan yang ada saat ini," ujar Suherman.

Membangun Ekosistem Digital yang Aman

Kolaborasi tiga pilar penegakan hukum oleh Polda Sumsel, pengawasan oleh OJK, dan edukasi masif oleh media diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman di Sumatera Selatan. 

Dengan sinergi yang solid, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap keamanan transaksi keuangan digital akan meningkat pesat, sekaligus menutup celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

Sinergi antara aparat kepolisian dan insan pers ini menjadi potret positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di era transformasi digital saat ini.
(CH/Herman) 
Share:

Semangat Gotong Royong Masyarakat Kampung Sukosari Sambut Idul Adha

Palembang - Warga RT 15/RW 05 bersama masyarakat kampung Sukosari Kelurahan Talang kelapa Palembang menggelar kerja bakti di lingkungan Masjid Al Huda Kampung Sukosari, Minggu (24/5/2026), menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan kerja bakti dipusatkan di area parkir masjid dan lingkungan sekitar sebagai persiapan lokasi penyembelihan hewan kurban. Warga bersama masyarakat kampung Sukosari Palembang membersihkan saluran air yang tersumbat, rumput liar, serta jalan lingkungan.

Kegiatan yang bertajuk gotong royong sangat antusias diikuti masyarakat lingkungan RT 15 RW O5 kelurahan talang kelapa Palembang dengan penuh semangat masyarakat gotong royong dengan membawa alat kebersihan seperti mesin rumput, arit
 parang dan peralatan lainnya 

“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan kerja bakti bersama warga Kampung Sukosari Kelurahan talang kelapa dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan area kurban dilingkungan Masjid Al Huda,” ujar takmir masjid Al-Huda.H.Darul

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman menjelang pelaksanaan kurban. Dia juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan sesuai Perda Kota Palembang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengelolaan sampah yang dipertegas Peraturan Walikota (perwako) Palembang mengenai tata cara penerapannya

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik, nonorganik, dan residu perlu terus ditingkatkan agar lingkungan tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Sementara itu, Sesepuh Kampung Sukosari Palembang Hendra Saudi, mengatakan kegiatan gotong royong warga mulai menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti ini menjadi bentuk kolaborasi warga Kampung Sukosari Palembang untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia juga menyampaikan himbauan serta saran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sejumlah usulan pembangunan infrastruktur di antaranya peninggian Jalan Sukosari II yang telah dirintis masyarakat serta pengaspalan hingga tembus kejalan soekarno Hatta dan pembangunan saluran air di Jalan seputaran untuk mengatasi genangan air serta penerangan jalan ungkapnya 

Menanggapi hal tersebut, Ketua RT 15 RW 05 Nazirin mengatakan berharap pihak kelurahan , kecamatan akan menampung usulan warga dan meneruskannya kepada instansi terkait.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan dan memilah sampah supaya saluran air tetap berfungsi dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan terutama dikali ataupun perairan Kampung Sukosari,” pungkasnya.
(CH/rilis) 
Share:

Lulus Metode Ummi, 130 Siswa SDIT Tarbawi Palembang Diwisuda

Palembang _ Sebanyak 130 peserta didik Yayasan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AT-Tarbawi Palembang diwisuda. 
Acara wisuda berlangsung di Graha Ismawardani, Jalan Siaran No.99, Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang pada Sabtu, (23/05/2026). 

H. Achmad Badaruddin, S.Ag.,SH Pendiri sekaligus sebagai Pembina Yayasan AT-Tarbawi melalui Kepala SDIT Tarbawi Renny Susilawati, S.Pd.,M.Pd.,Gr kepada awak media menyampaikan bahwa, wisuda di tahun 2026 ini banyak perubahan dan kemajuan.

Ia juga menjelaskan, biasanya juz 29 dan 30, tapi tahun ini ada juz 1, ditambah lagi dengan adanya Tartil dan Turjuman sehingga membuat peserta wisuda semakin banyak yaitu 130 anak putra dan putri.

Hal senada diperkuat oleh Ketua yayasan Erni Fransiska, S.Pd.I.,Gr.
Ia menjelaskan, sebelum mengikuti acara wisuda, pihaknya terlebih dahulu mengadakan 4 (empat) kali ujian dengan tim penguji semuanya guru Tarbawi. Setelah anak-anak dinyatakan lulus, selanjutnya di uji oleh Ummi Palembang.

"Dengan metode Ummi ini kita diberi kemudahan dan menyenangkan, jadi untuk menghadapi 4 kali ujian, anak-anak setiap harinya selalu belajar," pungkas Erni. 

Adapun peserta terbaik wisuda 2026 untuk Tartil diraih oleh Daffa mufazzal Kamran, terbaik Turjuman diraih oleh R.A. Fakhira Shakilla, terbaik Juz 1 diraih oleh M. Achazia Fathan Kalani, terbaik Juz 29 diraih oleh Syakirah Azmi dan terakhir terbaik Juz 30 diraih oleh Raffa Al Gahazali.

Dalam acara tersebut, turut hadir beberapa tamu kehormatan diantaranya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan
Dr. Drs. H. Sunarto, M.Si, Kabag Kesra Sodikin, S.E.,M.Si dan Pengawas Dinas Dendidikan Kota Palembang Arsi Astini, S.Pd.

Sedikit penjelasan, Metode Ummi Palembang adalah sistem pembelajaran Al-Qur'an yang menitikberatkan pada pendekatan membaca secara tartil sesuai kaidah ilmu tajwid, dipadukan dengan manajemen mutu yang sistematis dan menyenangkan. Pendekatan ini juga fokus membangun kedekatan emosional (hati) antara guru dan santri.

(CH)
Share:

Geri Raditya Suparudin Resmi Menjabat Ketua Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan

Palembang _ Pengurus Baru Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melantik pengurus Provinsi Squash Indonesia Sumatera Selatan yang di gelar di Venue Squash Jakabaring Sport City Palembang, pada Jumat (22/5/2026).
Dalam pelantikan pengurus Provinsi Squash Indonesia Sumatera Selatan, Ketua Umum Squash Sumatera Selatan, Geri Raditya Suparudin, mengatakan, Ya, ini kan pengurus baru, jadi ya tentunya harapan baru juga. Jadi semoga cabor squash ini ke depan bisa memberikan prestasi untuk Sumatera Selatan tentunya. Sekaligus selain pelantikan, kita langsung
menunjukkan kinerja dengan membuat kejurprov. Kejurprovinsi piala Gubernur Sumatera Selatan, kurang lebih 50 orang beserta atletnya," ujar Geri.

Nah, nanti hasil dari sini di bulan Juli nanti ada Kejurnas, Kejurnas itu nanti yang kita seleksi dari sekarang seperti itu," terangnya.

Geri menambahkan, Untuk program ke depan yang harus kita kejar itu adalah
bagaimana atlet Squash ini bisa sekolah di SONS (Sekolah Olahraga Nasional Sriwijaya). Jadi, bisa masuk situ, jadi mereka bisa pelatihan secara rutin optimal, dapat penginapan, jadi dapat program rutin sehingga bisa ke kancah nasional," imbuhnya.

Terakhir Geri juga menyampaikan, untuk pelantikan pengurus Provinsi Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang di lantik pada hari ini Sekitar kurang lebih 35 orang," pungkasnya.
(Sandi SN) 
Share:

Subscriber

Berita Populer