Coffee Morning Polres Banyuasin dan Media: Kapolres Buka Ruang Kritik, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba
Kapolres AKBP Risnan Aldino Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi, Sejumlah Masukan Disampaikan Terkait Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Masyarakat
ReformasiRI.com, Banyuasin – Kemitraan antara kepolisian dan insan pers tidak cukup dibangun melalui pertemuan formal, tetapi membutuhkan komunikasi terbuka, ruang dialog, serta kesediaan menerima kritik demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan coffee morning yang digelar Polres Banyuasin bersama mitra media di Aula Sanika Satya Wada Polres Banyuasin, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., jajaran pejabat utama Polres Banyuasin, Ketua PWI Banyuasin Wardoyo, Ketua IWO Banyuasin Deni Irawan, serta puluhan wartawan dari berbagai platform media.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyampaikan masukan mengenai keterbukaan informasi, penanganan perkara, dan peningkatan pelayanan kepolisian.
Dalam sambutannya, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan insan pers. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengenai program kepolisian dan upaya menjaga keamanan serta ketertiban.
Kapolres juga mengajak wartawan untuk bersinergi dalam mendukung program Polri yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya upaya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Banyuasin.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian yang memerlukan penanganan segera.
Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh respons kepolisian sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Wartawan Sampaikan Masukan, dari Informasi Perkara hingga Perlindungan Jurnalis
Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika sejumlah awak media menyampaikan masukan secara langsung kepada jajaran Polres Banyuasin.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi kecepatan penyampaian informasi penanganan perkara, keterbukaan informasi terkait pengungkapan kasus narkoba, profesionalisme pelayanan laporan masyarakat, hingga perlindungan terhadap wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam dialog antara kepolisian dan media. Sebab, hubungan kemitraan yang sehat tidak hanya ditandai dengan komunikasi yang terjalin baik, tetapi juga dengan adanya ruang untuk menyampaikan persoalan dan mencari solusi bersama.
Menanggapi berbagai masukan itu, Kapolres Banyuasin menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem penyampaian informasi agar data yang diberikan kepada media semakin akurat.
Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan pelanggaran maupun dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus narkoba akan ditindaklanjuti secara serius.
Sementara terkait kepastian penanganan laporan masyarakat, warga diarahkan untuk mengikuti prosedur pelaporan resmi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Dialog tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
PWI dan IWO Dorong Kemitraan yang Profesional
Ketua PWI Banyuasin Wardoyo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Banyuasin yang membuka ruang pertemuan dan dialog bersama insan pers.
Ia menegaskan komitmen wartawan untuk terus menjalankan tugas jurnalistik dengan mengedepankan prinsip objektivitas, keberimbangan, serta pemberitaan yang edukatif bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan media perlu dibangun di atas profesionalisme serta saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing.
Hal senada disampaikan Ketua IWO Banyuasin Deni Irawan. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara organisasi wartawan dengan jajaran Polres Banyuasin dapat semakin kuat ke depannya.
Ia juga mendorong agar kemitraan tersebut dapat mendukung penyebarluasan informasi yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Polres Banyuasin Tegaskan Komitmen Evaluasi dan Keterbukaan Informasi
Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Fisol, mewakili Kapolres AKBP Risnan Aldino, mengatakan kegiatan coffee morning merupakan salah satu upaya membangun komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan insan pers.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap komunikasi dan koordinasi dengan rekan-rekan media semakin baik, khususnya dalam penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Kami juga terbuka terhadap saran dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” ujar IPTU Fisol.
Ia menambahkan, Polres Banyuasin mengajak insan pers untuk terus bersinergi dalam mengampanyekan pemberantasan narkoba demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar bersama oleh para wartawan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB tersebut berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui pertemuan ini, komunikasi antara Polres Banyuasin dan insan pers diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Masukan yang disampaikan para wartawan menjadi bagian dari catatan bersama untuk mendorong keterbukaan informasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Banyuasin.
(red)





