Kapolda Sumsel : Ingatkan Personel Untuk Atasi Karhutla


PALEMBANG _ Suasana hangat penuh keakraban mewarnai malam kenal pamit Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) dari Komjen Pol Sandi Nugroho kepada Irjen Pol Rony Samtana Tarigan, di Ballroom Novotel Palembang, Jumat (9 Oktober 2026) tadi malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut menjadi momentum perpisahan bagi Sandi Nugroho sekaligus penyambutan Rony Samtana sebagai Kapolda Sumsel yang baru.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah, r tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.

Tampak hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Ketua TP-PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel, Danrem, kapolres, serta sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, Wali Kota Pagar Alam H Ludi Oliansyah, dan Bupati Banyuasin H Askolani.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan beragam kesenian tradisional yang menyambut para undangan terhibur.



Mulai dari Tarian Sinanggar Tulo, Gending Sriwijaya, dan Ya Saman turut mewarnai rangkaian kegiatan, memperlihatkan kekayaan budaya.

Suasana semakin khidmat ketika acara diawali dengan doa yang dipimpin Habib Amak Shahab atau Habib Muhammad Naufal bin Ja'far Shahab.

Selanjutnya, para undangan menyaksikan tayangan selayang pandang perjalanan karier Komjen Pol Sandi Nugroho.

Tayangan tersebut menampilkan rekam jejak pendidikan, pengalaman memimpin di lingkungan Polri, serta berbagai kebijakan dan kepeduliannya selama bertugas di Sumsel sekitar sembilan bulan.

Sandi Nugroho Kenang Kebersamaan di Sumsel

Dalam sambutannya, Komjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas pengalaman serta kebersamaan yang dirasakannya selama bertugas di Bumi Sriwijaya.

Ia mengaku bersyukur dapat bekerja bersama banyak pihak yang dinilainya memiliki komitmen untuk membangun Sumsel dan menjags situasi keamanan daerah

Komjem Sandi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Irjen Pol Rony Samtana yang kini dipercaya memimpin Polda Sumsel.

Ia menilai Rony memiliki pengalaman dan kapasitas untuk melanjutkan tugas kepolisian di wilayah tersebut.



Dengan nada rendah hati, Komjen Pol Sandi menyampaikan bahwa berbagai hal baik yang telah berjalan selama masa tugasnya merupakan hasil kerja bersama.

“Saya hanya terima jadinya saja,” ujar Sandi, menggambarkan bahwa capaian organisasi tidak terlepas dari kontribusi jajaran dan seluruh pihak yang bekerja bersama.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, atau tindakan yang kurang berkenan bagi masyarakat maupun rekan kerja.

Sebelum menutup sambutannya, Sandi Nugroho menyampaikan pesan penuh keakraban kepada masyarakat Sumsel agar hubungan silaturahmi tetap terjaga meskipun dirinya telah mendapatkan penugasan baru di Jakarta.

“Silakan mampir ngopi kalau ke Jakarta,” ujarnya.

Ungkapan tersebut menambah suasana hangat dalam malam kenal pamit yang menjadi penanda berakhirnya masa tugas Sandi sebagai Kapolda Sumsel.

Komjen Pol Sandi Nugroho kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Pekerja Migran Indonesia / Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Rony Samtana Ajak Semua Pihak Bersinergi

Setelah tayangan selayang pandang Komjen Pol Sandi Nugroho, acara dilanjutkan dengan pemutaran profil Irjen Pol Rony Samtana Tarigan.

Irjen Pol Rony sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sumsel.

Ia juga memiliki pengalaman bertugas sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Wakapolda Sumsel sebelum kembali mendapat amanah memimpin Polda Sumsel.


Dalam sambutannya, Irjen Pol Rony mengajak seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan.

Kapoda yang hobi lari ini, sejenak mengajak para yang hadir untuk berdoa agar asap karhutla segera hilang.

" Bagi yang beraga selain Islam silakan dengan tatacaranya, bagi yang beragama Islam mari membaca, Alfatihah,"   

Menurut Irjen Rony, terciptanya daerah yang aman dan kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen, bukan hanya kepolisian.

“Mari kita bersama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama menciptakan Sumsel yang aman dan kondusif,” menjadi pesan yang disampaikan Rony dalam kesempatan tersebut.''Polisi bersama rakyat,"tambahnya.

Ajakan itu menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas daerah, mendukung aktivitas masyarakat, serta memastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Sebagai Kapolda yang baru, Irjen Rony dihadapkan pada tanggung jawab melanjutkan program dan pelayanan kepolisian yang telah berjalan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.

Herman Deru Berharap Tetap Menjadi Sahabat Sumsel

Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komjen Sandi Nugroho atas pengabdiannya selama bertugas di Sumsel.

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Sandi dan masyarakat Sumsel tetap terjaga meskipun kini Sandi mengemban tugas di tempat yang baru.

H Herman Deru juga menyampaikan selamat bertugas kepada Rony Samtana sebagai Kapolda Sumsel.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah provinsi dan Polda Sumsel dapat terus diperkuat.

Menurut Herman Deru, sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung kemajuan Sumatera Selatan.

Ia berharap kepemimpinan Rony dapat melanjutkan kolaborasi yang sudah terbangun bersama pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

Malam kenal pamit tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian pimpinan kepolisian, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan menegaskan kesinambungan kerja sama dalam menjaga Sumsel.

Di tengah dinamika tugas dan tanggung jawab yang terus berkembang, harapan agar Sumsel tetap aman, kondusif, dan terus maju menjadi pesan bersama yang mengemuka dalam acara tersebut. (IR) 
Share:

Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

ReformasiRI.com, Banyuasin – Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, sebungkus nasi yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan senyum sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Semangat inilah yang ditunjukkan jajaran Harimau Sumatera Bersatu (HSB) DPC Banyuasin melalui kegiatan sosial Jumat Barokah, Jumat (09/10/2026).

Bertempat di depan Masjid Jamhuria, Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, pengurus dan anggota HSB DPC Banyuasin turun langsung membagikan nasi bungkus kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap warga, sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dipimpin Ketua DPC HSB Banyuasin, Pilni, didampingi Panglima Hamid, OKK Imam Syafei, serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya. Mereka terlibat langsung dalam aksi berbagi tersebut sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong.

Bagi HSB Banyuasin, Jumat Barokah bukan semata-mata kegiatan membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan mengingatkan bahwa keberadaan sebuah organisasi juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran HSB menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi penerimanya serta menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada sesama. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan Jumat Barokah tersebut.

Langkah sederhana ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak harus menunggu memiliki banyak sumber daya, sebab kemauan untuk berbagi dan keikhlasan dalam membantu sesama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

HSB DPC Banyuasin berharap semangat berbagi seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kegiatan organisasi ke depan. Dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat, organisasi diharapkan tidak hanya dikenal melalui aktivitas internal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Melalui Jumat Barokah, HSB Banyuasin berupaya menanamkan pesan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong merupakan nilai penting yang perlu dijaga. Sebab, organisasi yang dekat dengan masyarakat bukan hanya tentang nama dan keberadaan, melainkan juga tentang kemauan untuk hadir, mendengar, serta berbagi sesuai kemampuan. (Red) 


#ReformasiRI #HSBBanyuasin #HarimauSumateraBersatu #JumatBarokah #PangkalanBalai #Banyuasin #AksiSosial #PeduliSesama #BerbagiBerkah #GotongRoyong
Share:

Tiga Mobil OTK Jemput Paksa Romi Dari Rumahnya, Hingga Kini Belum Pulang

KAYUAGUNG – Peristiwa menegangkan dan penuh tanda tanya dialami keluarga Romi, warga Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pemuda tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) usai rumahnya digeruduk dan digeledah secara mendadak pada Kamis (8/10/2026) sekira pukul 03.00 WIB dini hari.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, aksi penggeledahan dan penjemputan paksa tersebut dinilai janggal serta melanggar prosedur hukum. Pasalnya, kelompok OTK itu memaksa masuk dan mengacak-acak isi rumah tanpa didampingi pengurus RT, RW, maupun perangkat desa setempat. Bahkan, mereka tidak mengantongi atau meninggalkan surat tugas/keterangan resmi apa pun.

Usai menggeledah, rombongan tersebut langsung membawa pergi Romi menggunakan empat unit mobil ke arah Kota Palembang. hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui.
Pihak keluarga telah berkoordinasi dan mempertanyakan kejadian ini ke Polsek Cengal serta melaporkannya ke aparatur desa setempat. Namun, belum ada titik terang terkait keberadaan korban maupun identitas kelompok yang membawanya.
Guna mengusut tuntas peristiwa ini, keluarga besar Romi menyatakan akan segera membuat laporan polisi secara resmi.

Pihak keluarga memohon bantuan masyarakat luas yang mengetahui keberadaan atau melihat Romi untuk segera menghubungi nomor 0813-6743-2632 atau mengantarkannya langsung ke kediaman keluarga di Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, OKI. (Rilis) 
Share:

Kosgoro 1957 Palembang Bantu Pemindahan Trafo di MasjidKH. Balqi, Banten

Hindari Bahaya Listrik, P
Palembang _ Pimpinan dan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kota Palembang tidak pernah hentinya memberikan bantuan maupun pelayanan bagi masyarakat luas. Setiap Jumat, para pengurusnya yang tersebar di beberapa Kecamatan berbagi nasi bungkus pada Jumat Berkah. Dan beberapa waktu yang lalu PDK Kosgoro 1957 telah menyalurkan air bersih di Talang Petai, Plaju Darat Kota Palembang yang terdampak musim kemarau. 
Kini yang terbaru PDK Kosgoro 1957 Kota Palembang membantu pemindahan Trafo Listrik di lapangan Masjid KH. Balqi, Banten, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II Kota Palembang.

Menurut Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Palembang, M. Sholatudin, S.T kepada awak media bahwa pemindahan Trafo Listrik ini berdasarkan permintaan warga serta pengurus Masjid KH. Balqi, di daerah Banten karena mengingat dampak bahaya yang bisa ditumbuhkan dari trafo listrik bagi masyarakat maupun jemaah masjid jika berada ditengah masjid.

"Trafo listrik itu merupakan Ampere, pengatur arus listrik pada besaran tegangan tinggi dan rendah. Pemasangan trafo listrik dihalaman masjid memiliki risiko keselamatan karena berada di area masyarakat yang beraktivitas untuk beribadah makanya kita pindahkan keatas," ujar M. Sholatudin, S.T pada, Senin (05/10/26).

M. Sholatudin, S.T yang juga Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Partai Golkar ini turut menjelaskan jika penempatan trafo di halaman masjid atau jarak yang terlalu dekat dengan bangunan dapat menyebabkan lompatan arus listrik ke objek sekitarnya, terutama saat hujan atau cuaca ekstrem. Jika kabel atau trafo terdapat kerusakan, di sekitar tiang yang teraliri listrik arus yang bocor dapat membahayakan pejalan kaki.

"Trafo itu juga rentan meledak dan kebakaran jika distribusi listriknya melebihi kapasitas. Itu tentu berbahaya bagi masyarakat khususnya di Masjid tersebut. Jika trafo panas berlebihan atau hubungan pendek dapat memicu ledakan. Untuk itulah kita pindahkan dari bawah keatas," ungkapnya.

Selain itu, M. Sholatudin, S.T juga menuturkan untuk meminimalisir bahaya tersebut maka dirinya selaku warga masyarakat dan sebagai Ketua Organisasi Kosgoro 1957 bersama pengurus Masjid KH Balqi, Banten, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Kota Palembang memindahkan posisi trafo yang sebelumnya dilapangan halaman masjid menjadi diatas supaya aman.

"Memang untuk jarak aman pemasangan trafo listrik itu dikisaran 3 sampai 4 meter dari bangunan atau aktivitas masyarakat atau manusia di sekitarnya. Dan Alhamdulillah pemindahan Trafo Listrik di Masjid KH Balqi, Banten sudah kita lakukan. Semua itu berkat dan untuk kita semua demi kemaslahatan umat," tutup M. Sholatudin, S.T.

Ditempat yang sama, Samlawi selaku Pengurus Masjid juga turut mengatakan jika pihaknya sudah puluhan tahun memohon dan meminta kepada Pemerintah dan pihak PLN untuk memindahkan trafo listrik tersebut, karena membahayakan dan menganggu jemaah masjid.
Dan akhirnya terwujud berkat bantuan Kosgoro.

"Kami sudah puluhan tahun memohon dan meminta Pemerintah dan pihak PLN untuk memindahkannya tetapi tidak terealisasi. Alhamdulillah berkat bantuan dari Ketua dan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kota Palembang pemindahan Trafo Listrik ini akhirnya terwujud juga," ungkap Samlawi penuh bahagia.

Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada PDK KOSGORO 1957 Kota Palembang, terkhusus bapak M. Sholatudin, ST, yang telah membantu masyarakat Banten Kecamatan SU II, Kota Palembang pada umumnya, dan terkhusus jemaah masjid KH Balqi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan kami doakan semoga 
bapak M. Sholatudin, ST sehat, selamat serta sukses selalu, ucapnya. (Rilis/Afan) 
Share:

Pemdes Rantau Harapan Salurkan BLT Tahap I kepada 15 KPM, Kades Minta Bantuan Digunakan dengan Bijak


Pemdes Rantau Harapan Salurkan BLT Tahap I kepada 15 KPM, Kades Minta Bantuan Digunakan dengan Bijak

ReformasiRI.com, Banyuasin – Pemerintah Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran yang berlangsung pada Senin (27/04/2026) tersebut berjalan lancar.



Penetapan penerima dilakukan setelah pemerintah desa bersama pendamping desa melakukan penjaringan dan pendataan terhadap masyarakat yang dinilai memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

Kepala Desa Rantau Harapan, Ilin Sumantri, S.Pd., M.H., mengatakan jumlah penerima disesuaikan dengan kondisi anggaran dan kemampuan keuangan desa.

“Ya, sebenarnya masih banyak yang harus kita bantu. Namun, karena disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan desa, pemerintah desa menyimpulkan ada 15 KPM yang memang benar-benar layak menerima BLT,” ujar Ilin.

Ia menjelaskan, warga yang belum mendapatkan BLT diminta tidak berkecil hati ataupun menganggap adanya perlakuan berbeda. Menurutnya, penetapan penerima dilakukan berdasarkan kriteria dan hasil penjaringan yang telah dilakukan pemerintah desa bersama pendamping desa.

“Ada 15 KPM yang memenuhi kriteria persyaratan sebagai penerima BLT. Kami melihat kondisi mereka, seperti kemiskinan ekstrem, kehilangan mata pencaharian, lanjut usia, disabilitas, serta unsur lainnya. Dari hasil penjaringan tersebut, kami menyimpulkan mereka layak dibantu,” jelasnya.

Ilin juga berpesan kepada KPM yang menerima bantuan agar menggunakan dana BLT secara bijak dan sesuai kebutuhan rumah tangga.

“Harapan saya kepada yang mendapatkan BLT, gunakanlah sesuai kebutuhan, jangan berpoya-poya. Bagi yang belum mendapatkan BLT, harap bersabar. Kita akan mencari solusi terbaik agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan bantuan dapat diberikan secara merata melalui program lainnya seperti bansos, PKH dan program pemerintah lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Rantau Harapan, Siti Murni, mengatakan proses penentuan penerima dilakukan melalui penjaringan dan pendataan secara teliti agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Ya, kami menjalankan sesuai aturan dan kriteria untuk menentukan orang yang benar-benar berhak menerima BLT. Harapannya bantuan ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak maupun kecemburuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan, 15 KPM yang ditetapkan dinilai telah memenuhi kriteria penerima sesuai ketentuan yang menjadi dasar penyaluran bantuan.

Penyaluran BLT tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap warga yang berada dalam kondisi sosial dan ekonomi yang membutuhkan dukungan. (Red) 

Share:

Warga Sei Lais Terdampak Polusi Udara, Ormas Cakar Sriwijaya, SIRA dan PST Minta Gubernur Sumsel Tutup Operasional PT Semen Tiga Roda

Palembang - Gabungan Massa yang tergabung dalam Koalisi LSM Dan Ormas Sumatera Selatan Bersatu terdiri dari Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Pemerhati Situasi Terkini (PST) dan Forum Cakar Sriiwijaya Kota Palembang bersama warga perwakilan 6 (enam) RT gelar aksi demo di Depan Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (24/9/2026).
Aksi tersebut digelar dalam rangka untuk melaporkan terkait dengan adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat operasional distribusi, pengemasan dan bongkar muat Semen Tiga Roda yang berlokasi di Jalan Mayor Zen Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Kota Palembang.

Wilayah 6 RT yang terdampak akibat aktivitas dari pengepakan Semen Tiga Roda tersebut yaitu 28, 29, 30, 31, 32 dan 42

Ketua Umum PST, Dian H SH mengatakan bahwa kedatangan pihaknya bersama warga perwakilan 6 RT, untuk menyampaikan keluh kesah yang dirasakan akibat terdampak dari aktivitas PT Semen Tiga Roda di Sei Lais.

"Akibat dampak dari aktivitas PT Semen Tiga Roda dalam pengemasan, bongkar muat dan operasional distribusi, menyebabkan polusi udara, pakaian kotor hingga terganggunya kesehatan. Selain itu juga tidak ada kontribusi terhadap masyarakat disekitar," ujarnya.

Ia ungkapkan terkait dengan hal ini masyarakat sekitar bingung mau melaporkan kejadian tersebut dimana. Akhirnya mereka melapor ke Ormas Forum Cakar Sriwijaya (FCS) Kota Palembang.

"Terkait dengan laporan tersebut FCS bersama kami dari PST dan SIRA gelar aksi demo hanya mau menuntut agar PT Semen Tiga Roda segera mengurangi polusi udara yang terjadi saat ini," ungkapnya Dian

Sementara Ketua FCS Kota Palembang, Edi Medan membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari warga RT yang terdampak akibat aktivitas PT Semen Tiga Roda tersebut.

"Kami mewakili warga dari 6 RT yang terdampak, meminta tolong kepada Gubernur Sumsel untuk menindaklanjuti laporan hari ini, terkait dengan polusi udara dampak dari aktivitas PT Semen Tiga Roda di Sei Lais," ucapnya.

Kemudian dilanjutkan Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal SH berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, dalam hal ini Gubernur, agar dapat memberikan perhatian yang serius terhadap laporan dalam aksi demo hari ini.

"kami mendesak Gubernur Sumsel, memerintahkan perangkat yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan dan memastikan masyarakat khususnya dilingkungan 6 RT tersebut atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta mendapatkan perlindungan," pintanya.

Lanjut ia juga mendesak pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel segera melakukan inspeksi terhadap aktivitas PT Semen Tiga Roda tersebut dan lakukan pengujian kualitas udara ambien dan portikulat sesuai dengan metode dan ketentuan yang ada.

"Apabila ditemukan pelanggaran, kami meminta agar DLH Sumsel menjatuhkan tindakan korektif dan/atau sanksi administratif sesuai ketentuan hukum yang berlaku, bila perlu disegel," tegasnya Sandi.

Lebih lanjut Sandi juga mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel untuk melakukan pendataan terhadap warga yang menyampaikan keluhan kesehatan.

"Dalam hal ini Dinkes harus memberikan jaminan kepada warga tersebut agar mendapatkan pelayanan dalam memeriksakan kesehatannya," terangnya.

Kepada pihak perusahaan pihaknya meminta pihak agar memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat dan mengevaluasi seluruh sistem pengendalian debu serta memastikan kegiatan bongkar muat dan pengemasan tidak menimbulkan penyebaran debu ke lingkungan masyarakat.

Selain itu juga meminta pihak perusahaan meningkatkan pengendalian partikulat apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kekurangan dan menjaga kebersihan area operasional serta melakukan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat sekitar.

Sedangkan kepada pihak Aparatur Penegak Hukum, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau unsur tindak pidana, pihaknya mendesak agar menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Kami meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, objektif, transparan dan tidak tebang pilih berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan yang sah," harapnya Sandi.

"Terkait dengan laporan ini merupakan bentuk kontrol sosial dan penyampaian aspirasi masyarakat. Kami tidak bermaksud melakukan penghakiman terhadap pihak mana pun sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang sah dari instansi berwenang," tutupnya Sandi (Rilis) 
Share:

Warga Pagar Alam Dijemput Polisi, Lalu Mati, Forum Pemuda Sumsel Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Kematian Jon Daus



Palembang _ Forum Pemuda Sumsel yang tergabung dalam kelompok keluarga korban, masyarakat, aktivis dan tim kuasa hukum hari ini menggelar aksi unjuk rasa didepan markas gedung polda sumsel dengan membawa gedebong pisang beserta jantung pisangnya sebagai simbol kritik terhadap lambannya proses pengungkapan fakta dan penegakan keadilan terkait tewasnya Jon Daus yang dari tanggal 22 agustus 2026 hingga saat ini masi menjadi tuntutan keluarga korban.
Ditengah kerumunan, masa aksi membawa gedebong pisang beserta jantung pisang yang mengantung dimaknai sebagai simbol kritik sosial mengartikan sebagai manusia punya jantung tetapi tidak mempunyai hati.

Bentuk kritik itu mengenai lambannya pengungkapan fakta yang menyebabkan keluarga korban terus menunggu kepastian hukum serta berupaya untuk mencari keadilan.

Jon Daus ditangkap oleh Anggota Polres Pagar Alam Pada 22 agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, pihak keluarga mengatakan pada pukul 14.00 WIB dihari yang sama, keluarga menerima kabar dari anggota polres Bahwa Jon Daus sudah dalam keadaan tidak bernyawa. 

Jon Daus sehari-harinya bekerja sebagai petani berusia 58 tahun saat ditangkap polisi dan dituduh maling kopi tidak diberikan surat perintah penangkapan serta surat perintah penahanan sebelum meninggal dunia.

Dalam orasinya, koordinator aksi RM Taufiq selaku aktivis hukum sumsel mengatakan persoalan tersebut, harus ditangani dengan serius secara objektif dikarenakan kalau sudah menyangkut menghilangkan nyawa seseorang sekalipun tidak bisa dibenarkan.

“Perbuatan yang menghilangkan nyawa sesorang melalui perbuatan fisik (actus reus) serta niat jahat pelaku (mens rea) oknum anggota kapolres pagar alam terhadap alm.jon daus sekalipun ini tidak bisa dibenarkan sama sekali dikarnakan tentu hal itu harus diusut secara tuntas apa bila terbukti telah memenuhi unsur pidana dan unsur pelanggaran kode etik profesi kepolisian ini harus dihukum seberat-beratnya” kata taufiq macan dalam orasinya.

Taufiq menyebutkan pengusutan tewasnya alm.jon daus harus mendapatkan perhatian serius oleh kapolda sumsel sebagai pucuk pimpinan tertinggi diwilayah hukum sumatera selatan terhadap dugaan anak buahnya yang diduga melebihi batas prosedur hingga menghilangkan nyawa seseorang.

disambung oleh anak kandung jon daus, intan selaku pihak keluarga berusaha mencari keadilan, mereka tak terima karena almarhum yang diduga terlibat pencurian kopi ditangkap dalam kondisi sehat, namun kurang dari 24 jam, dikabarkan meninggal.

“Kami ingin mencari tahu penyebab kematian almarhum bapak saya, sudah satu bulan bapak saya meninggal dunia setelah ditangkap polisi yang pada awalnya bapak saya dalam kondisi sehat lalu dikabarkan oleh pihak rs besemah bapak saya sudah meninggal dunia” ujarnya

Dalam keterangannya pihak keluarga baru tahu almarhum ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB, 12 jam setelah penangkapan. Namun, pukul 16.00 WIB, keluarga dapat kabar almarhum telah meninggal dan jenazahnya telah dibawa ke rs besemah pagaralam.

Selama proses itu, pihak keluarga tidak mendapatkan surat pemberitahuan dari kepolisian atas penangkapan almarhum, baru saat di setelah jenazah diantar kerumah duka malamnya, keluarga diberikan surat pemberitahuan penangkapan

“Kejanggalan terungkap saat jenazah almarhum hendak dimandikan. Begitu kafan dibuka, pada tubuh korban terdapat luka lebam disekujur tubuh, sayatan dikaki dan tangan patah. Padahal saat ditangkap pihak penyidik, kondisinya baik-baik saja," ulasnya. 

Anak kandungnya, intan, menerangkan kalau ayahnya tidak ada masalah dengan siapapun dan bergaul baik dengan tetangganya, dia terkejut ketika diberi tahu ibunya kalau sang ayah ditangkap polisi karena mencuri kopi.

"Kami sampai berkeliling mencari keberadaan ayah, sampai akhirnya mendapat kejelasan dari tetangga kalau ayah ditangkap polisi," jelasnya. Yang membuat kaget lagi, pada sore harinya, keluarga mendapat kabar kalau sorenya sang ayah sudah meninggal dunia dan berada di RS Besemah.  

“Informasinya, ayah sebelum meninggal sakit perut. Tapi waktu akan dimandikan, pakaian ayah sangat kotor seperti kena lumpur. Badannya ada luka lebam, sayatan dan tangan patah," terangnya.

Kuasa hukum keluarga korban, Candra Septa Wijaya, S.H., kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumatera Selatan dengan dua laporan polisi, yaitu:

LP/B-1532/IX/2026/SPKT/POLDA SUMSEL, tanggal 12 September 2026.
LP/B-1548/IX/2026/SPKT/POLDA SUMSEL, tanggal 14 September 2026.

Kedua laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pembunuhan serta dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam penyataanya, kuasa hukum menanyakan perkembangan perkara pada 19 September 2026, diperoleh informasi bahwa laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polres Pagar Alam. 

Atas dasar itu, candra meminta agar perkara ditarik kembali dan ditangani oleh Polda Sumatera Selatan demi menjaga independensi dan objektivitas proses penyelidikan.

Selain itu, Forum Pemuda Sumsel, Taufiq juga mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk memeriksa Kapolres Pagar Alam terkait penanganan kasus meninggalnya Jon Daus, serta segera menindaklanjuti permohonan ekshumasi dan autopsi yang telah diajukan kuasa hukum keluarga korban guna mengungkap penyebab kematian secara ilmiah dan terbuka.

Dalam aksi tersebut, anak kandung almarhum, Intan, turut menyampaikan harapan agar Kapolda Sumatera Selatan memberikan keadilan bagi keluarganya. 

Pihak keluarga meminta seluruh proses hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel sehingga penyebab kematian Jon Daus dapat terungkap.

Hingga aksi berlangsung, Forum Pemuda Sumsel, menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan meminta Polda Sumatera Selatan memberikan kepastian atas penanganan laporan yang telah diajukan keluarga korban.

“Kami datang untuk meminta keadilan. Kami meminta proses hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu agar penyebab meninggalnya Jon Daus terungkap secara terang benderang,” pungkas Taufiq Macan
Share:

Subscriber

Berita Populer