Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

ReformasiRI.com, Banyuasin – Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, sebungkus nasi yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan senyum sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Semangat inilah yang ditunjukkan jajaran Harimau Sumatera Bersatu (HSB) DPC Banyuasin melalui kegiatan sosial Jumat Barokah, Jumat (09/10/2026).

Bertempat di depan Masjid Jamhuria, Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, pengurus dan anggota HSB DPC Banyuasin turun langsung membagikan nasi bungkus kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap warga, sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dipimpin Ketua DPC HSB Banyuasin, Pilni, didampingi Panglima Hamid, OKK Imam Syafei, serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya. Mereka terlibat langsung dalam aksi berbagi tersebut sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong.

Bagi HSB Banyuasin, Jumat Barokah bukan semata-mata kegiatan membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan mengingatkan bahwa keberadaan sebuah organisasi juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran HSB menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi penerimanya serta menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada sesama. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan Jumat Barokah tersebut.

Langkah sederhana ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak harus menunggu memiliki banyak sumber daya, sebab kemauan untuk berbagi dan keikhlasan dalam membantu sesama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

HSB DPC Banyuasin berharap semangat berbagi seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kegiatan organisasi ke depan. Dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat, organisasi diharapkan tidak hanya dikenal melalui aktivitas internal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Melalui Jumat Barokah, HSB Banyuasin berupaya menanamkan pesan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong merupakan nilai penting yang perlu dijaga. Sebab, organisasi yang dekat dengan masyarakat bukan hanya tentang nama dan keberadaan, melainkan juga tentang kemauan untuk hadir, mendengar, serta berbagi sesuai kemampuan. (Red) 


#ReformasiRI #HSBBanyuasin #HarimauSumateraBersatu #JumatBarokah #PangkalanBalai #Banyuasin #AksiSosial #PeduliSesama #BerbagiBerkah #GotongRoyong
Share:

Tiga Mobil OTK Jemput Paksa Romi Dari Rumahnya, Hingga Kini Belum Pulang

KAYUAGUNG – Peristiwa menegangkan dan penuh tanda tanya dialami keluarga Romi, warga Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pemuda tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) usai rumahnya digeruduk dan digeledah secara mendadak pada Kamis (8/10/2026) sekira pukul 03.00 WIB dini hari.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, aksi penggeledahan dan penjemputan paksa tersebut dinilai janggal serta melanggar prosedur hukum. Pasalnya, kelompok OTK itu memaksa masuk dan mengacak-acak isi rumah tanpa didampingi pengurus RT, RW, maupun perangkat desa setempat. Bahkan, mereka tidak mengantongi atau meninggalkan surat tugas/keterangan resmi apa pun.

Usai menggeledah, rombongan tersebut langsung membawa pergi Romi menggunakan empat unit mobil ke arah Kota Palembang. hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui.
Pihak keluarga telah berkoordinasi dan mempertanyakan kejadian ini ke Polsek Cengal serta melaporkannya ke aparatur desa setempat. Namun, belum ada titik terang terkait keberadaan korban maupun identitas kelompok yang membawanya.
Guna mengusut tuntas peristiwa ini, keluarga besar Romi menyatakan akan segera membuat laporan polisi secara resmi.

Pihak keluarga memohon bantuan masyarakat luas yang mengetahui keberadaan atau melihat Romi untuk segera menghubungi nomor 0813-6743-2632 atau mengantarkannya langsung ke kediaman keluarga di Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, OKI. (Rilis) 
Share:

Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian

 


Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian

ReformasiRI.com, Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuasin dan Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais, S.M., menghadiri acara Malam Kenal Pamit Kapolda Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dari pejabat lama, Komjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., kepada pejabat baru, Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Acara itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, jajaran Forkopimda provinsi, para kepala daerah, pejabat utama Polda Sumsel, para Kapolres se-Sumatera Selatan, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran Bupati Askolani dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap sinergi dan koordinasi bersama jajaran Polda Sumsel, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada kesempatan itu, Askolani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komjen Pol. Sandi Nugroho atas pengabdian serta dedikasinya selama memimpin Polda Sumatera Selatan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Irjen Pol. Rony Samtana yang kini mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan, komunikasi, dan koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian.

Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus menunjang kelancaran pembangunan di Kabupaten Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan secara umum.

Turut mendampingi Bupati Banyuasin dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo-SP.

(red)

Share:

TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal

 


TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menyambut kunjungan kerja Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, S.KM., M.Kes., bersama rombongan di Kabupaten Banyuasin, Jumat (09/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengenal potensi pertanian dan usaha lokal yang berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat serta peningkatan perekonomian keluarga.

Dalam agenda kunjungan, rombongan meninjau Electrifying Smart-Greenhouse Melon di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung budidaya melon yang dikelola kelompok tani dengan dukungan bantuan dari PLN, termasuk pemanfaatan instalasi penyiraman dan pemupukan modern.

Pengembangan greenhouse ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Greenhouse Sumsel Indonesia yang mengembangkan konsep agrowisata, edukasi, unit usaha, dan pemberdayaan ekonomi desa.

Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil budidaya melon di Desa Tanjung Agung. Ia menilai potensi pertanian tersebut dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan usaha berbasis pertanian di daerah.

“Alhamdulillah, hari ini Bunda betul-betul happy. Ternyata luar biasa Desa Tanjung Agung bisa memproduksi melon yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hepy juga berkesempatan mendapatkan buah melon unik yang tumbuh kembar, menjadi salah satu hal menarik selama kunjungan berlangsung.

Selain sektor pertanian, rombongan turut mengunjungi tempat produksi Pempek Udang Eka Fajar. Di lokasi ini, rombongan melihat proses pengolahan produk kuliner berbahan dasar udang yang menjadi salah satu potensi usaha lokal di Kabupaten Banyuasin.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produk kuliner yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menerima kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah serta mendorong pertukaran pengalaman dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Nabila didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, Ir. Masita Liana, S.P., anggota TP-PKK Kabupaten Banyuasin, kelompok tani, serta admin Greenhouse Sumsel Indonesia.

Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan TP-PKK Kabupaten Banyuasin dan TP-PKK Kabupaten Empat Lawang semakin erat. Pertukaran pengalaman mengenai pertanian modern, agrowisata, dan pengembangan UMKM juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian keluarga.

(red)

Share:

Banyuasin Uji Coba Cairan Pemadam Karhutla Realiza Antichamas, Efektivitas di Lahan Gambut Jadi Sorotan

 


Banyuasin Uji Coba Cairan Pemadam Karhutla Realiza Antichamas, Efektivitas di Lahan Gambut Jadi Sorotan

ReformasiRI.com, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mendorong upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi pemadam kebakaran. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyaksikan uji coba cairan pemadam Realiza Antichamas di Posko Tanjung Lago, PT Banyuasin Indah Lestari (BIL) Palembang, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari alternatif penanganan karhutla yang lebih efektif, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi dan membutuhkan penanganan khusus.

Uji coba ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menilai potensi penggunaan teknologi pemadaman tersebut dalam mendukung pengendalian karhutla di Sumatera Selatan maupun wilayah lainnya.

Realiza Antichamas merupakan cairan pemadam kebakaran berbasis organomineral yang diklaim dapat terurai secara alami atau biodegradable. Produk yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Brasil, RealizaTech, itu diuji untuk melihat kemampuannya memadamkan api serta mempertahankan kelembapan tanah guna membantu mengurangi risiko munculnya kembali titik api.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., diwakili Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo.

Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., jajaran perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, serta pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo berharap inovasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai produk komersial, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif solusi dalam penanganan karhutla.

“Besar harapan kita semua, ini bukan semata-mata produk komersial, melainkan bukti nyata upaya komprehensif kita dalam menangani karhutla. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya selama uji coba, cairan Realiza Antichamas menunjukkan potensi dalam membantu proses pemadaman. Ia juga mengamati tanah yang disemprot cairan tersebut terlihat lebih lembap dibandingkan dengan tanah yang menggunakan air biasa.

“Tanah yang terkena cairan ini terlihat lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa. Berdasarkan pengamatan saat uji coba, kelembapan tanah masih bertahan selama beberapa waktu, bahkan diperkirakan dapat mencapai dua hingga tiga hari,” jelas Herman Deru.

Meski demikian, hasil pengamatan dalam uji coba tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan kesesuaiannya dengan kondisi lapangan, khususnya pada lahan gambut.

Bupati Banyuasin Askolani menegaskan bahwa penanganan karhutla di wilayahnya membutuhkan koordinasi lintas sektor. Hal itu mengingat Banyuasin memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menyebut luas lahan yang terbakar telah mencapai ribuan hektare, meski angka rinci tidak disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menangani karhutla di Kabupaten Banyuasin. Kami juga telah melihat langsung perbandingan penggunaan cairan ini dengan air biasa dalam uji coba pemadaman. Inovasi ini memiliki potensi untuk diterapkan pada lahan gambut di Banyuasin, dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi dan efektivitasnya di lapangan,” ujar Askolani.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Hasil evaluasi terhadap uji coba tersebut menjadi hal penting sebelum penerapan lebih luas dipertimbangkan. Efektivitas pemadaman, ketahanan kelembapan tanah, keamanan penggunaan, serta dampaknya terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari penilaian agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

(red)

Share:

BNK Banyuasin Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Talang Kelapa, Keluarga Didorong Berperan Aktif dalam Pencegahan

 


BNK Banyuasin Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Talang Kelapa, Keluarga Didorong Berperan Aktif dalam Pencegahan

ReformasiRI.com, Banyuasin – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Gedung Pemuda Kantor Camat Talang Kelapa, Kamis (08/10/2026). Kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Masyarakat Sehat, Lingkungan Kuat, Bebas Narkoba” ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga dan generasi muda, mengenai bahaya narkotika serta pentingnya pencegahan sejak dini.

Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., M.M., selaku Ketua Umum BNK Banyuasin, hadir bersama Ketua Pelaksana Harian BNK yang juga Kepala Dinas PTSP, Rayan Nurdinsa, S.STP., M.Si., Wakil Sekretaris BNK H.M. Iqbal Hamid, S.E., M.Si., serta perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, kejaksaan, organisasi kepemudaan, pemerintah kecamatan hingga keluarga. Sosialisasi yang diinisiasi oleh Camat Talang Kelapa dengan melibatkan para ibu diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Netta Indian menekankan pentingnya pendekatan persuasif terhadap masyarakat yang telah terpapar narkoba agar mereka tidak semakin terisolasi dari lingkungan sosial.

“Bagi yang sudah terpapar, kita ajak dengan pendekatan persuasif. Kita bisa memberikan kiat-kiat dan pendampingan. Jangan sampai mereka diberikan sanksi sosial yang justru membuat mereka semakin menjauh,” ujarnya.

Narasumber dari Satres Narkoba Polres Banyuasin, Ipda Kemas M. Isnaini, memaparkan materi mengenai ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia menjelaskan penggolongan narkotika, psikotropika, serta berbagai zat adiktif yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikis seseorang.

Ia juga menguraikan sejumlah faktor yang dapat mendorong penyalahgunaan narkoba, di antaranya rasa ingin mencoba, lemahnya pengawasan orang tua, serta tingginya permintaan. Proses penyalahgunaan, menurut pemaparan tersebut, dapat berkembang dari tahap coba-coba hingga kebiasaan dan ketergantungan.

“Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak buruk, termasuk konsekuensi hukum dan gangguan kesehatan. Bagi masyarakat yang telah mengalami ketergantungan, kami mengimbau agar tidak takut mencari bantuan. Masyarakat dapat datang ke BNK untuk mendapatkan penanganan dan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Penyuluhan Narkotika Banyuasin, Syamsuri, H.A.J., menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerima dan membantu masyarakat yang mengalami masalah penyalahgunaan narkotika. Ia menilai edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar pengetahuan masyarakat mengenai bahaya narkoba semakin luas.

Camat Talang Kelapa sekaligus Sekretaris BNK Banyuasin, Salinan, S.Sos., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada BNK dan seluruh narasumber yang telah memberikan materi. Ia berharap peserta dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga upaya pencegahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, BNK Banyuasin mendorong penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta membangun lingkungan yang sehat dan aman.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan terkait pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba dapat mengunjungi akun Instagram resmi BNK Banyuasin di @bnk_banyuasin.

(red)

Share:

Wabup Netta Indian Hadiri Wisuda Perdana ITBN Banyuasin 2026, Dorong Sarjana Berani Berwirausaha

 


Wabup Netta Indian Hadiri Wisuda Perdana ITBN Banyuasin 2026, Dorong Sarjana Berani Berwirausaha

ReformasiRI.com, Banyuasin – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, SP, menghadiri acara yudisium dan wisuda perdana Program Sarjana Strata 1 Institut Teknologi dan Bisnis Nasional (ITBN) Banyuasin Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi institusi pendidikan tersebut sekaligus bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Kehadiran Wakil Bupati Banyuasin menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Banyuasin. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Netta Indian menyampaikan ucapan selamat kepada 65 wisudawan dan wisudawati dari tiga fakultas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta pembangunan daerah.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal untuk mengimplementasikan ilmu dan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan,” ujar Netta.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter yang kuat, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Ia turut mengapresiasi kontribusi ITBN Banyuasin dalam pengembangan pendidikan tinggi di daerah. Netta berharap institusi tersebut terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin tentu sangat mendukung kemajuan pendidikan tinggi. Kami berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang produktif, mampu menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Banyuasin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Netta berharap wisuda perdana ITBN Banyuasin dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, Banyuasin memiliki potensi dari berbagai sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Ia menyebut sejumlah sektor potensial, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner hingga industri fesyen. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi para sarjana untuk mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Kita memiliki banyak sekali potensi dari berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, fesyen dan masih banyak lagi. Tentu menjadi modal yang bagus untuk kita kembangkan. Jadi, para sarjana jangan malu dan takut terjun ke dunia entrepreneur, harus melihat peluang, dengan begitu dapat menjadi pembuka lapangan pekerjaan sesuai dengan jurusan yang kita bidangi. Tidak ada yang tidak mungkin, yang penting tetap semangat berinovasi dan visioner,” harapnya.

Melalui momentum wisuda perdana ini, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan potensi daerah untuk membangun usaha, membuka kesempatan kerja, serta berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Banyuasin.

(red)

Share:

Subscriber

Berita Populer