Kapolda Sumsel : Ingatkan Personel Untuk Atasi Karhutla
Irian Setiawan Komandoi Tim Trans Banyuasin, Raih Juara III Kejuaraan Tenis Wali Kota Prabumulih Cup
Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat
Tiga Mobil OTK Jemput Paksa Romi Dari Rumahnya, Hingga Kini Belum Pulang
Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian
Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian
ReformasiRI.com, Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuasin dan Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais, S.M., menghadiri acara Malam Kenal Pamit Kapolda Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (09/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dari pejabat lama, Komjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., kepada pejabat baru, Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Acara itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, jajaran Forkopimda provinsi, para kepala daerah, pejabat utama Polda Sumsel, para Kapolres se-Sumatera Selatan, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran Bupati Askolani dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap sinergi dan koordinasi bersama jajaran Polda Sumsel, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pada kesempatan itu, Askolani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komjen Pol. Sandi Nugroho atas pengabdian serta dedikasinya selama memimpin Polda Sumatera Selatan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Irjen Pol. Rony Samtana yang kini mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan, komunikasi, dan koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian.
Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus menunjang kelancaran pembangunan di Kabupaten Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan secara umum.
Turut mendampingi Bupati Banyuasin dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo-SP.
(red)
TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal
TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal
ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menyambut kunjungan kerja Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, S.KM., M.Kes., bersama rombongan di Kabupaten Banyuasin, Jumat (09/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengenal potensi pertanian dan usaha lokal yang berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat serta peningkatan perekonomian keluarga.
Dalam agenda kunjungan, rombongan meninjau Electrifying Smart-Greenhouse Melon di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung budidaya melon yang dikelola kelompok tani dengan dukungan bantuan dari PLN, termasuk pemanfaatan instalasi penyiraman dan pemupukan modern.
Pengembangan greenhouse ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Greenhouse Sumsel Indonesia yang mengembangkan konsep agrowisata, edukasi, unit usaha, dan pemberdayaan ekonomi desa.
Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil budidaya melon di Desa Tanjung Agung. Ia menilai potensi pertanian tersebut dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan usaha berbasis pertanian di daerah.
“Alhamdulillah, hari ini Bunda betul-betul happy. Ternyata luar biasa Desa Tanjung Agung bisa memproduksi melon yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hepy juga berkesempatan mendapatkan buah melon unik yang tumbuh kembar, menjadi salah satu hal menarik selama kunjungan berlangsung.
Selain sektor pertanian, rombongan turut mengunjungi tempat produksi Pempek Udang Eka Fajar. Di lokasi ini, rombongan melihat proses pengolahan produk kuliner berbahan dasar udang yang menjadi salah satu potensi usaha lokal di Kabupaten Banyuasin.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produk kuliner yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menerima kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah serta mendorong pertukaran pengalaman dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Nabila didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, Ir. Masita Liana, S.P., anggota TP-PKK Kabupaten Banyuasin, kelompok tani, serta admin Greenhouse Sumsel Indonesia.
Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan TP-PKK Kabupaten Banyuasin dan TP-PKK Kabupaten Empat Lawang semakin erat. Pertukaran pengalaman mengenai pertanian modern, agrowisata, dan pengembangan UMKM juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian keluarga.
(red)
Banyuasin Uji Coba Cairan Pemadam Karhutla Realiza Antichamas, Efektivitas di Lahan Gambut Jadi Sorotan
Banyuasin Uji Coba Cairan Pemadam Karhutla Realiza Antichamas, Efektivitas di Lahan Gambut Jadi Sorotan
ReformasiRI.com, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mendorong upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi pemadam kebakaran. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyaksikan uji coba cairan pemadam Realiza Antichamas di Posko Tanjung Lago, PT Banyuasin Indah Lestari (BIL) Palembang, Jumat (09/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari alternatif penanganan karhutla yang lebih efektif, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi dan membutuhkan penanganan khusus.
Uji coba ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menilai potensi penggunaan teknologi pemadaman tersebut dalam mendukung pengendalian karhutla di Sumatera Selatan maupun wilayah lainnya.
Realiza Antichamas merupakan cairan pemadam kebakaran berbasis organomineral yang diklaim dapat terurai secara alami atau biodegradable. Produk yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Brasil, RealizaTech, itu diuji untuk melihat kemampuannya memadamkan api serta mempertahankan kelembapan tanah guna membantu mengurangi risiko munculnya kembali titik api.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., diwakili Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo.
Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., jajaran perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, serta pihak terkait lainnya.
Dalam arahannya, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo berharap inovasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai produk komersial, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif solusi dalam penanganan karhutla.
“Besar harapan kita semua, ini bukan semata-mata produk komersial, melainkan bukti nyata upaya komprehensif kita dalam menangani karhutla. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya selama uji coba, cairan Realiza Antichamas menunjukkan potensi dalam membantu proses pemadaman. Ia juga mengamati tanah yang disemprot cairan tersebut terlihat lebih lembap dibandingkan dengan tanah yang menggunakan air biasa.
“Tanah yang terkena cairan ini terlihat lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa. Berdasarkan pengamatan saat uji coba, kelembapan tanah masih bertahan selama beberapa waktu, bahkan diperkirakan dapat mencapai dua hingga tiga hari,” jelas Herman Deru.
Meski demikian, hasil pengamatan dalam uji coba tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan kesesuaiannya dengan kondisi lapangan, khususnya pada lahan gambut.
Bupati Banyuasin Askolani menegaskan bahwa penanganan karhutla di wilayahnya membutuhkan koordinasi lintas sektor. Hal itu mengingat Banyuasin memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menyebut luas lahan yang terbakar telah mencapai ribuan hektare, meski angka rinci tidak disampaikan dalam keterangan yang tersedia.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menangani karhutla di Kabupaten Banyuasin. Kami juga telah melihat langsung perbandingan penggunaan cairan ini dengan air biasa dalam uji coba pemadaman. Inovasi ini memiliki potensi untuk diterapkan pada lahan gambut di Banyuasin, dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi dan efektivitasnya di lapangan,” ujar Askolani.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Hasil evaluasi terhadap uji coba tersebut menjadi hal penting sebelum penerapan lebih luas dipertimbangkan. Efektivitas pemadaman, ketahanan kelembapan tanah, keamanan penggunaan, serta dampaknya terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari penilaian agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
(red)








