Potongan Minyak Disebut Capai 7 Drum, Pembayaran Dikeluhkan Molor hingga Sebulan: Petro Muba dan Koperasi Diminta Buka Suara


Potongan Minyak Disebut Capai 7 Drum, Pembayaran Dikeluhkan Molor hingga Sebulan: Petro Muba dan Koperasi Diminta Buka Suara

ReformasiRI.com, Musi Banyuasin – Mekanisme transaksi minyak masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah muncul keluhan mengenai harga pembelian, dugaan pemotongan hasil minyak hingga 3–7 drum, serta keterlambatan pembayaran yang disebut mencapai satu bulan.

Berdasarkan informasi awal yang diterima redaksi, harga pembelian minyak disebut berkisar Rp800.000 hingga Rp900.000 per drum. Namun, sejumlah persoalan terkait mekanisme transaksi melalui koperasi masih membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi perhitungan hasil minyak, dasar pemotongan, kelengkapan dokumen transaksi, serta kepastian pembayaran kepada masyarakat.

Dugaan Potongan 3–7 Drum Perlu Penjelasan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai dugaan pemotongan hasil minyak sebanyak 3–7 drum, di luar potongan kadar air yang disebut turut memengaruhi jumlah pembayaran.

Jika informasi tersebut benar, masyarakat perlu memperoleh penjelasan mengenai dasar perhitungan potongan tersebut.

Apakah pemotongan dilakukan berdasarkan hasil pengukuran, standar kualitas minyak, biaya operasional, atau ketentuan lain yang telah disepakati?

Selain itu, perlu diperjelas siapa yang melakukan pengukuran dan bagaimana hasilnya dicatat agar dapat diperiksa oleh pihak yang melakukan transaksi.

Keterbukaan mengenai volume minyak yang diserahkan, jumlah potongan, harga pembelian, dan nilai pembayaran menjadi penting untuk menghindari kesalahpahaman maupun sengketa di kemudian hari.

Pembayaran Disebut Molor hingga Satu Bulan

Selain persoalan potongan, redaksi juga menerima informasi mengenai keluhan keterlambatan pembayaran.

Pembayaran yang disebut diharapkan berlangsung dalam waktu tiga hari dikeluhkan belum diterima oleh sebagian warga setelah 15 hari, bahkan hingga satu bulan.

Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi melalui bukti transaksi, perjanjian pembayaran, dan keterangan langsung dari masyarakat yang mengalami keterlambatan.

Pengurus koperasi perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembayaran, penyebab keterlambatan apabila terjadi, serta pihak yang bertanggung jawab memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan.

Kepastian pembayaran merupakan hal penting dalam transaksi ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap keluhan perlu ditindaklanjuti secara terbuka dan proporsional berdasarkan bukti yang tersedia.

Nota Pasar Tanpa Stempel Menjadi Sorotan

Persoalan administrasi juga muncul setelah adanya informasi mengenai penggunaan nota pasar tanpa stempel resmi koperasi dalam transaksi minyak.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelengkapan dokumen yang digunakan sebagai bukti serah terima.

Apakah nota tersebut diakui oleh koperasi? Apakah terdapat dokumen pendukung yang mencantumkan identitas pihak yang bertransaksi, volume minyak, harga, jumlah potongan, dan jadwal pembayaran?

Penggunaan nota tanpa stempel tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, kelengkapan administrasi dan keterlacakan transaksi tetap perlu dipastikan untuk melindungi kepentingan semua pihak.

Petro Muba Diminta Memberikan Klarifikasi

Perhatian turut mengarah kepada Petro Muba yang disebut dalam informasi awal mengenai mekanisme transaksi tersebut.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen atau konfirmasi resmi yang memastikan bentuk hubungan kerja sama, kewenangan, maupun tanggung jawab Petro Muba terhadap koperasi yang dimaksud.

Oleh karena itu, Petro Muba perlu diberi kesempatan untuk menjelaskan apakah terdapat hubungan kontraktual atau operasional dengan koperasi tersebut.

Apabila kerja sama memang ada, masyarakat perlu memperoleh kejelasan mengenai pembagian kewenangan, mekanisme penetapan harga, dasar pemotongan, proses penerimaan minyak, dan pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran.

Klarifikasi tersebut diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang merugikan pihak tertentu.

Transparansi dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

ReformasiRI.com meminta pengurus koperasi dan Petro Muba memberikan penjelasan mengenai dugaan potongan minyak, harga pembelian, penggunaan nota transaksi, serta keluhan keterlambatan pembayaran.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab ialah siapa yang menetapkan potongan 3–7 drum, bagaimana dasar penghitungannya, siapa yang bertanggung jawab atas pembayaran, dan bagaimana hubungan sebenarnya antara Petro Muba dengan koperasi yang menjalankan transaksi tersebut.

Jika terdapat transaksi yang belum diselesaikan, penyelesaiannya perlu mengacu pada dokumen dan kesepakatan yang berlaku. Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian administrasi atau pelanggaran ketentuan, penanganannya harus dilakukan oleh pihak berwenang berdasarkan fakta dan bukti.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan pemotongan minyak, keterlambatan pembayaran, dan kemungkinan hubungan Petro Muba dengan koperasi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu dan membuka ruang hak jawab serta hak koreksi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Tim Reformasi RI (RRI)
Editor: Redaksi
Kategori: Investigasi 
Publikasi: Senin, 12/11/2026

#ReformasiRI #MusiBanyuasin #PetroMuba #Investigasi #Transparansi #SuaraRakyat
Share:

Kapolda Sumsel : Ingatkan Personel Untuk Atasi Karhutla


PALEMBANG _ Suasana hangat penuh keakraban mewarnai malam kenal pamit Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) dari Komjen Pol Sandi Nugroho kepada Irjen Pol Rony Samtana Tarigan, di Ballroom Novotel Palembang, Jumat (9 Oktober 2026) tadi malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut menjadi momentum perpisahan bagi Sandi Nugroho sekaligus penyambutan Rony Samtana sebagai Kapolda Sumsel yang baru.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah, r tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.

Tampak hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Ketua TP-PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel, Danrem, kapolres, serta sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, Wali Kota Pagar Alam H Ludi Oliansyah, dan Bupati Banyuasin H Askolani.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan beragam kesenian tradisional yang menyambut para undangan terhibur.



Mulai dari Tarian Sinanggar Tulo, Gending Sriwijaya, dan Ya Saman turut mewarnai rangkaian kegiatan, memperlihatkan kekayaan budaya.

Suasana semakin khidmat ketika acara diawali dengan doa yang dipimpin Habib Amak Shahab atau Habib Muhammad Naufal bin Ja'far Shahab.

Selanjutnya, para undangan menyaksikan tayangan selayang pandang perjalanan karier Komjen Pol Sandi Nugroho.

Tayangan tersebut menampilkan rekam jejak pendidikan, pengalaman memimpin di lingkungan Polri, serta berbagai kebijakan dan kepeduliannya selama bertugas di Sumsel sekitar sembilan bulan.

Sandi Nugroho Kenang Kebersamaan di Sumsel

Dalam sambutannya, Komjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas pengalaman serta kebersamaan yang dirasakannya selama bertugas di Bumi Sriwijaya.

Ia mengaku bersyukur dapat bekerja bersama banyak pihak yang dinilainya memiliki komitmen untuk membangun Sumsel dan menjags situasi keamanan daerah

Komjem Sandi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Irjen Pol Rony Samtana yang kini dipercaya memimpin Polda Sumsel.

Ia menilai Rony memiliki pengalaman dan kapasitas untuk melanjutkan tugas kepolisian di wilayah tersebut.



Dengan nada rendah hati, Komjen Pol Sandi menyampaikan bahwa berbagai hal baik yang telah berjalan selama masa tugasnya merupakan hasil kerja bersama.

“Saya hanya terima jadinya saja,” ujar Sandi, menggambarkan bahwa capaian organisasi tidak terlepas dari kontribusi jajaran dan seluruh pihak yang bekerja bersama.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, atau tindakan yang kurang berkenan bagi masyarakat maupun rekan kerja.

Sebelum menutup sambutannya, Sandi Nugroho menyampaikan pesan penuh keakraban kepada masyarakat Sumsel agar hubungan silaturahmi tetap terjaga meskipun dirinya telah mendapatkan penugasan baru di Jakarta.

“Silakan mampir ngopi kalau ke Jakarta,” ujarnya.

Ungkapan tersebut menambah suasana hangat dalam malam kenal pamit yang menjadi penanda berakhirnya masa tugas Sandi sebagai Kapolda Sumsel.

Komjen Pol Sandi Nugroho kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Pekerja Migran Indonesia / Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Rony Samtana Ajak Semua Pihak Bersinergi

Setelah tayangan selayang pandang Komjen Pol Sandi Nugroho, acara dilanjutkan dengan pemutaran profil Irjen Pol Rony Samtana Tarigan.

Irjen Pol Rony sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sumsel.

Ia juga memiliki pengalaman bertugas sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Wakapolda Sumsel sebelum kembali mendapat amanah memimpin Polda Sumsel.


Dalam sambutannya, Irjen Pol Rony mengajak seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan.

Kapoda yang hobi lari ini, sejenak mengajak para yang hadir untuk berdoa agar asap karhutla segera hilang.

" Bagi yang beraga selain Islam silakan dengan tatacaranya, bagi yang beragama Islam mari membaca, Alfatihah,"   

Menurut Irjen Rony, terciptanya daerah yang aman dan kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen, bukan hanya kepolisian.

“Mari kita bersama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama menciptakan Sumsel yang aman dan kondusif,” menjadi pesan yang disampaikan Rony dalam kesempatan tersebut.''Polisi bersama rakyat,"tambahnya.

Ajakan itu menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas daerah, mendukung aktivitas masyarakat, serta memastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Sebagai Kapolda yang baru, Irjen Rony dihadapkan pada tanggung jawab melanjutkan program dan pelayanan kepolisian yang telah berjalan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.

Herman Deru Berharap Tetap Menjadi Sahabat Sumsel

Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komjen Sandi Nugroho atas pengabdiannya selama bertugas di Sumsel.

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Sandi dan masyarakat Sumsel tetap terjaga meskipun kini Sandi mengemban tugas di tempat yang baru.

H Herman Deru juga menyampaikan selamat bertugas kepada Rony Samtana sebagai Kapolda Sumsel.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah provinsi dan Polda Sumsel dapat terus diperkuat.

Menurut Herman Deru, sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung kemajuan Sumatera Selatan.

Ia berharap kepemimpinan Rony dapat melanjutkan kolaborasi yang sudah terbangun bersama pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

Malam kenal pamit tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian pimpinan kepolisian, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan menegaskan kesinambungan kerja sama dalam menjaga Sumsel.

Di tengah dinamika tugas dan tanggung jawab yang terus berkembang, harapan agar Sumsel tetap aman, kondusif, dan terus maju menjadi pesan bersama yang mengemuka dalam acara tersebut. (IR) 
Share:

Irian Setiawan Komandoi Tim Trans Banyuasin, Raih Juara III Kejuaraan Tenis Wali Kota Prabumulih Cup



Irian Setiawan Komandoi Tim Trans Banyuasin, Raih Juara III Kejuaraan Tenis Wali Kota Prabumulih Cup

Turun Langsung ke Lapangan, Wakil Ketua DPRD Banyuasin Bersama Tim Tunjukkan Kekompakan dan Semangat Sportivitas

ReformasiRI.com, Prabumulih – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap olahraga mengantarkan Tim Trans Banyuasin meraih prestasi dalam Kejuaraan Tenis Wali Kota Prabumulih Cup yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026.

Dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Irian Setiawan, tim yang beranggotakan 14 orang tersebut berhasil meraih Juara III bersama setelah melewati persaingan selama dua hari pertandingan.

Menariknya, Irian Setiawan tidak sekadar hadir sebagai pendukung. Ia turut turun langsung ke lapangan, memperkuat tim sekaligus memberikan semangat kepada rekan-rekannya dalam setiap pertandingan.

Kekompakan menjadi salah satu kekuatan Tim Trans Banyuasin. Para pemain menunjukkan kerja sama, semangat juang, serta sportivitas sepanjang turnamen hingga berhasil membawa pulang prestasi.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kota Prabumulih yang diketuai Dr. Usman Firiansyah, S.H., M.H. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para penggiat olahraga tenis untuk mengembangkan kemampuan, mengukur hasil latihan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarkomunitas.

Berawal dari Kebersamaan di Lapangan Transmigrasi

Tim Trans Banyuasin diperkuat 14 anggota dari berbagai latar belakang profesi. Selain Irian Setiawan, terdapat Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Balai Suharja, S.Ag., M.A., pegawai Bank Mandiri Banyuasin, Okto dari Pengadilan Militer Jakabaring, Subandi, Mugi, Haryadi yang merupakan purnawirawan TNI, Awi selaku pelatih tenis, Yudi, Rohmat, serta anggota lainnya.

Meski memiliki kesibukan dan latar belakang pekerjaan berbeda, mereka dipersatukan oleh kegemaran yang sama terhadap olahraga tenis lapangan.

Selama ini, para anggota rutin membangun kebersamaan melalui latihan di Lapangan Tenis Transmigrasi Banyuasin. Dari aktivitas itulah nama Tim Trans Banyuasin terbentuk dan berkembang menjadi identitas komunitas tenis yang membawa semangat olahraga daerah.

Kebiasaan berlatih bersama tersebut menjadi modal penting ketika mereka menghadapi pertandingan di Prabumulih.

Prestasi dan Persaudaraan Berjalan Beriringan

Keberhasilan meraih Juara III bersama bukan semata-mata tentang posisi di papan hasil pertandingan. Bagi Tim Trans Banyuasin, pencapaian tersebut merupakan buah dari kebersamaan, kedisiplinan berlatih, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.

Selama turnamen, para anggota berupaya memberikan penampilan terbaik sembari menjaga hubungan persaudaraan dan menghormati setiap lawan yang dihadapi.

Keikutsertaan mereka juga memperlihatkan bahwa olahraga mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam satu semangat yang sama. Pejabat publik, aparatur peradilan, pegawai perbankan, purnawirawan TNI, pelatih hingga masyarakat umum dapat membangun kebersamaan melalui kegiatan positif.

Bagi Tim Trans Banyuasin, Kejuaraan Tenis Wali Kota Prabumulih Cup menjadi pengalaman berharga untuk menambah jam terbang, memperluas persahabatan, dan mengukur perkembangan kemampuan para pemain.

Prestasi Juara III bersama ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih dan berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan berikutnya.

Dari lapangan tenis Prabumulih, Tim Trans Banyuasin membawa pulang bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga cerita tentang kekompakan dan persaudaraan.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari perkembangan olahraga tenis di Kabupaten Banyuasin.

(red)
Share:

Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

Tak Sekadar Organisasi, HSB Banyuasin Turun ke Jalan Berbagi Berkah untuk Masyarakat

ReformasiRI.com, Banyuasin – Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, sebungkus nasi yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan senyum sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Semangat inilah yang ditunjukkan jajaran Harimau Sumatera Bersatu (HSB) DPC Banyuasin melalui kegiatan sosial Jumat Barokah, Jumat (09/10/2026).

Bertempat di depan Masjid Jamhuria, Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, pengurus dan anggota HSB DPC Banyuasin turun langsung membagikan nasi bungkus kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap warga, sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dipimpin Ketua DPC HSB Banyuasin, Pilni, didampingi Panglima Hamid, OKK Imam Syafei, serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya. Mereka terlibat langsung dalam aksi berbagi tersebut sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong.

Bagi HSB Banyuasin, Jumat Barokah bukan semata-mata kegiatan membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan mengingatkan bahwa keberadaan sebuah organisasi juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran HSB menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi penerimanya serta menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada sesama. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan Jumat Barokah tersebut.

Langkah sederhana ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak harus menunggu memiliki banyak sumber daya, sebab kemauan untuk berbagi dan keikhlasan dalam membantu sesama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

HSB DPC Banyuasin berharap semangat berbagi seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kegiatan organisasi ke depan. Dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat, organisasi diharapkan tidak hanya dikenal melalui aktivitas internal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Melalui Jumat Barokah, HSB Banyuasin berupaya menanamkan pesan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong merupakan nilai penting yang perlu dijaga. Sebab, organisasi yang dekat dengan masyarakat bukan hanya tentang nama dan keberadaan, melainkan juga tentang kemauan untuk hadir, mendengar, serta berbagi sesuai kemampuan. (Red) 


#ReformasiRI #HSBBanyuasin #HarimauSumateraBersatu #JumatBarokah #PangkalanBalai #Banyuasin #AksiSosial #PeduliSesama #BerbagiBerkah #GotongRoyong
Share:

Tiga Mobil OTK Jemput Paksa Romi Dari Rumahnya, Hingga Kini Belum Pulang

KAYUAGUNG – Peristiwa menegangkan dan penuh tanda tanya dialami keluarga Romi, warga Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pemuda tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) usai rumahnya digeruduk dan digeledah secara mendadak pada Kamis (8/10/2026) sekira pukul 03.00 WIB dini hari.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, aksi penggeledahan dan penjemputan paksa tersebut dinilai janggal serta melanggar prosedur hukum. Pasalnya, kelompok OTK itu memaksa masuk dan mengacak-acak isi rumah tanpa didampingi pengurus RT, RW, maupun perangkat desa setempat. Bahkan, mereka tidak mengantongi atau meninggalkan surat tugas/keterangan resmi apa pun.

Usai menggeledah, rombongan tersebut langsung membawa pergi Romi menggunakan empat unit mobil ke arah Kota Palembang. hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui.
Pihak keluarga telah berkoordinasi dan mempertanyakan kejadian ini ke Polsek Cengal serta melaporkannya ke aparatur desa setempat. Namun, belum ada titik terang terkait keberadaan korban maupun identitas kelompok yang membawanya.
Guna mengusut tuntas peristiwa ini, keluarga besar Romi menyatakan akan segera membuat laporan polisi secara resmi.

Pihak keluarga memohon bantuan masyarakat luas yang mengetahui keberadaan atau melihat Romi untuk segera menghubungi nomor 0813-6743-2632 atau mengantarkannya langsung ke kediaman keluarga di Dusun 1 Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, OKI. (Rilis) 
Share:

Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian

 


Bupati Askolani Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Perkuat Sinergi Pemkab Banyuasin dan Kepolisian

ReformasiRI.com, Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuasin dan Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais, S.M., menghadiri acara Malam Kenal Pamit Kapolda Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dari pejabat lama, Komjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., kepada pejabat baru, Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Acara itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, jajaran Forkopimda provinsi, para kepala daerah, pejabat utama Polda Sumsel, para Kapolres se-Sumatera Selatan, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran Bupati Askolani dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap sinergi dan koordinasi bersama jajaran Polda Sumsel, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada kesempatan itu, Askolani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komjen Pol. Sandi Nugroho atas pengabdian serta dedikasinya selama memimpin Polda Sumatera Selatan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Irjen Pol. Rony Samtana yang kini mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan, komunikasi, dan koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian.

Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus menunjang kelancaran pembangunan di Kabupaten Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan secara umum.

Turut mendampingi Bupati Banyuasin dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo-SP.

(red)

Share:

TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal

 


TP-PKK Empat Lawang Kunjungi Banyuasin, Tinjau Greenhouse Melon dan Potensi UMKM Lokal

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menyambut kunjungan kerja Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, S.KM., M.Kes., bersama rombongan di Kabupaten Banyuasin, Jumat (09/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengenal potensi pertanian dan usaha lokal yang berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat serta peningkatan perekonomian keluarga.

Dalam agenda kunjungan, rombongan meninjau Electrifying Smart-Greenhouse Melon di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung budidaya melon yang dikelola kelompok tani dengan dukungan bantuan dari PLN, termasuk pemanfaatan instalasi penyiraman dan pemupukan modern.

Pengembangan greenhouse ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Greenhouse Sumsel Indonesia yang mengembangkan konsep agrowisata, edukasi, unit usaha, dan pemberdayaan ekonomi desa.

Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Safriani, mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil budidaya melon di Desa Tanjung Agung. Ia menilai potensi pertanian tersebut dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan usaha berbasis pertanian di daerah.

“Alhamdulillah, hari ini Bunda betul-betul happy. Ternyata luar biasa Desa Tanjung Agung bisa memproduksi melon yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hepy juga berkesempatan mendapatkan buah melon unik yang tumbuh kembar, menjadi salah satu hal menarik selama kunjungan berlangsung.

Selain sektor pertanian, rombongan turut mengunjungi tempat produksi Pempek Udang Eka Fajar. Di lokasi ini, rombongan melihat proses pengolahan produk kuliner berbahan dasar udang yang menjadi salah satu potensi usaha lokal di Kabupaten Banyuasin.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produk kuliner yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menerima kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah serta mendorong pertukaran pengalaman dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Nabila didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, Ir. Masita Liana, S.P., anggota TP-PKK Kabupaten Banyuasin, kelompok tani, serta admin Greenhouse Sumsel Indonesia.

Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan TP-PKK Kabupaten Banyuasin dan TP-PKK Kabupaten Empat Lawang semakin erat. Pertukaran pengalaman mengenai pertanian modern, agrowisata, dan pengembangan UMKM juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian keluarga.

(red)

Share:

Subscriber

Berita Populer