Tuntut SPMB SMP Negeri Yang Adil, Profesional Dan Transparan PSR Aksi Demo Kantor Walikota

Palembang _ Puluhan orang terlihat melakukan aksi demo di depan kantor Walikota Palembang untuk menyampaikan aspirasi pada, Rabu (24/06/26).
Massa aksi yang terdiri dari beberapa orang wali murid dan masyarakat yang tergabung dalam Pembela Suara Rakyat (PSR) ini menyampaikan pernyataan sikap terkait penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di lingkungan SMP Negeri Kota Palembang.

Aan Pirang selaku koordinator aksi yang didampingi oleh Mukri dalam pernyataannya menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung PSR menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi, antara lain:
 
- Jalur Prestasi: Siswa yang memiliki piagam juara lomba resmi dan sah ditolak tanpa alasan yang jelas dan terukur.
- Jalur Zonasi/Domisili: Siswa dengan jarak tempat tinggal kurang dari 800 meter dan dokumen kependudukan lengkap serta sah tetap ditolak.
- Jalur Afirmasi: Siswa dari keluarga kurang mampu dengan dokumen pendukung resmi yang memenuhi syarat juga tidak diterima.

"Kami menduga serta menilai proses SPMB tersebut tidak profesional, tidak proporsional, tidak transparan, serta berpotensi melanggar prinsip keadilan dan aturan yang berlaku," ujar Aan Pirang.

Lebih lanjut Aan Pirang menjelaskan bahwa bagi siswa-siswi yang berprestasi adalah keunggulan yang harus dihargai oleh pihak sekolah, bukan untuk diabaikan. Dan Domisili adalah hak siswa-siswi mendapatkan sekolah terdekat, bukan alasan penolakan.

Sedangkan jalur afirmasi adalah program pemerintah untuk menjamin hak pendidikan bagi yang membutuhkan, tidak boleh dihalangi, imbuhnya.

"Semua proses harus melalui dan mengacu pada Juknis SPMB Tahun 2026 Kota Palembang dan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Jika itu dilaksanakan sesuai dengan yang kami jelaskan maka tidak akan ditemukan dugaan SPMB yang terindikasi adanya ketidaksesuaian," ungkap Aan Pirang 

Dalam pernyataan sikapnya PSR meminta kepada Panitia SPMB dan pihak sekolah terkait :
 
1. Melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh terhadap seluruh berkas dan data calon siswa yang ditolak.

2. Memberikan penjelasan tertulis dan jelas mengenai dasar hukum serta alasan penolakan setiap calon siswa.

3. Menjalankan seleksi secara adil, objektif, dan terbuka tanpa diskriminasi.

4. Menerima siswa yang telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan resmi yang berlaku.

"Ini untuk keadilan dan demi masa depan siswa-siswi serta dunia pendidikan di Kota Palembang yang kita cintai," tambah Aan Pirang.

Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan sesuai aturan yang berlaku. Jika tidak ada tanggapan atau penyelesaian yang memuaskan, kami berhak meneruskan upaya ini ke instansi berwenang, yaitu Inspektorat Kota Palembang dan Provinsi Sumsel hingga Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan demi menjamin hak pendidikan yang setara bagi setiap anak, kata Aan Pirang.

"PSR secara kelembagaan juga berharap kepada Walikota Palembang, Bapak Ratu Dewa sekiranya mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan dan melakukan Monitoring Evaluasi atau MONEV terhadap Instasi terkait agar proses dan jalannya SPMB ini berkeadilan bagi seluruh siswa-siswi di SMPN Kota Palembang," tutupnya. (CH/Affan) 
Share:

GAPSS Akan Unjuk Rasa di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Minta Tindak Tegas PKS Yang Turunkan Harga TBS Kelapa Sawit

Palembang _ Gerakan Anak Petani Sawit Sumatera Selatan (GAPSS) akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Perkebunan Sumatera Selatan (Disbun Sumsel).
Anugra Dwi Putra selaku koordinator aksi yang tergabung dalam GAPSS mengatakan, aksi unjuk rasa akan digelar pada hari Rabu (24/06/2026). 

Melalui aksi unjuk rasa Anugra menilai, sejak Pemerintah mengumumkan rencana penataan tata kelola ekspor komoditas strategis, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani langsung mengalami penurunan yang sangat signifikan, pastinya berdampak juga di Provinsi Sumatera Selatan.

Penurunan harga TBS kelapa sawit mencapai Rp.400,-hingga Rp.800,-/kilogram, seperti yang terjadi di PT. Sawit Nusantara Indonesia (SNI) yang beroperasi di Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, PT. Karya Inti Tani (KIT) yang beroperasi di Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKI, PT. Berkat Sawit Mandiri (BSM) yang beroperasi di Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim dan PT. Cahaya Cemerlang Lestari (CCL) Kabupaten Muba serta masih banyak lagi pabrik-pabrik kelapa sawit yang melakukan penurunan harga pada pertengahan Bulan Mei dan Juni 2026.

Lanjut Anugra menjelaskan, penurunan harga TBS kelapa sawit tersebut tidak bisa dijadikan alasan kekhawatiran bagi pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terkait ketidak pastian regulasi. 

Hal ini dikarenakan, Permentan No.13 tahun 2024 tentang pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra masih berlaku, serta diatur dengan tegas melalui Peraturan Gubernur (Pergub) berdasakan hasil tim penetapan harga yang ada di Dinas Perkebunan Provinsi.

Ia juga menegaskan, penurunan harga yang dilakukan oleh PKS di Sumatera Selatan adalah merupakan kelalaian Pemerintah Provinsi yaitu Dinas Perkebunan dalam melakukan pengawasan terhadap PKS, sehingga berdampak kepada petani sawit.

“Kami minta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perkebunan (DISBUN) memberikan sanksi bagi PKS yang melakukan penurunan harga tanpa mengacu dengan ketetapan harga yang di buat oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, serta menyampaikan Laporan dari PKS terkait usulan Indek *K*, harga pembelian TBS kelapa sawit, volume TBS yang di olah, produksi CPO dan PK serta kapasitas pabrik, apabila hal ini tidak disampaikan oleh Dinas Perkebunan Sumatera Selatan maka pemain lama akan terus mengulang dan akan berdampak terhadap kerugian petani," tegas Anugra, Minggu (21/06/2026). 
 
GAPSS muncul berdasarkan keresahan yang dialami secara langsung, bukan berangkat dari kelompok yang besar apa lagi dengan jejaring yang luas, melainkan dengan harapan adanya kesejahteraan di kehidupan petani yang berjuang untuk menata perekonomian menjadi lebih baik.

(CH)
Share:

Oknum Keuangan Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas Diduga Pungli Picu LSM MMK Aksi Damai ke Kejati Sumsel

Palembang _ LSM Masyarakat Miskin Kota (MMK) aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) berlokasi di Jalan Gub. H Bastari, Kecamatan Jakabaring. 
M. Arifin selaku Ketua sekaligus sebagai koordinator aksi dari MMK mengatakan, maksud kedatangannya ke Kejati Sumsel untuk menindaklanjuti terkait pencairan bertahap dana BKBK dari BPKAD Provinsi Sumsel ke Kabupaten Musi Rawas Sebesar 23.21%.

Hal itu terjadi di Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas yang seharusnya di bagikan dengan angka persentase yang sama kepada setiap Kegiatan yang bersumber dari dana BKBK sebesar 23.21%. Namun pada Kenyataannya, sebagian besar mendapat dana pencairan di angka 15%.

"Setiap kegiatan seharusnya mendapatkan dana sebesar 23.21%. Namun kenyataannya hanya 15%. Lalu kemana sisanya?," ujar M. Arifin yang biasa disapa Arifin Kalender tersebut, pada Senin (15/06/2026). 

Lanjut Arifin menegaskan, ada beberapa kontraktor mendapatkan pencairan dana lebih dari angka yang seharusnya didapat dengan pembagian yang proporsional dan persentase yang sama. 

Ia juga meyakini, adanya tindakan Afiliasi di antara Kontraktor-kontraktor "Orang Dalam" yang mendapatkan angka pencairan lebih
atau bahkan di lunasi 100% sehingga sangat merugikan pihak kontraktor lainnya. 

"Ini sangat tidak adil,! karena semua kontraktor mempunyai keperluan yang sama. Seharusnya jangan dibeda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya," tegasnya. 

"Beban kerja dan resiko yang diambil, seharusnya dipadupadankan dengan realisasi yang diperoleh," imbuhnya. 

Arifin juga mengungkapkan, patut diduga berdasarkan dari info-info yang beredar di Kabupaten Musi Rawas bahwa, Bupati Musi Rawas Ir. Hj. Ratna Machmud, M.M melalui Kepala Dinas PU BM Musi Rawas Alawiyah, ST, MM dan Kepala BPKAD Musi Rawas Yusni Syarkowi, SE., M.Si memerintahkan pencairan yang lebih dari seharusnya diperuntukkan kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dan mempunyai hubungan kedekatan dengan Bupati saja. 

Selain itu ditambah lagi dengan adanya dugaan aksi Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di bagian keuangan Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas apabila ingin segera melakukan pencairan wajib menyetorkan sejumlah uang kepada mereka. 

"Luar biasa rakusnya oknum di bagian keuangan Dinas PUBM, dengan menyebut untuk Kepala Dinas PUBM dan pihak BPKAD Kabupaten Musi Rawas, kontraktor wajib menyetorkan sejumlah uang jika mau pencairan," ungkap Arifin. 

Ia membeberkan, Kepala Dinas PUBM Musi Rawas
Alawiyah, ST, MM
maupun Sekretaris Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas sangat jarang berada di kantor. 
Justru di saat-saat pencairan dana, malah sibuk diluar kantor dengan alasan Dinas Luar (DL). 

Bisa jadi, hal ini di karenakan mereka sengaja menghindar dari pertanyaan mengenai besaran dana pencairan di masing-masing pekerjaan yang seharusnya punya hak yang sama yaitu di angka 23.21%. Akan tetapi semua tidak seperti yang diharapkan. 

"Mohon di tindak tegas oknum-oknum yang dengan sengaja merampas hak-hak yang seharusnya mereka terima sesuai dengan porsinya," ucapnya. 

Disaat situasi dan kondisi fiskal yang sedang tidak baik-baik saja beberapa okum tersebut malah mencari keuntungan dengan cara curang
memangkas hak orang lain yang seharusnya diterima dengan angka persentase yang sama dengan imbalan yang diterima dari perusahaan yang menerima pembayaran lebih tersebut. 

"Dimana lagi keadilan di negeri Indonesia tercinta ini kalau Kepala Daerah menganggap pemerintahan yang mereka pimpin seperti perusahaan mereka sendiri, membuat aturan sendiri dan menguntungkan mereka sendiri," pungkasnya.(CH)
Share:

Hendak Daftar My Pertamina Ternyata Barcode Sudah Dipakai Orang Lain

Palembang - M Arifin seorang warga Kota Palembang beralamat di Lorong Jaya Laksana, Kecamatan SU. I terpaksa membuat laporan dugaan tindak pidana kejahatan informasi dan transaksi elektronik ke SPKT Polda Sumsel. 
Hal ini tertuang dalam surat Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/905/VI/2026/SPKT/POLDA SUMSEL Tgl. 11 Juni 2026.

Menurut keterangan pelapor, waktu mendaftarkan identitas kendaraannya BG 1242 LR untuk mendapatkan barcode melalui aplikasi My Pertamina, ternyata barcode tersebut sudah digunakan oleh orang lain.

Pelapor menceritakan, selama ini kendaraannya selalu menggunakan BBM Non Subsidi jenis pertamax.

Namun, pada saat terjadinya kenaikan harga BBM pertamax belum lama ini, pelapor hendak beralih menggunakan BBM bersubsidi jenis pertalite yang diketahui, untuk mendapatkannya pelanggan harus menggunakan barcode melalui aplikasi My Pertamina. 

"Pada saat saya mendaftar melalui aplikasi My Pertamina semua berjalan lancar. Namun, aplikasi memerintahkan untuk mengupload BPKB asli sebagai bukti kalau mobil dengan nomor polisi BG 1242 LR memang benar milik saya" ujar pelapor, Kamis (11/06/2026). 

Setelah mengikuti petunjuk aplikasi My Pertamina pelapor masih tidak bisa juga mendapatkan barcode dan harus menunggu selama 14 hari. Karena merasa sangat dirugikan, akhirnya pelapor melaporkannya ke SPKT Polda Sumsel guna dapat di proses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya berharap Polda Sumsel dapat menindaklanjuti kasus ini, sebab saya yakin kejadian seperti ini pasti dialami juga oleh orang lain," pungkasnya.
(CH) 
Share:

Limbah Batubara Cemari Sungai Picu SCW Menggelar Aksi Damai di Kantor Inspektur Tambang Provinsi Sumsel

Palembang _ Massa Lembaga Sriwijaya Corruption Watch (SCW) datangi kantor Inspektur Tambang Sumatera Selatan, di Jalan Kolonel H. Barlian, Kecamatan Sukarame, Palembang.
Dibawah pengawalan ketat pihak kepolisian, ratusan massa sempat membuat jalan Kolonel H Berlian macet sehingga aksi damai di alihkan ke halaman kantor Inspektur Tambang Provinsi Sumsel. 

Kedatangan massa yang jumlahnya ratusan orang tersebut, menuntut Inspektur Tambang Sumatera Selatan agar menindak tegas PT Putra Muba Coal (PT PMC) dan PT Tigadaya Minergy (PT TM) yang bergerak dibidang pertambangan batubara di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) karena diduga dengan sengaja melakukan pencemaran lingkungan, yaitu membuang air limbah oprasional (stockpile dan disposal) secara langsung ke anak sungai.

Direktur Eksekutif SCW M Sanusi AH, SH. MH mengatakan, PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy pernah mendapatkan sanksi dan proper merah dari kementerian lingkungan hidup pada tahun 2024-2025.

Ia juga menyebut, seharusnya Gubernur Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan dan investigasi menyeluruh, serta memberi tindakan tegas atas persoalan dan pelanggaran yang mengakibatkan kerusakan hutan dan kawasan kebun serta mencemari lingkungan termasuk air sungai yang dilakukan oleh pengelola kedua perusahaan tambang tersebut.

"Kami minta kepada Inspektur Tambang Provinsi Sumsel untuk segera menutup dan mencabut izin operasional secara permanen terhadap PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy," tegas Sanusi, Senin (08/06/2026).

Mengakhiri aksi damainya Lembaga SCW menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya:

- Meminta kepada Inspektur Tambang Provinsi Sumsel untuk segera memanggil dan meriksa pimpinan PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy serta semua pihak yang terlibat.

- Meminta kepada Inspektur Tambang Provinsi Sumsel untuk memeriksa dan menginvestigasi setiap pelaku usaha pertambangan batubara di Kabupaten Muba.

- Mendesak Pimpinan PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operionalnya.

- Mendesak pertanggungjawaban PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy terhadap persoalan dugaan permasalahan dan penyimpangan pada Izin Usaha Pertambangan (IUP).

- Mendukung kinerja Inspektur Tambang Provinsi Sumsel dalam memberikan sanksi tegas terhadap pelaku usaha pertambangan PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy yang diduga tidak memperhatikan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, lingkungan yang sehat adalah hak setiap warga negara. 

"Jika tuntutan kami tidak ditindaklanjuti, maka SCW akan melanjutkan laporan dan melakukan aksi demontrasi di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) serta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia guna melakukan penegakkan hukum terkait dugaan persoalan pada PT Putra Muba Coal dan PT Tigadaya Minergy," pungkasnya. (CH)
Share:

HAMASS Minta Kejari Pagar Alam Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank Sumsel Babel

Palembang _ Himpunan Aktivisme Muda Sumatera Selatan (HAMASS) menggelar aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) berlokasi di Jalan Gub. H Bastari, Kecamatan Jakabaring, pada Jumat (05/06/2026). 
Rahmat Hidayat, SE selaku koordinator aksi mengatakan, HAMASS datang ke Kejati Sumsel membawa persoalan tentang Kasus korupsi disektor perbankan yang menjerat Bank Sumsel Babel.

Menurutnya, dugaan korupsi tersebut didominasi oleh skandal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. 

"Dugaan korupsi tersebut modus operandinya yaitu memanipulasi data kelayakan dan penyalahgunaan identitas nasabah," kata Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, HAMASS memberikan apresiasi kinerja Kejati Sumsel dan Kejaksaan yang ada di daerah atas keberhasilannya telah mengungkap berbagai kasus korupsi, baik korupsi penyaluran KUR maupun kredit macet di tubuh Bank Sumsel Babel.

Seperti baru-baru ini, pihak Kejari Pagaralam telah menaikan status kasus korupsi KUR Mikro di Bank Sumsel Babel Cabang Pagaralam ke tahap Penyidikan.

Namun berdasarkan temuan dari tim investigasi HAMASS dilapangan dan kajian data menurut hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel melalui LHP Kepatuhan atas operasional tahun 2024 sampai dengan Triwulan III tahun 2025, Auditor menemukan adanya dugaan penyimpangan yang mengarah pada praktik-praktik korupsi dengan kerugian negara jauh lebih besar.

Hal ini terjadi dilingkungan Bank Sumsel Babel Cabang Pagar Alam, yaitu kasus korupsi kredit macet yang diduga kuat merugikan Negara sebesar Rp.28,7 Miliar.

Lanjut kata Rahmat, ada juga kasus dugaan korupsi potensi kredit macet sebesar Rp.2 Miliar lebih dan kelebihan penerimaan di Kantor Cabang Martapura dan Kantor Capem Belitang atas subsidi KUR sebesar Rp.981,2 juta yang tidak tepat sasaran.

"Saat ini kasus dugaan korupsi di lingkungan Perbankan sangat mengkhawatirkan, maka dari itu, hari ini kami mendatangi Kejati Sumsel untuk memberikan dukungan memperkuat institusi kejaksaan guna memerangi para koruptor, khususnya di sektor perbankan yang sudah semakin merajalela merampok uang-uang rakyat dan negara," tegasnya. 

Mengakhiri orasinya, Rahmat Hidayat menyampaikan pernyataan sikap diantaranya:

1. Mendesak Kejati Sumsel dan Jajaran untuk memerintahkan Kejari Pagar Alam agar segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi KUR di Bank Sumsel Babel Cabang Pagar Alam Tahun 2024-2025.

2. Mendesak Kejati Sumsel untuk turut mengusut-tuntas dugaan korupsi terkait potensi kredit macet yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp.28,7 Miliar di Bank Sumsel Babel Cabang Pagar Alam tahun 2024-2025.

3. Mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas dugaan korupsi potensi kredit macet di Bank Sumsel Babel Capem Belitang, sebesar Rp.2 Miliar tahun 2024-2025.

4. Mendesak Kejati Sumsel untuk segera menetapkan tersangka mulai dari Pimpinan Kepala Cabang (Kacab), Wakil Kacab sampai kepada jajaran dibawah yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sehingga menyebabkan kerugian keuangan Negara di Bank Sumsel Babel Cabang Pagara Alam dan Cabang Pembantu Belitang.
(CH) 
Share:

Komisi II DPRD Kota Palembang Soroti Pengelolaan Parkir Dikomplek Rajawali

PALEMBANG - Komisi II DPRD Kota Palembang menyoroti polemik pengelolaan parkir di Komplek Rajawali. ‎Bahkan PT Kuala Permai selaku pengelola parkir di lokasi tersebut dihadirkan dalam rapat bersama di ruang Rapat Komisi II Palembang pada Selasa 2 Juni 2026.
‎Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Palembang, Ilyas Hasbullah didampingi Wakil Ketua Komisi II Yudi beserta para ‎Ketua Komisi II DPRD Palembang, Ilyas Hasbullah mengatakan pihaknya menginginkan usaha yang dijalankan oleh PT Kuala Permai dapat terus berkelanjutan tanpa adanya persoalan, saling berkepentingan, saling membutuhkan.
‎Menurutnya, polemik yang terjadi dalam pengelolaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
‎"Siapapun yang berusaha di Palembang harus mengikuti aturan-aturan, baik dari Pemkot maupun aturan yang di atasnya [berlaku]," tegasnya.
‎Dalam kesempatan itu, Komisi II DPRD Palembang, sempat mendengar bahwa terjadi pengrusakan hingga unjukrasa kala PT Kuala Permai menjalankan pengelolaan parkir.
‎Tak pelak, pihak DPRD Palembang menegaskan bila hal tersebut telah dilaporkan ke pada pihak berwajib untuk terus di-followup, bagaimana dengan perkembangannya. Jangan sampai tidak ada tindak lanjut dari persoalan.
‎Ilyas menambahkan, dalam rapat tadi pihaknya telah mendengar dari sejumlah pihak, di antaranya, Bapenda, DPMPTSP, PT Kuala Permai, Satpol-PP. Ia berujar pihak pengelola [PT Kuala Permai] harus menyelesaikan tunggakannya [utang-utang] terhadap Bapenda.
‎"Tentunya, Komisi II DPRD Palembang akan menggelar kembali rapat bersama, terutama persoalan pengelolaan yang dikelola pihak pengelola jangan sampai memberatkan bisnis di lokasi itu," tukasnya
‎Sementara, Kuasa Direktur PT Kuala Permai, Markus didampingi Dicky mengungkapkan kronologi lengkap pengelolaan parkir sejak akhir 2025 sekaligus menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan mengenai tunggakan pajak yang belakangan ramai diperbincangkan.
‎"Untuk itu, kami hadir di sini memenuhi panggilan rapat Komisi II DPRD Kota Palembang," ujarnya
‎Perwakilan manajemen menyatakan kehadiran mereka merupakan bentuk keterbukaan dan tikad baik kepada pemerintah daerah. “Kami hadir justru karena ingin persoalan ini dilihat
‎secara utuh. Selama ini informasi yang beredar baru dari satu sisi,” sebutnya.
‎Sebagai Pengelola, kami menegaskan bahwa kewajiban pajak parkir tetap berjalan sesuai skema yang
‎disepakati bersama Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kota Palembang, yang difasilitasi melalui mediasi bidang Perdata dan Tata Usaha Negara [Datun] Kejaksaan Negeri Palembang.
‎Skema tersebut menetapkan 75 persen dari omzet harian disetorkan ke kas daerah terdiri dari pajak berjalan dan cicilan tunggakan sementara 25 persen menjadi hak operasional pengelola.
‎Manajemen memaparkan bahwa pembayaran telah dilakukan untuk masa Desember 2025, Maret 2026, dan April 2026, dengan seluruh bukti setoran tersedia dan dapat diverifikasi
‎langsung oleh Bapenda.
‎Pengelola juga menjelaskan bahwa setoran masa Desember sempat ‎tertunda karena menunggu arahan resmi mengenai mekanisme penyetoran, yang telah diajukan melalui surat sejak 12 Januari 2026. 

“Kami tidak pernah menghindar dari kewajiban. Untuk masa April bahkan kami bayar tepat waktu, kurang dari satu bulan sesuai perjanjian. Kalau ada keterlambatan di masa Maret, itu murni karena dampak gangguan di lapangan yang menghancurkan arus kas kami,” jelasnya.
‎Soal legalitas maupun tuduhan, pihak Kuala Permai kembali menegaskan keabsahan operasional parkir yang dijalankan. Seluruh dokumen legalitas dan dasar pengelolaan telah dipaparkan
‎secara terbuka kepada para tenant dalam rapat sosialisasi resmi pada 10 Februari 2026.
‎Karena itu, menurut pengelola, tidak ada lagi dasar bagi pihak manapun untuk menyebut pemungutan tarif parkir sebagai pungutan liar.
‎“Legalitas kami sudah jelas dan sudah kami tunjukkan langsung kepada tenant sejak Februari. Pemungutan tarif parkir adalah sah dan merupakan kewenangan pengelola. Jadi tuduhan pungli itu sudah terjawab sejak lama,” paparnya.
‎Mengenai penetapan tarif, pihak pengelola juga menanggapi narasi yang menyebut tarif parkir di kawasan tersebut tidak masuk akal atau diberlakukan semena-mena. 

Menurut manajemen, tarif yang diterapkan ‎tidak lebih tinggi dibandingkan komplek dan kawasan komersial lain di sekitarnya bahkan sejumlah lokasi lain memberlakukan tarif yang lebih tinggi. Dengan demikian, pengelola
‎menilai tudingan tarif yang berlebihan tidak memiliki dasar.
‎“Silakan dibandingkan dengan kawasan sekitar. Tarif kami wajar dan setara, tidak ada yang dilebih-lebihkan. Justru kami menjalankan tarif resmi yang menjadi dasar setoran ke kas daerah,” ujarnya.
‎Tak sampai di situ, pengelola menyebut operasional parkir yang telah
‎memperoleh izin resmi justru berulang kali dilumpuhkan oleh gangguan dari pihak tertentu.
‎Setelah segel dibuka pada awal Desember 2025, operasional hanya sempat berjalan sepuluh hari sebelum dihentikan akibat penolakan disertai tekanan.
‎Kemudian, operasional kembali dibuka resmi pada 19 Februari 2026 setelah rapat sosialisasi, namun keesokan harinya, 20 Februari 2026, fasilitas parkir dirusak: plang diangkat paksa, kabel ‎sistem dan kamera pengawas dicabut, hingga seluruh sistem mati. Peristiwa ini telah dilaporkan ke kepolisian dan kini dalam proses hukum.
‎Akibat insiden tersebut, menurut pengelola, penerimaan pajak daerah dari sektor parkir di kawasan itu menjadi nihil sepanjang Januari dan Februari 2026. Seluruh biaya pemulihan mulai dari pengadaan palang baru hingga perbaikan sistem ditanggung sendiri oleh pengelola tanpa bantuan pihak manapun.
‎Sehingga, ujar pengelola, estimasi bahwa penghambatan dan pelanggaran tarif flat operasional telah berimbas pada potensi penerimaan daerah hilang cukup besar.
‎"Bila beroperasi normal, setoran diperkirakan dapat mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Dengan operasional yang terhenti sepanjang awal tahun, potensi setoran yang hilang ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta," urainya.
(CH) 
Share:

Menang di Pengadilan, Riza Fahlevi Dorong Reformasi PGRI Sumsel

Palembang – Pasca kemenangan hukum yang diraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) versi Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, Maka sengketa internal organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akhirnya menemui titik terang. 
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin lalu (4/5/2026) telah memutus perkara dengan nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT, yang dimenangkan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, sebagai pihak pembanding.

Di Provinsi Sumatera Selatan Ketua Umun PGRI Sumsel yang baru di tunjuk Drs. H. Riza Pahlevi, M.M. menilai hal ini bukan saja sekadar akhir dari sengketa organisasi yang berlangsung cukup panjang. Lebih dari itu, putusan tersebut menjadi titik awal bagi lahirnya konsolidasi, rekonsiliasi, dan transformasi organisasi demi memperkuat peran PGRI sebagai rumah besar para guru.

Riza Fahlevi, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kemenangan yang diperoleh harus dimaknai sebagai kemenangan seluruh guru, bukan kemenangan kelompok tertentu. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten/kota, cabang, dan ranting.

Menurut Riza, kepastian hukum yang telah diperoleh harus segera diikuti dengan penataan organisasi agar tidak lagi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota mengenai kepengurusan yang sah.

"Konsolidasi menjadi penting agar seluruh elemen organisasi kembali berada dalam satu garis perjuangan yang sama. PGRI harus bergerak bersama untuk menjalankan fungsi organisasi secara optimal," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Selain konsolidasi, Riza menilai semangat rekonsiliasi harus menjadi prioritas utama pasca-putusan hukum. Konflik internal yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu telah melahirkan perbedaan pandangan di tengah organisasi. Karena itu, pendekatan persaudaraan dan dialog dinilai jauh lebih penting dibanding memperpanjang polarisasi.

"PGRI harus membuka ruang silaturahim dan komunikasi yang sehat. Energi organisasi tidak boleh terus habis untuk konflik, tetapi harus diarahkan bagi kemajuan guru dan pendidikan," katanya.

Riza menegaskan, setelah persoalan internal terselesaikan, fokus organisasi harus kembali kepada kepentingan anggota. Berbagai persoalan yang dihadapi guru, mulai dari kesejahteraan, perlindungan hukum, peningkatan kompetensi hingga pengembangan karier, harus menjadi agenda utama organisasi ke depan.

Menurutnya, PGRI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi para pendidik, terutama di era perubahan pendidikan yang semakin dinamis.

Di sisi lain, kemenangan hukum tersebut juga harus menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi. PGRI Sumatera Selatan didorong untuk membangun sistem organisasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis sesuai dengan aturan organisasi maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kepercayaan anggota dan publik hanya dapat dibangun melalui tata kelola organisasi yang baik, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan guru," tegasnya.

Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Riza menilai masyarakat harus melihat bahwa organisasi kini fokus pada pengabdian dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, bukan lagi disibukkan oleh persoalan internal.

Karena itu, PGRI Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperjuangkan aspirasi guru dan meningkatkan mutu pendidikan.

Kolaborasi yang kuat, lanjut Riza, menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan sekaligus memastikan suara guru mendapatkan perhatian dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

"Kemenangan hukum harus diikuti oleh kemenangan moral dan kemenangan organisasi. Persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada dunia pendidikan harus menjadi semangat utama seluruh insan PGRI," ungkapnya.

Riza berharap momentum ini menjadi babak baru bagi PGRI Sumatera Selatan untuk kembali tampil sebagai organisasi yang kokoh, berwibawa, dan mampu memperjuangkan kepentingan pendidikan secara berkelanjutan.

"Dengan persatuan yang kuat, PGRI akan kembali menjadi rumah besar para guru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan kemajuan pendidikan Indonesia," pungkasnya.
(CH) 
Share:

Belajar Ikhlas Berbagi Sesama Muslim, SDIT Tarbawi Palembang Bagikan Daging Qurban Untuk Guru, Murid Juga Warga Sekitar

Palembang _ Hari ke-2 Idhul Adha 1447 H, SDIT Tarbawi Palembang sembelih hewan qurban 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing. 
Penyembelihan berlangsung di halaman SDIT Tarbawi Palembang Jalan Musyawarah I, Kecamatan Sialang, Sako Baru, pada Kamis (28/05/2026).

Pendiri sekaligus sebagai pembina yayasan SDIT AT Tarbawi Palembang H Achmad Badaruddin, S.Ag.,SH melalui Ketua yayasan Erni Fransiska, S.Pd.I.,Gr mengatakan, sapi di beli menggunakan anggaran Yayasan AT Tarbawi sendiri, sedangkan 3 ekor kambing bantuan dari wali murid.

Adapun daging qurban nanti di bagikan kepada guru-guru Tarbawi, para murid dan warga sekitar yang kesemuanya berjumlah sekitar 130 kupon.

"Kegiatan bagi daging qurban ini setiap tahun dilakukan, dan ini adalah bentuk keikhlasan kita sekaligus untuk mengajarkan kepada murid cara berbagi dengan sesama muslim," ujarnya.

Disinggung terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026-2027, SDIT Tarbawi Palembang sudah menyiapkan 2 ruang kelas dengan jumlah 23 murid dan 2 guru sesuai dengan kapasitas kelasnya.

"Alhamdulillah untuk SPMB tahun ini kita menyiapkan 2 ruang kelas dan semuanya sudah penuh terisi 23 murid di setiap kelasnya," pungkas Erni akhiri pembicaraan.

(CH) 
Share:

SWI Sumsel Dukung Penuh Langkah Polda Berantas Scam Digital

PALEMBANG - Upaya menekan angka kejahatan siber di Sumatera Selatan kini memasuki babak baru. Polda Sumsel secara resmi menginisiasi "Gerakan Sumsel Anti-Scam", sebuah langkah strategis yang melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 
Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Sumsel menyatakan dukungan penuh dan siap mengambil peran sebagai mitra strategis dalam edukasi masyarakat.

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan silaturahmi antara Kasubdit V Kamsus Ditintelkam Polda Sumsel, Kompol Andi Kusuma Jaya, S.S.T., M.H., M.Mar., dengan jajaran pengurus SWI Sumsel yang dipimpin langsung oleh Ketua SWI, Hariyono, di Palembang, Senin (25/5/2026).

Strategi Melawan Kejahatan Digital

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Andi Kusuma Jaya menekankan bahwa inisiatif ini merupakan respons konkret atas eskalasi kejahatan keuangan digital yang kian meresahkan. 

"Gerakan Sumsel Anti-Scam dicanangkan untuk memberikan pemahaman dan literasi mendalam bagi masyarakat mengenai bahaya scamming. Ini adalah langkah preventif kami untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber di wilayah Bumi Sriwijaya," tegasnya.

Polda Sumsel menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan peran aktif masyarakat yang cerdas secara digital agar tidak mudah terjerat modus penipuan yang kian canggih.

Peran Pers sebagai Pilar Literasi

Menanggapi inisiatif tersebut, Ketua SWI Sumsel, Hariyono, menyatakan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk memutus mata rantai penipuan digital. Ia menegaskan bahwa SWI akan mengawal program ini melalui penyajian informasi yang edukatif dan faktual.

"Kami siap bersinergi dan mengawal program Bapak Kapolda dan OJK. Melalui pemberitaan yang edukatif, kami berkomitmen meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak lagi menjadi korban," ujar Hariyono.

Senada dengan sang ketua, Bendahara SWI Sumsel, Suherman, menambahkan bahwa dukungan SWI tidak sebatas pada narasi media. Pihaknya siap terjun langsung ke lapangan untuk memastikan edukasi mengenai keamanan transaksi digital tersampaikan hingga ke lapisan masyarakat bawah.

"Kami di SWI siap mendukung penuh gerakan ini. Edukasi harus menyentuh hingga ke akar rumput. Kami berkomitmen untuk ikut serta dalam aksi literasi digital bersama Polda Sumsel dan OJK agar masyarakat benar-benar paham modus-modus penipuan yang ada saat ini," ujar Suherman.

Membangun Ekosistem Digital yang Aman

Kolaborasi tiga pilar penegakan hukum oleh Polda Sumsel, pengawasan oleh OJK, dan edukasi masif oleh media diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman di Sumatera Selatan. 

Dengan sinergi yang solid, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap keamanan transaksi keuangan digital akan meningkat pesat, sekaligus menutup celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

Sinergi antara aparat kepolisian dan insan pers ini menjadi potret positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di era transformasi digital saat ini.
(CH/Herman) 
Share:

Semangat Gotong Royong Masyarakat Kampung Sukosari Sambut Idul Adha

Palembang - Warga RT 15/RW 05 bersama masyarakat kampung Sukosari Kelurahan Talang kelapa Palembang menggelar kerja bakti di lingkungan Masjid Al Huda Kampung Sukosari, Minggu (24/5/2026), menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan kerja bakti dipusatkan di area parkir masjid dan lingkungan sekitar sebagai persiapan lokasi penyembelihan hewan kurban. Warga bersama masyarakat kampung Sukosari Palembang membersihkan saluran air yang tersumbat, rumput liar, serta jalan lingkungan.

Kegiatan yang bertajuk gotong royong sangat antusias diikuti masyarakat lingkungan RT 15 RW O5 kelurahan talang kelapa Palembang dengan penuh semangat masyarakat gotong royong dengan membawa alat kebersihan seperti mesin rumput, arit
 parang dan peralatan lainnya 

“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan kerja bakti bersama warga Kampung Sukosari Kelurahan talang kelapa dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan area kurban dilingkungan Masjid Al Huda,” ujar takmir masjid Al-Huda.H.Darul

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman menjelang pelaksanaan kurban. Dia juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan sesuai Perda Kota Palembang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengelolaan sampah yang dipertegas Peraturan Walikota (perwako) Palembang mengenai tata cara penerapannya

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik, nonorganik, dan residu perlu terus ditingkatkan agar lingkungan tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Sementara itu, Sesepuh Kampung Sukosari Palembang Hendra Saudi, mengatakan kegiatan gotong royong warga mulai menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti ini menjadi bentuk kolaborasi warga Kampung Sukosari Palembang untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia juga menyampaikan himbauan serta saran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sejumlah usulan pembangunan infrastruktur di antaranya peninggian Jalan Sukosari II yang telah dirintis masyarakat serta pengaspalan hingga tembus kejalan soekarno Hatta dan pembangunan saluran air di Jalan seputaran untuk mengatasi genangan air serta penerangan jalan ungkapnya 

Menanggapi hal tersebut, Ketua RT 15 RW 05 Nazirin mengatakan berharap pihak kelurahan , kecamatan akan menampung usulan warga dan meneruskannya kepada instansi terkait.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan dan memilah sampah supaya saluran air tetap berfungsi dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan terutama dikali ataupun perairan Kampung Sukosari,” pungkasnya.
(CH/rilis) 
Share:

Lulus Metode Ummi, 130 Siswa SDIT Tarbawi Palembang Diwisuda

Palembang _ Sebanyak 130 peserta didik Yayasan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AT-Tarbawi Palembang diwisuda. 
Acara wisuda berlangsung di Graha Ismawardani, Jalan Siaran No.99, Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang pada Sabtu, (23/05/2026). 

H. Achmad Badaruddin, S.Ag.,SH Pendiri sekaligus sebagai Pembina Yayasan AT-Tarbawi melalui Kepala SDIT Tarbawi Renny Susilawati, S.Pd.,M.Pd.,Gr kepada awak media menyampaikan bahwa, wisuda di tahun 2026 ini banyak perubahan dan kemajuan.

Ia juga menjelaskan, biasanya juz 29 dan 30, tapi tahun ini ada juz 1, ditambah lagi dengan adanya Tartil dan Turjuman sehingga membuat peserta wisuda semakin banyak yaitu 130 anak putra dan putri.

Hal senada diperkuat oleh Ketua yayasan Erni Fransiska, S.Pd.I.,Gr.
Ia menjelaskan, sebelum mengikuti acara wisuda, pihaknya terlebih dahulu mengadakan 4 (empat) kali ujian dengan tim penguji semuanya guru Tarbawi. Setelah anak-anak dinyatakan lulus, selanjutnya di uji oleh Ummi Palembang.

"Dengan metode Ummi ini kita diberi kemudahan dan menyenangkan, jadi untuk menghadapi 4 kali ujian, anak-anak setiap harinya selalu belajar," pungkas Erni. 

Adapun peserta terbaik wisuda 2026 untuk Tartil diraih oleh Daffa mufazzal Kamran, terbaik Turjuman diraih oleh R.A. Fakhira Shakilla, terbaik Juz 1 diraih oleh M. Achazia Fathan Kalani, terbaik Juz 29 diraih oleh Syakirah Azmi dan terakhir terbaik Juz 30 diraih oleh Raffa Al Gahazali.

Dalam acara tersebut, turut hadir beberapa tamu kehormatan diantaranya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan
Dr. Drs. H. Sunarto, M.Si, Kabag Kesra Sodikin, S.E.,M.Si dan Pengawas Dinas Dendidikan Kota Palembang Arsi Astini, S.Pd.

Sedikit penjelasan, Metode Ummi Palembang adalah sistem pembelajaran Al-Qur'an yang menitikberatkan pada pendekatan membaca secara tartil sesuai kaidah ilmu tajwid, dipadukan dengan manajemen mutu yang sistematis dan menyenangkan. Pendekatan ini juga fokus membangun kedekatan emosional (hati) antara guru dan santri.

(CH)
Share:

Geri Raditya Suparudin Resmi Menjabat Ketua Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan

Palembang _ Pengurus Baru Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melantik pengurus Provinsi Squash Indonesia Sumatera Selatan yang di gelar di Venue Squash Jakabaring Sport City Palembang, pada Jumat (22/5/2026).
Dalam pelantikan pengurus Provinsi Squash Indonesia Sumatera Selatan, Ketua Umum Squash Sumatera Selatan, Geri Raditya Suparudin, mengatakan, Ya, ini kan pengurus baru, jadi ya tentunya harapan baru juga. Jadi semoga cabor squash ini ke depan bisa memberikan prestasi untuk Sumatera Selatan tentunya. Sekaligus selain pelantikan, kita langsung
menunjukkan kinerja dengan membuat kejurprov. Kejurprovinsi piala Gubernur Sumatera Selatan, kurang lebih 50 orang beserta atletnya," ujar Geri.

Nah, nanti hasil dari sini di bulan Juli nanti ada Kejurnas, Kejurnas itu nanti yang kita seleksi dari sekarang seperti itu," terangnya.

Geri menambahkan, Untuk program ke depan yang harus kita kejar itu adalah
bagaimana atlet Squash ini bisa sekolah di SONS (Sekolah Olahraga Nasional Sriwijaya). Jadi, bisa masuk situ, jadi mereka bisa pelatihan secara rutin optimal, dapat penginapan, jadi dapat program rutin sehingga bisa ke kancah nasional," imbuhnya.

Terakhir Geri juga menyampaikan, untuk pelantikan pengurus Provinsi Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang di lantik pada hari ini Sekitar kurang lebih 35 orang," pungkasnya.
(Sandi SN) 
Share:

Achmad Nurcholis Tegaskan PAN Banyuasin Partai Terbuka bagi Semua Golongan dan Agama


Achmad Nurcholis Tegaskan PAN Banyuasin Partai Terbuka bagi Semua Golongan dan Agama

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Banyuasin, H. Achmad Nurcholis, S.Sos.I., menegaskan bahwa PAN merupakan partai politik yang terbuka dan siap menerima seluruh elemen masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras, maupun latar belakang etnis. Selasa(19/05/2025) 

Pernyataan tersebut disampaikan Achmad Nurcholis dalam kegiatan konsolidasi partai yang turut dihadiri pengurus Barisan Muda (BM) PAN dan Perempuan Amanat Nasional (PUAN) dari Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin.

Menurut Achmad Nurcholis, nilai pluralisme dan kemajemukan menjadi fondasi penting dalam membangun PAN sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat Banyuasin.

“PAN adalah partai yang terbuka, mampu diterima oleh semua golongan dan semua agama. PAN Banyuasin membuka diri kepada siapa pun yang ingin bersama-sama berjuang demi kemajuan daerah, dengan mengedepankan persatuan dan menghilangkan sekat-sekat etnisitas,” ujar Achmad Nurcholis.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada di Banyuasin harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan antarwarga.

“Kita siap mengajak seluruh golongan untuk bergabung di PAN. Dengan semangat persatuan, kita dapat menyatukan berbagai latar belakang menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat Banyuasin,” tambahnya.

Tokoh Muda dan Perempuan Bali Bergabung dengan PAN

Masuknya tokoh pemuda dan perempuan dari komunitas Bali di Kecamatan Air Kumbang menjadi bukti nyata bahwa PAN diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.

Ketua BM PAN Kecamatan Air Kumbang, I Made Veda Narayan V, menyampaikan komitmennya untuk turut membesarkan PAN di wilayahnya dengan merangkul generasi muda lintas budaya.

Sementara itu, Ketua PUAN Kecamatan Air Kumbang, Made Sumiati Astiri, S.Pd., M.Pd., menyatakan kesiapan untuk menggerakkan kaum perempuan agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan politik demi kemajuan Banyuasin.

Apresiasi dari Tokoh Adat Bali

Ketua Adat Bali Kecamatan Air Kumbang, Redi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada H. Achmad Nurcholis atas perhatian dan dukungannya terhadap kelompok minoritas di Banyuasin.

Ia menilai sikap terbuka yang ditunjukkan PAN Banyuasin telah memberikan ruang yang setara bagi seluruh golongan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Achmad Nurcholis yang telah membantu dan memberikan kesempatan kepada kaum minoritas untuk ikut berperan dan berkontribusi bagi masyarakat Banyuasin,” ujar Redi.

Dengan semangat inklusif dan keterbukaan, PAN Banyuasin di bawah kepemimpinan H. Achmad Nurcholis terus memperkuat posisinya sebagai partai yang merangkul seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang budaya.

(red)

Share:

DPD PAN Banyuasin Konsolidasi Bersama BM PAN dan PUAN, Targetkan Relawan Hingga Tingkat TPS

DPD PAN Banyuasin Konsolidasi Bersama BM PAN dan PUAN, Targetkan Relawan Hingga Tingkat TPS

ReformasiRI.com, Banyuasin – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Banyuasin menggelar konsolidasi internal bersama organisasi sayap partai, yakni Barisan Muda (BM) PAN dan PUAN Banyuasin, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan struktur partai serta persiapan menghadapi agenda politik ke depan.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe di Jalan Jenderal Sudirman tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD PAN Banyuasin, Achmad Nurcholis, didampingi Wakil Sekretaris Abdullah Hudedi, Bendahara Atik Maryati, Ketua BM PAN Banyuasin Ari Anggara, serta Ketua PUAN Banyuasin Ambarwati. Hadir pula jajaran pengurus BM PAN dan PUAN dari 21 kecamatan se-Kabupaten Banyuasin.

Dalam arahannya, Achmad Nurcholis menekankan bahwa tantangan politik ke depan memerlukan kekompakan dan kerja terorganisir dari seluruh kader partai, terutama generasi muda yang tergabung dalam BM PAN dan PUAN.

“Tantangan kita ke depan tidak ringan. Namun saya yakin tidak ada hambatan yang terlalu besar jika kita bergerak dalam satu irama, tetap solid, dan berada dalam satu komando,” ujar Nurcholis.

Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat struktur PAN secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, pembentukan relawan di setiap TPS merupakan langkah penting untuk memperbesar basis dukungan partai di tengah masyarakat.

“Mulai hari ini mari kita bangun kembali kekuatan PAN dari tingkat kabupaten sampai desa, sekaligus merekrut relawan hingga ke tingkat TPS. Ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan,” tegasnya.

Nurcholis juga mengingatkan kader terhadap capaian PAN Banyuasin pada periode sebelumnya yang pernah berhasil meraih enam kursi di DPRD Banyuasin dan satu kursi di DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk mengembalikan kejayaan PAN di Bumi Sedulang Setudung.

“PAN Banyuasin pernah memiliki enam kursi di DPRD Banyuasin dan satu kursi di DPRD Sumsel. Itu membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kebersamaan, tidak ada yang mustahil untuk kita raih kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Ari Anggara dan Ambarwati menyatakan kesiapan BM PAN dan PUAN untuk menjadi motor penggerak kaderisasi, khususnya dalam menjangkau kalangan milenial dan generasi Z.

Keduanya optimistis bahwa dengan penguatan organisasi sayap partai, konsolidasi yang berkesinambungan, serta pembentukan relawan hingga tingkat TPS, PAN Banyuasin akan kembali tampil sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan dan mampu meraih posisi strategis di DPRD Banyuasin pada masa mendatang.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat. Para kader tampak antusias mengikuti arahan pimpinan partai serta berdiskusi mengenai strategi penguatan organisasi hingga ke akar rumput.

(red)
Share:

SIRA dan PST Minta Kejati Sumsel Segera Tetapkan Direktur PT Danadipa dan Anggota DPRD Muara Enim Inisial HM Sebagai Tersangka

Palembang _ Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi Ataran Air Lemutu di Kabupaten Muara Enim memicu Lembaga Suara informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) dan Pemerhati Situasi Terkini (PST) kembali melakukan unjuk rasa yang ke-5 kalinya di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Palembang.
Kali ini, SIRA dan PST dalam aksinya merangsek masuk ke halaman Kantor Kejati Sumsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi berkaitan dengan gratifikasi yang berujung penangkapan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada oknum anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Partai Golkar inisial (KT) dan anaknya (RA). 

Seperti di ketahui pihak pemberi gratifikasi atau suap yakni Direktur PT. Danadipa Cipta Kontruksi belum juga di tetapkan sebagai tersangka. 

Padahal, dalam UU Tipikor (UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001) sudah sangat jelas, menerangkan bahwa pemberi dan penerima suap sama-sama dipidana, serta pada Pasal 5 dan 12 juga mengatur ancaman penjara, di mana pemberi suap dijerat karena menyuap dan penerima dijerat karena menerima.

"Hingga sekarang pihak Kejati Sumsel belum juga menetapkan tersangka saudara (HM) Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Fraksi Partai Golkar yang merupakan adik kandung Bupati Muara Enim," ujar Rahmat Sandi Iqbal, SH Direktur Eksekutif Lembaga SIRA, pada Rabu (13/05/2026). 

Sandi menjelaskan, dari keterangan tersangka (RA) melalui BAP lanjutan Penyidik Kejati Sumsel pada Selasa, 24/02/2026, ada peran penting inisial (HM) yang menyuruh atau memerintahkan tersangka (RA) untuk mengarahkan kemana saja uang hasil gratifikasi sebesar Rp.1,6 Miliar dan disitu juga ada dugaan aliran dana mengalir ke (HM).

Adapun dalam unjuk rasa tersebut SIRA dan PST menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya:

1. Mendesak Kejati Sumsel segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung senilai Rp. 7.162.400.000,00 yang dikerjakan oleh PT. Danadipa Cipta Kontruksi. 

2. Segera tetapkan saudara (HM) anggota DPRD Muara Enim Fraksi Partai Golkar sebagai tersangka karena diduga turut serta dalam pusaran korupsi proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

3. Meminta Kejati Sumsel untuk mendalami peran (HM) dalam kasus tersebut dan menelusuri dugaan aliran dana yg mengalir ke HM senilai 400 Juta Rupiah (menurut keterangan BAP lanjutan tersangka (RA) pada hari Selasa, 24 Februari 2026).

4. Segera tetapkan tersangka Direktur PT. Danadipa Cipta Kontruksi yang diduga sebagai otak pelaku pemberi Fee Proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung dan berkaitan dengan gratifikasi yang menjerat anggota DPRD Muara Enimn inisial (KT) dan anaknya (RA). 

Ditempat serupa, Kejati Sumsel melalui Kasi Sidik Bidang Pidsus MHD Pajrin, SH. MH menanggapi, dengan mengumpulkan minimal 2 alat bukti, pihaknya sudah mengagendakan rencana pemanggilan saudara (HM).

"Kita sudah mengagendakan untuk memanggil saudara HM dan kalau Dirut PT Danadipa itu sudah beberapa kali kita panggil untuk di periksa, sampai sekarang kita masih menunggu hasilnya," pungkas Pajrin tutup pembicaraan.
(CH) 
Share:

H. Achmad Nurcholis Optimistis Sayap Partai PAN Perkuat Kerja Politik hingga Tingkat RT di Banyuasin


H. Achmad Nurcholis Optimistis Sayap Partai PAN Perkuat Kerja Politik hingga Tingkat RT di Banyuasin

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Banyuasin, H. Achmad Nurcholis, S.Sos., menegaskan bahwa terbentuknya organisasi sayap partai diharapkan mampu memperkuat konsolidasi politik PAN sekaligus meningkatkan peran partai dalam membantu masyarakat di Kabupaten Banyuasin. Senin (11/05/2026) 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan konsolidasi partai yang dihadiri jajaran pengurus DPD PAN Banyuasin, Barisan Muda (BM) PAN Banyuasin, Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Banyuasin, serta pengurus PAN Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Achmad Nurcholis, kehadiran organisasi sayap partai merupakan bagian penting dari strategi PAN untuk memperluas basis dukungan hingga ke tingkat paling bawah.

“Dengan terbentuknya sayap partai PAN, kami berharap dapat bersinergi dengan DPD PAN Banyuasin dalam melaksanakan kerja-kerja politik untuk membantu rakyat Banyuasin. Kami juga berharap BM PAN Banyuasin dan PUAN Banyuasin segera melakukan konsolidasi guna memperkuat kepengurusan sampai ke tingkat RT di seluruh wilayah Banyuasin,” ujar Achmad Nurcholis.

BM PAN Fokus Garap Generasi Z dan Milenial

Ketua BM PAN Banyuasin, Ari Anggara, menyampaikan bahwa organisasinya akan memusatkan perhatian pada pembinaan generasi muda, khususnya kalangan Gen Z dan milenial yang dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

“Pada Pemilu 2031 nanti, BM PAN akan fokus kepada kaum Gen Z dan milenial. Mereka adalah aset dan pemilih pemula yang sangat penting. Kami akan memprioritaskan kaderisasi kaum muda agar kelak mereka menjadi penerus bangsa,” tegas Ari Anggara.

Ambarwati Pimpin PUAN Banyuasin

Sementara itu, Ambarwati, S.Sos., M.Si., dipercaya memimpin PUAN Banyuasin. Sosok Ambarwati dikenal memiliki pengalaman akademik dan organisasi yang cukup mumpuni.

Ia merupakan alumni Program Sarjana dan Magister Universitas Sriwijaya, dikenal sebagai salah satu srikandi terbaik dari Kecamatan Rambutan, dan pernah bertugas di bidang administrasi kependudukan di kawasan OPI Mall. Selain itu, Ambarwati juga pernah menjabat sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rambutan serta aktif sebagai konsultan pemenangan partai politik.

Dalam perannya sebagai Ketua PUAN Banyuasin, Ambarwati menegaskan komitmennya untuk fokus memberdayakan kaum perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, agar lebih aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan politik.

“PUAN Banyuasin akan fokus merangkul ibu-ibu dan kaum perempuan agar mereka semakin berdaya dan turut berperan dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

Arahan Strategis dari PAN Sumsel

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Provinsi Sumatera Selatan, Ir. H. Suharli M. Yamin, M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya kerja terstruktur, konsolidasi berjenjang, dan soliditas seluruh kader.

Ia menyatakan bahwa kekuatan PAN pada Pemilu mendatang sangat bergantung pada kesiapan organisasi, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan kader untuk menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan rakyat.

Dengan terbentuknya BM PAN Banyuasin dan PUAN Banyuasin, DPD PAN Banyuasin optimistis dapat memperluas jaringan organisasi hingga tingkat RT, memperkuat basis dukungan, serta meningkatkan kontribusi partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuasin.

(red)
Share:

Peran Dinas Koperasi dan UMKM dalam Penguatan Keuangan Pelaku Usaha

Peran Dinas Koperasi dan UMKM dalam Penguatan Keuangan Pelaku Usaha

ReformasiRI, OPINI - Dinas Koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. 
Di tengah persaingan ekonomi yang semakin berkembang, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan produksi dan pemasaran, tetapi juga pengelolaan keuangan yang baik agar usaha dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan akses permodalan dan rendahnya literasi keuangan. Banyak pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara tertib, sehingga sulit mengetahui kondisi usaha yang sebenarnya. Dalam hal ini, Dinas Koperasi dan UMKM berperan penting melalui program pembinaan, pelatihan manajemen keuangan, serta pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan secara lebih efektif dan profesional.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM juga menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun program bantuan pemerintah. Kemudahan akses pembiayaan sangat membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitas usaha, menambah produksi, hingga memperluas pemasaran. Dengan dukungan tersebut, UMKM dapat menjadi sektor ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Tidak hanya berfokus pada bantuan modal, penguatan keuangan UMKM juga perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital, seperti penggunaan pembayaran non tunai dan aplikasi pencatatan keuangan. Langkah ini penting agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan efisiensi usaha mereka.

Menurut saya, keberhasilan program Dinas Koperasi dan UMKM tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana pelaku usaha mampu mandiri dalam mengelola keuangannya. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kebijakan yang tepat sasaran, UMKM dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.


Penulis : DODY IMANULLAH, S.E.
Mahasiswa Magister Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Universitas Tridinanti Palembang
Publikasi Senin, 11 Mei 2026
Share:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berdasarkan Perencanaan Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berdasarkan Perencanaan Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

ReformasiRI, OPINI - Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan pilar penting dalam perencanaan pembangunan nasional, khususnya dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045 — suatu cita‑cita besar bangsa untuk menjadi negara maju, makmur, dan berpengaruh pada perayaan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. 
Visi ini tidak sekadar slogan, tetapi merupakan kerangka strategis jangka panjang yang telah dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025‑2045 dan didukung oleh dokumen perencanaan operasional seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025‑2029 serta peta jalan pembangunan yang konkret.

Perencanaan ini menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dalam RPJPN, tujuan besar transformasi ekonomi mencakup menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi (high‑income country) dan poros maritim dunia dengan daya saing yang kuat. Transformasi ini direncanakan melalui empat tahap pembangunan antara 2025 hingga 2045, dimulai dari penguatan pondasi ekonomi dan sosial, percepatan produktivitas, perluasan pusat‑pusat pertumbuhan baru, hingga pengembangan kapasitas ekonomi secara global.

Secara konkret, RPJMN 2025‑2029 menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius untuk periode awal, termasuk pencapaian tingkat pertumbuhan hingga sekitar 8 persen pada akhir periode 2029. Target ini diselaraskan dengan prioritas menurunkan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat produktivitas nasional. Tujuan tersebut juga dirancang untuk mengatasi masalah struktural, seperti middle‑income trap, di mana Indonesia telah terjebak dalam kategori negara berpendapatan menengah selama lebih dari dua dekade. Kebijakan seperti hilirisasi industri, penguatan human capital, dan pengembangan teknologi merupakan bagian dari jawaban atas tantangan tersebut.

Saya melihat arah perencanaan ini sebagai bukti komitmen jangka panjang pemerintah untuk menata ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh. Langkah‑langkah strategis yang tercantum dalam peta jalan Indonesia Emas 2045 mencerminkan pemahaman bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kuantitas angka GDP, tetapi juga oleh kualitas pembangunan yang mencakup pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan sumber daya manusia, dan kesiapan menghadapi globalisasi. Negara yang ingin menjadi berpendapatan tinggi pada 2045 harus mampu memadukan pertumbuhan dengan ketahanan sosial and lingkungan, serta mengurangi kesenjangan antar daerah dan kelompok sosial.

Namun demikian, visi besar ini juga menimbulkan sejumlah tantangan yang tidak sederhana. Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan perbaikan kualitas pendidikan masih membutuhkan investasi besar dalam jangka panjang. Demi memaksimalkan bonus demografi yang diprediksi akan mencapai puncaknya antara 2030 hingga 2040, Indonesia harus mempercepat peningkatan keterampilan (skills) generasi mudanya agar siap di era Industri 4.0. Tanpa SDM yang kompetitif, Indonesia berisiko kehilangan momentum demografisnya.

Kedua, meskipun target pertumbuhan tinggi secara resmi ditetapkan, realisasi di tingkat makro terkadang terpengaruh oleh dinamika global dan domestik. Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa pada awal 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,61 persen, mencapai kecepatan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun tetapi masih di bawah target pertumbuhan jangka panjang yang dibutuhkan untuk mencapai status ekonomi maju. Perlu dicatat bahwa target untuk 2027 ditetapkan antara 5,9% hingga 7,5%, bergantung pada peningkatan investasi dan produktivitas industri. Walaupun angka‑angka ini menunjukkan tren positif, masih terdapat tekanan eksternal seperti harga energi global dan tantangan inflasi yang dapat memengaruhi stabilitas pertumbuhan.

Menurut saya, penekanan dalam perencanaan pembangunan nasional seperti RPJPN dan RPJMN terhadap pertumbuhan ekonomi sejatinya telah tepat dengan menetapkan sasaran yang ambisius namun realistis. Pemerintah telah memasukkan unsur‑unsur penting seperti pengembangan SDM, industrialisasi, teknologi, dan penguatan infrastruktur yang semuanya diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, realisasi agenda ini menuntut kerja sama kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, akademia, dan masyarakat. Setiap target pertumbuhan yang tinggi akan sia‑sia jika tidak diikuti oleh reformasi struktural dalam pendidikan, aturan investasi yang lebih efisien, dan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha modern.

Selain itu, perlu ada perhatian serius terhadap ketimpangan pembangunan antar wilayah, terutama antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Ketimpangan ini bukan hanya persoalan tingkat pertumbuhan angka, tetapi juga soal kualitas kehidupan masyarakat di daerah tertinggal atau terpinggirkan. Visi Indonesia Emas 2045 harus benar‑benar inklusif dan berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh sebagian elit kota besar, tetapi juga oleh masyarakat desa dan kawasan terpencil.

Secara keseluruhan, saya optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki landasan yang kuat dalam perencanaan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Integrasi antara target pertumbuhan ekonomi jangka pendek seperti RPJMN dengan visi jangka panjang RPJPN menciptakan kerangka yang sistematis dan berkelanjutan. Asalkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tetap fokus pada implementasi kebijakan berbasis bukti, memperkuat akuntabilitas, dan responsif terhadap perubahan ekonomi global, Indonesia Emas 2045 bukan hanya sekadar visi, tetapi suatu realitas yang dapat dicapai. Namun tetap dibutuhkan kehati‑hatian dalam menyeimbangkan aspirasi pertumbuhan dengan aspek sosial, lingkungan, dan pemerataan, agar pertumbuhan ekonomi benar‑benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

PENULIS :
SAPRITA ADHYANI, S.E.
Mahasiswa Magister Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Universitas Tridinanti Palembang

Publikasi: Senin, 11 Mei 2026
Share:

H. Achmad Nurcholis Tegaskan PAN Banyuasin Siapkan Ribuan Relawan Hadapi Pemilu Mendatang

H. Achmad Nurcholis Tegaskan PAN Banyuasin Siapkan Ribuan Relawan Hadapi Pemilu Mendatang

ReformasiRI.com, Banyuasin – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Banyuasin menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I yang berlangsung di Taman Bintang Mini Zoo, Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (09/05/2056).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran PAN Banyuasin untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus menyusun strategi pemenangan menghadapi Pemilu mendatang.
Ketua DPD PAN Banyuasin, H. Achmad Nurcholis, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah memperkuat kepengurusan hingga tingkat pimpinan cabang dan ranting di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Fokus kita saat ini bukan hanya memperkuat pimpinan cabang, tetapi juga memperkuat kepengurusan hingga tingkat ranting. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan PAN semakin solid dan siap menghadapi Pemilu yang akan datang,” ujar Achmad Nurcholis.

Ia menjelaskan, PAN Banyuasin telah mulai mempersiapkan pembentukan relawan di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Banyuasin. Dengan jumlah sekitar 2.564 TPS, pihaknya menargetkan terbentuknya minimal satu relawan di setiap TPS.

“Dari sekarang kita sudah siapkan 2.564 relawan. Jika dikombinasikan dengan dukungan dari anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten, jumlah total relawan yang disiapkan diperkirakan mencapai hampir 9.000 orang di seluruh Banyuasin,” ungkapnya.

Menurutnya, kekuatan relawan tersebut akan menjadi modal strategis untuk memperkuat basis dukungan PAN sekaligus meningkatkan konsolidasi politik hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Achmad Nurcholis juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga semangat dan soliditas partai, meskipun dalam perjalanan organisasi menghadapi berbagai tantangan.

“Semoga setiap ujian yang kita hadapi membawa hikmah dan menjadi pelajaran berharga agar PAN dapat meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Provinsi Sumatera Selatan, Ir. H. Suharli M. Yamin, M.Si., memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta Rakerda terkait langkah-langkah pemenangan dan penguatan mesin partai.

Ia menekankan pentingnya kerja terstruktur, disiplin organisasi, dan sinergi seluruh kader agar PAN dapat meningkatkan perolehan suara serta memperbesar representasi politik di berbagai tingkatan.

Di kesempatan yang sama, Abdullah Hudedi (AP) merangkum arahan Ketua DPD PAN Banyuasin dan Ketua Bapilu PAN Sumsel. Ia menegaskan bahwa keberhasilan PAN pada Pemilu mendatang sangat ditentukan oleh kesiapan organisasi, kekompakan kader, serta kerja nyata yang dimulai dari sekarang.

Rakerda I PAN Banyuasin berlangsung dengan penuh semangat dan optimisme. Seluruh peserta yang hadir menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat struktur partai dan memastikan PAN semakin dekat dengan masyarakat Banyuasin.

Dengan konsolidasi yang semakin matang dan dukungan ribuan relawan, PAN Banyuasin di bawah kepemimpinan H. Achmad Nurcholis optimistis dapat meraih hasil yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

(red)
Share:

Subscriber

Berita Populer