Dir Intelkam Polda Sumsel Sambut Puluhan Wartawan di Acara Open House Lebaran 1447 H

Palembang _ Direktur Intelkam (Dirintelkam) Polda Sumsel menggelar acara open house bersama puluhan awak media di kediamannya, Jalan Rajawali, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT. II, Palembang. 
Open house digelar pada hari kedua Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, tepatnya Minggu (22/03/2026) Pukul 13.00 Wib hingga selesai.

Satu persatu awak media mulai berdatangan disambut langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H.

Seperti pada umumnya suasana lebaran, berbagai jamuan makanan dan minuman termasuk ciri khas lebaran yaitu kue lebaran tidak luput dalam hidangan. 

Tony menyampaikan, open house bersama awak media bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Karena menurutnya, peran media sangat di butuhkan dalam setiap kegiatan Polri khususnya di wilayah Polda Sumsel. 

"Disini kita semua tahu, keberhasilan tugas kepolisian tak lepas dari peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat. Karena menurut saya, media memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem demokrasi dan jangkauan sosial yang sangat luas," ujar Dir Intelkam Tony Budhy saat berbincang dengan para awak media.

(CH) 
Share:

Kapolres Banyuasin Bersama Bupati Pimpin Pengamanan Malam Takbiran, Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif

Kapolres Banyuasin Bersama Bupati Pimpin Pengamanan Malam Takbiran, Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif

ReformasiRI.com, Banyuasin – Kapolres Banyuasin bersama Bupati Banyuasin menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan turun langsung memantau situasi malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Banyuasin, Jum'at (20/03/2026) pukul 22:00 wib 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah, di antaranya Dandim 0430/Banyuasin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin.

Kapolres Banyuasin menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat guna memastikan seluruh rangkaian malam takbiran berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

“Kami bersama Bupati dan seluruh unsur terkait turun langsung untuk memastikan keamanan masyarakat. Ini adalah bentuk sinergi dan komitmen bersama agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Dalam pemantauan tersebut, rombongan meninjau pos pengamanan, memonitor arus lalu lintas, serta memastikan kesiapan personel di lapangan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan kendaraan.

Bupati Banyuasin juga mengapresiasi langkah cepat dan kesiapsiagaan Kapolres beserta jajaran yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah sangat penting. Alhamdulillah malam ini kita lihat kondisi di Banyuasin tetap aman dan terkendali,” ungkapnya.

Sementara itu, peran Dinas Perhubungan terlihat dalam pengaturan lalu lintas, BPBD dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, serta Dinas Kominfo dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Dengan keterlibatan seluruh unsur tersebut, pengamanan malam takbiran di Kabupaten Banyuasin berjalan dengan baik, mencerminkan kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, mengutamakan keselamatan, serta merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

(red)
Share:

Bupati Banyuasin Tinjau Pos Pengamanan Lebaran, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Bupati Banyuasin Tinjau Pos Pengamanan Lebaran, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

ReformasiRI.com, Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pos pengamanan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Banyuasin. Jum'at (20/03/2025) pukul 22:00 wib 

Didampingi Dandim Banyuasin dan Kapolres Banyuasin, Bupati meninjau pos keamanan mulai dari Kecamatan Banyuasin III, Suak Tape hingga Kecamatan Betung. Dari hasil pemantauan, situasi arus mudik dan pengamanan Lebaran terpantau berjalan aman, lancar, dan terkendali.

“Alhamdulillah kami didampingi Pak Dandim dan Pak Kapolres telah meninjau pos keamanan dari Banyuasin III hingga Betung. Semuanya berjalan lancar, aman, tidak ada kendala. Mudah-mudahan sampai H+7 arus lalu lintas di Kabupaten Banyuasin tetap berjalan lancar,” ujar Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan para petugas di lapangan, termasuk Kapolsek setempat, guna memastikan kesiapsiagaan pengamanan selama momentum Lebaran.

“Alhamdulillah setelah kami berdialog langsung dengan para petugas, semuanya berjalan dengan baik dan terkendali. Kita berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Banyuasin juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pada malam takbiran ini , agar tetap menjaga ketertiban dan persatuan.

“Pada malam hari ini kita melaksanakan takbir, baik di masjid maupun pawai di beberapa kecamatan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi dan kondisi, menjaga persatuan, serta tidak mengganggu ketertiban umum, sehingga Idul Fitri dapat kita rayakan dengan penuh sukacita, rasa syukur, dan kebahagiaan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan serta tidak berlebihan dalam merayakan hari kemenangan, sesuai dengan adat dan budaya masyarakat Banyuasin.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan harapannya agar arus mudik tahun ini berjalan lancar.

“Alhamdulillah kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin turut mendampingi Bupati dalam meninjau situasi perjalanan mudik. Semoga tahun ini semuanya berjalan lancar. Kami juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Banyuasin dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.

(red)
Share:

Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan mudik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng). Dalam pengecekan dan koordinasinya, Sigit memastikan Polri dan seluruh stakeholder terkait bakal memberikan pelayanan optimal untuk para masyarakat.
Dimana ini adalah titik, salah satu titik yang menjadi perhatian untuk pelayanan arus mudik, khususnya karena memang ini adalah titik di tempat masyarakat masuk ke wilayah Jawa Tengah pascaada kegiatan rekayasa. Dan tentunya ini menjadi salah satu pelayanan yang cukup sentral di wilayah Jawa Tengah, kata Sigit di Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026).

Sigit memaparkan, seluruh stakeholder telah melaporkan bahwa telah melakukan kesiapan optimal untuk melakukan pengamanan dan pelayanan di momentum arus mudik.

Menurut Sigit, hal yang difokuskan untuk dimaksimalkan kesiapannya adalah kebijakan soal rekayasa lalu lintas (lalin), mulai dari ganjil genap hingga One Way skala nasional. Terlebih, kata Sigit, Polda Jateng telah melakukan sejumlah inovasi demi mewujudkan mudik yang aman dan bahagia.

Termasuk juga terobosan-terobosan yang disiapkan seperti valet and ride, dan kemudian tadi ada satu terobosan baru dengan nama 'Si Polan' (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), ya. Yang tentunya ini menjadi pelengkap selain respons kita terkait dengan 110 yang menjadi salah satu nomor yang bisa dihubungi, ujar Sigit.

Sigit menegaskan, dengan dukungan dari berbagai macam persiapan yang diberikan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan layanan-layanan kepolisian.

Kemudian apabila ada permasalahan di jalan, maka layanan ini bisa digunakan untuk ditanyakan, termasuk juga hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat pengemudi atau masyarakat, pemudik yang berada di wilayah Jawa Tengah, ucap Sigit.

Dengan optimalisasi ini, Sigit menekankan, pihaknya bakal siap menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada H-3 Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi seluruh pemudik.

Dan sampai saat ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan juga bisa terus kita jaga untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti laka (kecelakaan) menonjol sampai saat ini bisa kita jaga. Dan tentunya harapan kita mendekati hari H, angka laka juga bisa kita jaga untuk bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh pihak dalam mengamankan serta melayani arus mudik hingga balik Lebaran 2026.

Saya titip pesan agar sinergisitas seluruh stakeholder yang ada dalam memberikan pelayanan mudik di tahun 2026 ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sebagaimana tagline kita: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Jadi ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat, tegas Sigit.

Kita harapkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan pelayanan terbaik di Operasi Ketupat ini dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang lainnya betul-betul bisa kita optimalkan, tambah Sigit mengakhiri.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik lebaran 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa sejumlah skema yang akan diterapkan antara lain sistem one way nasional, sistem ganjil genap, serta pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga.

 
Kepolisian juga membuka kemungkinan penerapan one way lokal di sejumlah jalur utama di Jawa Tengah, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, yang diperkirakan meningkat signifikan menjelang hari raya idul fitri.

Kepolisian juga menyiapkan tol fungsional di Exit Bawen, yang akan difungsikan sebagai jalur tambahan saat arus balik. Tol tersebut dijadwalkan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB”, kata Kombes Pol. Pratama Adhyasastra kepada wartawan, Rabu (18/3/26).

Menurut Alumni Akpol 91 ini Polda Jateng mengimbau masyarakat agar kedepan mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta memanfaatkan rest area dan pos pelayanan untuk beristirahat selama perjalanan.

Dengan kesiapan rekayasa lalu lintas serta dukungan berbagai pihak, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif”, pungkas mantan Dirlantas Polda Sumsel. 

(CH/Rilis) 
Share:

Sepertiga Malam Ramadhan, HDCI Palembang Tebar 5 Ton Beras

Palembang – Suara deru mesin motor besar yang memecah keheningan sepertiga malam di Kota Palembang biasanya identik dengan touring. Namun, Senin dini hari (16/3/26), suasana tersebut berubah menjadi momen penuh khidmat dan haru.
Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Pengcab Palembang kembali turun ke jalan melalui aksi "Sahur on the Road". Bukan untuk sekadar pamer kegagahan, melainkan membawa misi kemanusiaan yang nyata, menyalurkan 1.000 paket beras (total 5 ton) langsung ke tangan mereka yang paling membutuhkan.

Menyisir Sudut Kota Demi Ketepatan Sasaran

Dimulai dari titik kumpul di TAKI Cafe pada pukul 00.30 WIB, rombongan bergerak menyisir rute-rute utama mulai dari kawasan jalan M. Isa, Rajawali, Veteran, Kapten Arivai, hingga menyentuh nadi Kota di Jalan Sudirman dan Merdeka. 

Di bawah temaram lampu jalan, para bikers ini tak segan berhenti saat melihat pejuang nafkah malam, mulai dari driver ojek online (ojol), petugas parkir, petugas kebersihan, pengepul barang bekas, hingga pengayuh becak yang masih terjaga.

Ketua HDCI Pengcab Palembang, Bro Muhammad AR, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud jati diri organisasi yang sebenarnya.

"Kami ingin kehadiran HDCI di Palembang memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seribu karung beras ini adalah simbol bahwa di balik jaket kulit kami, ada keinginan kuat untuk berbagi kebahagiaan dan meringankan beban sesama, terutama di waktu sahur yang penuh berkah ini," tegas Bro Muhammad AR.
 
Soliditas di Atas Roda

Senada dengan itu, Sekretaris HDCI Palembang, Bro Tazir, yang mengawal langsung jalannya penyaluran, menyebutkan bahwa kunci sukses gerakan ini adalah koordinasi dan rasa kepedulian yang solid.

"Ini adalah bentuk soliditas kami: bergerak bersama, dari kita untuk rakyat. Kami berharap langkah kecil ini bisa memicu semangat berbagi bagi komunitas lain di Kota Palembang. Bahwa hobi bisa berjalan selaras dengan aksi sosial," ungkap Bro Tazir.

Tangis Haru di Pinggir Jalan

Kehadiran rombongan HDCI ini disambut antusiasme luar biasa dari warga. Salah satunya adalah Ridwan (51), seorang driver Ojek Online (Ojol) yang masih mencari penumpang di tengah malam.

"Gak nyangka aja Mas, malam-malam begini saya justru dapat bantuan beras dari komunitas Harley. Saya sangat berterima kasih buat HDCI Palembang, paket ini sangat berarti buat keluarga saya di rumah," ujar Ridwan dengan mata berkaca-kaca.

Apresiasi serupa datang dari seorang ibu pengepul barang bekas yang ditemui di pinggiran jalan Merdeka. Sambil memeluk erat karung berasnya, ia mengucap syukur yang mendalam.

"Ya Allah, benar-benar rejeki yang tidak disangka. Terima kasih banyak buat Bapak-bapak HDCI Palembang yang sudah peduli dengan rakyat kecil seperti kami," pungkasnya lirih.

Aksi yang berakhir menjelang waktu sahur ini ditutup dengan doa bersama di garis finish, menyisakan jejak kebaikan di sepanjang aspal Bumi Sriwijaya. HDCI Palembang membuktikan bahwa kepedulian tak butuh banyak kata, cukup dengan aksi nyata di waktu yang tepat. (CH/Suherman)
Share:

Perkuat Sinergi Pemerintahan, Gubernur Herman Deru Minta Alumni dan Praja IPDN Jaga Profesionalitas dan Etika Komunikasi

Palembang _ Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menekankan pentingnya peran strategis alumni dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai tulang punggung birokrasi. Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPP IKAPTK) Sumsel serta para Praja IPDN di Palembang, Minggu (15/3/2026).
Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa Praja IPDN merupakan anatomi penting dalam struktur pemerintahan sekaligus motor penggerak regenerasi kepamongprajaan.

"Banyak yang memuji pemberdayaan praja di Sumsel karena mereka memang kompeten. Saya menempatkan mereka di posisi strategis karena saya percaya pada kemampuan teknis mereka dalam mengelola pemerintahan," ujar Herman Deru.

Namun, Gubernur juga memberikan catatan penting terkait pengembangan diri. Menurutnya, kompetensi akademik dan teknis harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni.

"Saya ingatkan, posisi strategis bukan hanya soal nasib, tapi juga soal komunikasi. Terkadang ada yang mampu secara kerja tapi lemah di komunikasi. Perbaiki cara berkomunikasi agar kinerja semakin optimal dan amanah yang diemban dapat tersampaikan dengan baik," tambahnya.

Selain soal komunikasi, Herman Deru juga berpesan agar seluruh alumni yang tergabung dalam IKAPTK tetap menjaga netralitas dan profesionalitas, terutama menjelang tahun politik. Ia meminta para pamong praja untuk tetap fokus pada pelayanan publik dan tidak terjebak dalam politik praktis.

Sementara itu, Ketua DPP IKAPTK Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP., MM, menyatakan kesiapan seluruh purna praja dan praja asal Sumsel untuk terus mendukung program strategis Pemprov Sumsel.

Acara ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 10 panti asuhan di Kota Palembang sebagai bentuk kepedulian nyata para alumni terhadap sesama di bulan suci Ramadhan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Sumsel Dr.Drs.H. Edward Candra,Karo Kesra Dr.Drs Sunarto MSi dan Kepala OPD lainnya.

(CH/Rilis) 
Share:

H. Achmad Nurcholis Gelar Takziah Almarhum KH Murzal Aziz di Mariana, Dihadiri Tokoh Penting

H. Achmad Nurcholis Gelar Takziah Almarhum KH Murzal Aziz di Mariana, Dihadiri Tokoh Penting 

ReformasiRI.com, Banyuasin – Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara takziah ke- I, II dan III almarhum KH Murzal Aziz bin KH Ali Nurdin yang digelar di rumah duka keluarga H. Achmad Nurcholis di Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Sabtu(14/03/26) 
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk almarhum yang dikenal sebagai tokoh agama yang dihormati di tengah masyarakat. Acara takziah diinisiasi langsung oleh keluarga besar H. Achmad Nurcholis dan dihadiri berbagai tokoh penting di Kabupaten Banyuasin maupun Provinsi Sumatera Selatan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Hj. Lury Elza Alex Noerdin, Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati Banyuasin, anggota DPRD Banyuasin, para kepala dinas dan OPD, para camat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat sekitar yang datang memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Achmad Nurcholis diketahui sebagi ketua DPD PAN Banyuasin dan juga ketua ormas Garda Prabowo Banyuasin  menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan doa bagi almarhum.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, sahabat, dan masyarakat yang telah meluangkan waktu hadir serta mendoakan almarhum. Semoga semua doa yang dipanjatkan menjadi amal kebaikan,” ujar H. Achmad Nurcholis.

Acara takziah dipandu oleh MC Achmad Nasuhi yang dikenal dengan sapaan Ustadz Coy. Tausiah disampaikan oleh penceramah Ihsan Nidi yang mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan almarhum serta mengambil hikmah dari perjalanan hidupnya. Sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Qori internasional Bangun Soraya yang menambah suasana khusyuk dalam acara tersebut.

Diketahui, almarhum KH Murzal Aziz bin KH Ali Nurdin wafat pada Rabu (12/03/2026) pukul 23.20 WIB di rumah duka yang berada di Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I. Almarhum kemudian dimakamkan pada Kamis (13/03/2026) bakda Dzuhur di kompleks pemakaman keluarga di Kelurahan Mariana.

Kehadiran berbagai tokoh masyarakat dalam acara takziah ini menjadi bukti besarnya penghormatan masyarakat terhadap almarhum serta kedekatan keluarga H. Achmad Nurcholis dengan berbagai elemen masyarakat di Banyuasin. 

(Red) 
Share:

Terlantarkan Anak dan Nikah Tanpa Izin, Anggota Polres Muba Inisial JW Dilaporkan Mantan Istrinya ke Polda Sumsel



Palembang — Kuasa hukum DV, Novita Roy Lubis SH, MH dan Rekan, mendatangi Divisi Propam Polda Sumsel pada Senin (9/3/2026) guna menindaklanjuti laporan terhadap oknum anggota Polri berinisial Aipda JW. Laporan tersebut terkait dugaan perbuatan sewenang-wenang serta pembebanan utang yang dilakukan terlapor kepada klien mereka yang merupakan mantan istrinya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Novita Roy Lubis menyampaikan apresiasi kepada jajaran Propam Polri yang dinilai cepat menindaklanjuti laporan yang telah diajukan sebelumnya.

"Kami mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kesatuan Polri, khususnya Propam Mabes Polri dan Propam Polda Sumsel, karena atas tiga pengaduan kami terhadap Aipda JW telah ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Novita.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah membuat tiga laporan terhadap Aipda JW. Laporan pertama terkait dugaan penelantaran anak yang berujung pada sanksi disiplin berupa demosi selama satu tahun serta teguran tertulis.

“Setelah itu, Aipda JW juga diketahui melakukan pernikahan tanpa izin pimpinan dan telah diberikan sanksi patsus atau penempatan khusus di sel Propam Polres Muba selama kurang lebih dua minggu,” jelasnya.

Kemudian, laporan ketiga berkaitan dengan dugaan pembebanan utang kepada kliennya. Perkara tersebut, kata Novita, telah ditindaklanjuti oleh Paminal Propam Polda Sumsel setelah sebelumnya dilimpahkan dari Mabes Polri.

“Paminal Propam Polda Sumsel sudah memberikan SP2HP kepada kami yang menyatakan bahwa perkara tersebut telah cukup bukti untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Tak hanya itu, pada 3 Maret 2026 lalu pihaknya kembali melayangkan empat pengaduan tambahan terhadap Aipda JW ke Mabes Polri.

“Pada tanggal 3 Maret 2026 kami bersama tim kembali membuat empat pengaduan terhadap terlapor Aipda JW,” ungkap Novita.

Empat pengaduan tersebut antara lain terkait dugaan tidak dilaksanakannya putusan Pengadilan Agama Sekayu yang telah berkekuatan hukum tetap mengenai kewajiban nafkah anak.

“Putusan Pengadilan Agama Sekayu sudah inkrah sejak Maret 2025, namun hingga saat ini kewajiban nafkah anak tersebut diduga tidak dilaksanakan oleh terlapor,” tegasnya.

Selain itu, Aipda JW juga dilaporkan atas dugaan menjual kendaraan yang menjadi jaminan fidusia milik mantan istrinya tanpa sepengetahuan pemilik maupun pihak leasing.

“Mobil tersebut merupakan jaminan fidusia atas nama klien kami, namun diduga dijual secara tidak sah tanpa sepengetahuan mantan istri maupun pihak leasing,” katanya.

Pengaduan berikutnya terkait pengakuan Aipda JW dalam persidangan yang menyebut memiliki bisnis minyak.

“Terlapor di persidangan mengaku memiliki bisnis minyak. Padahal sebagai anggota Polri tidak diperbolehkan memiliki bisnis lain, apalagi bisnis tersebut juga dipertanyakan status dan perizinannya,” ujar Novita.

Atas sejumlah pelanggaran tersebut, pihak kuasa hukum meminta Kapolda Sumsel menjatuhkan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Aipda JW.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolda Sumsel agar terhadap saudara Aipda JW dapat dijatuhi sanksi PTDH, karena menurut kami yang bersangkutan sudah lebih dari tiga kali menjalani sanksi disiplin,” tegasnya.

Novita juga merujuk pada Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

“Sesuai ketentuan Pasal 13 PP Nomor 2 Tahun 2003, anggota Polri yang telah mendapatkan sanksi disiplin lebih dari tiga kali dinilai tidak pantas untuk dipertahankan,” ujarnya.

Ia menegaskan, desakan PTDH tersebut didasarkan pada tiga pengaduan sebelumnya yang telah berujung pada sanksi disiplin, mulai dari demosi, teguran tertulis, hingga penempatan khusus (patsus).

“Intinya kami mendesak agar Aipda JW di-PTDH, karena tiga pengaduan kami sebelumnya sudah ditindaklanjuti dengan hukuman demosi, teguran tertulis, dan patsus,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai status tugas Aipda JW saat ini, Novita mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Setahu kami sebelumnya Aipda JW bertugas di Polres Muba. Namun sekarang kami kurang mengetahui secara pasti, informasinya sudah dipindahkan ke Bidkum Polda Sumsel,” pungkasnya.
(CH/Rilis) 
Share:

Sidang Kasus Dugaan Kriminalisasi Khairul Anwar di PN Lahat Berlangsung Alot

LAHAT – Gelanggang peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Lahat kembali bergulir pada Selasa (10/03), dalam perkara yang menyeret nama Khairul Anwar.
Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini menjadi sorotan tajam setelah munculnya sejumlah ambiguitas dan ketidakkonsistenan substansial antara keterangan saksi di muka persidangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Persidangan berlangsung alot memakan waktu hampir 7 jam dan baru berakhir pada pukul 18.10 WIB, mencerminkan kedalaman pemeriksaan terhadap fakta-fakta yang muncul di ruang sidang.

Fokus utama perdebatan hukum tertuju pada aktivitas pengeboran lahan milik warga. Terdapat perbedaan narasi yang mencolok mengenai material yang dihasilkan dari proses pengeboran tersebut.

Tertuang dalam data BAP, saksi dari pihak pelapor, PT Bukitapit Ramok Senabing Energy (BRSE), sebelumnya menyatakan bahwa aktivitas tersebut menghasilkan material kompleks berupa air, lumpur, hingga air asin.

Sementara dalam persidangan, di bawah sumpah, saksi justru memberikan keterangan yang lebih sederhana, yakni hanya berupa air dan lumpur. Khairul Anwar pun membantah lumpur yang ada hasil galian tapi dibawa untuk memancing pengeboran.

Ketidaksinkronan ini memicu pertanyaan mendasar mengenai akurasi data yang dihimpun pada tahap penyidikan awal dibandingkan dengan fakta yang terungkap di ruang sidang.

Kasus illegal drilling yang sedang disidangkan oleh PN Lahat ini dinilai cukup unik oleh Ketua Gemapela Sundan Wijaya Bahari. 

Menurutnya, meski biasanya penegakan hukum kasus serupa menggunakan delik formil yang dapat langsung ditindak tanpa laporan (Model B), kasus Khairul Anwar memiliki karakteristik berbeda karena adanya pelapor atas nama PT BRSE yang merasa dirugikan.

"Kerugian pelapor harus dapat dibuktikan secara jelas dan nyata, bukan asal sebut. Apalagi kerugian dimunculkan hanya sebagai syarat agar Laporan diterima oleh Polres Lahat sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Muchamad Ramadhan dari pihak PT BRSE di persidangan," ujar Sundan Wijaya Bahari.

Sundan menambahkan bahwa, ketika kerugian yang berhubungan langsung dengan aktivitas terdakwa tidak ada dan telah diakui oleh saksi dari PT BRSE di muka persidangan, maka konsekuensi logis secara hukum adalah terdakwa harus dibebaskan dan dilepaskan dari tuntutan hukum.

Saksi dari PT BRSE akhirnya mengakui bahwa perusahaan sebenarnya tidak mengalami kerugian langsung akibat aktivitas pengeboran Khairul Anwar. Angka kerugian sebesar Rp83 juta yang didalilkan ternyata bukan dampak langsung, melainkan akumulasi biaya operasional pasca-aktivitas, seperti sewa pengangkutan alat bor, sewa armada mobil, hingga upah tenaga kerja.

Puncak dari dinamika persidangan adalah terungkapnya anomali waktu pelaporan. Diketahui rincian kerugian sudah terlampir saat laporan dibuat, padahal penghitungan resmi baru dilakukan beberapa hari setelahnya. Saksi mengungkapkan bahwa angka Rp83 juta tersebut dimunculkan atas permintaan pihak Polres Lahat guna melengkapi berkas laporan.

Fenomena ini menjadi catatan penting dalam edukasi hukum bagi masyarakat. Setiap alat bukti, termasuk rincian kerugian, haruslah disusun berdasarkan verifikasi faktual yang mendahului laporan, bukan sekadar pelengkap administratif yang dipaksakan.

Persidangan ini memberikan pelajaran berharga mengenai prinsip Testimonium de auditu dan pentingnya konsistensi keterangan saksi. Jika keterangan saksi berubah-ubah dan fakta kerugian langsung tidak terbukti, maka kekuatan pembuktiannya patut dipertanyakan oleh majelis hakim demi tegaknya keadilan yang objektif.

"Hasil kesaksian 6 orang dari PT BRSE menyatakan bahwa mereka tidak melihat minyak yang keluar dilokasi kejadian. Bahkan saksi menerangkan bahwa terdakwa mengentikan aktivitas setelah ada surat Informasi dari pihak Perusahaan. Namun berselang satu minggu PT BRSE membuat Laporan ke Polres Lahat," tutup pembicaraan Sundan.

(CH) 
Share:

DPRD Banyuasin Terima Kunjungan Kapolres, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah

DPRD Banyuasin Terima Kunjungan Kapolres, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah

ReformasiRI.com, Banyuasin – Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuasin menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Senin (12/01/2026).

Rombongan Kapolres Banyuasin diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Abdul Rais, S.M., didampingi para Wakil Ketua DPRD Banyuasin yakni Arpani, Irian Setiawan, dan Ledy Risdianto, bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Banyuasin.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara DPRD Kabupaten Banyuasin dan Polres Banyuasin. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais, S.M. yang didampingi Wakil Ketua II Irian Setiawan, S.H., M.Si., Wakil Ketua III H. Ledy Risdyanto, serta Anggota Komisi III DPRD Banyuasin H. Ahmad Zarkasih, S.H.I., M.M., menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara lembaga legislatif dan aparat kepolisian.

Menurut Abdul Rais, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama bagi kelancaran pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Banyuasin.

“Sinergi yang baik antara DPRD dan Polres Banyuasin sangat diperlukan agar setiap program pembangunan dapat berjalan optimal dan masyarakat merasa aman,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Banyuasin juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama yang konstruktif dengan Polres Banyuasin, khususnya dalam mendukung upaya penegakan hukum, pemeliharaan keamanan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Kunjungan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan komunikasi antar lembaga, sehingga tercipta kondisi daerah yang stabil, aman, dan kondusif di Kabupaten Banyuasin.

(red)
Share:

Hasil Reses Diserahkan, DPRD Banyuasin Siap Kawal Aspirasi MasyarakatReformasiRI.com, Banyuasin

Hasil Reses Diserahkan, DPRD Banyuasin Siap Kawal Aspirasi Masyarakat

ReformasiRI.com, Banyuasin – Di tengah tantangan efisiensi anggaran, DPRD Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat pimpinan DPRD Banyuasin menerima penyerahan hasil reses Masa Persidangan I Tahun 2026 dari 45 anggota dewan pada Rabu (18/02/2026).

Penyerahan laporan hasil reses ini menjadi bentuk pertanggungjawaban para anggota legislatif setelah turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing guna menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai usulan dan kebutuhan warga yang dihimpun selama kegiatan reses selanjutnya akan dirangkum untuk dibahas dan ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah.

Untuk Dapil I, laporan hasil reses diserahkan oleh H. Sucipto, SH. Kemudian dari Dapil II diserahkan oleh Fahmiwati, SKM yang didampingi M. Walid Bani Hasim dan Abdur Rosyid.
Selanjutnya Dapil III diserahkan oleh Budi Santoso bersama H. Hayadi, SE, M.Si. Laporan dari Dapil IV diserahkan oleh Rayhan Muhammad Handoko.

Sementara itu, laporan hasil reses dari Dapil V diserahkan oleh Miaclarasyana C. Rustandi, dan dari Dapil VI diserahkan oleh Jasa.

Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program kerja serta kebijakan pembangunan daerah.

“Walaupun saat ini kita diuji dengan efisiensi anggaran, DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang masuk akan kita bahas bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil reses yang disampaikan para anggota dewan mencerminkan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Banyuasin. Aspirasi tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi dan sosial masyarakat.

Melalui sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan tersebut dapat segera mendapat perhatian serta solusi nyata guna mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banyuasin.

(red)
Share:

Pimpinan dan Anggota DPRD Banyuasin Hadiri Sosialisasi Kamus Usulan Pokok-Pokok Pikiran Tahun Anggaran 2027

Pimpinan dan Anggota DPRD Banyuasin Hadiri Sosialisasi Kamus Usulan Pokok-Pokok Pikiran Tahun Anggaran 2027

ReformasiRI.com, Banyuasin – Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyuasin menghadiri kegiatan sosialisasi kamus usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Banyuasin Tahun Anggaran 2027, yang dilaksanakan pada Senin (03/02/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk menyamakan pemahaman seluruh anggota DPRD terkait mekanisme, substansi, serta arah kebijakan dalam penyusunan usulan Pokir DPRD agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah.

Sosialisasi tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa proses penyusunan Pokir DPRD dapat berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel, sehingga setiap usulan program pembangunan benar-benar berdasarkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pimpinan dan anggota DPRD Banyuasin dapat menyusun serta mengusulkan Pokir secara tepat sasaran. Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat dapat diakomodir secara optimal dan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Banyuasin pada tahun anggaran 2027.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam merumuskan program pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

(red)
Share:

Ketua Komisi II DPRD Banyuasin Ali Mahmudi Hadiri Panen Padi di Desa Songo Makmur

Ketua Komisi II DPRD Banyuasin Ali Mahmudi Hadiri Panen Padi di Desa Songo Makmur

ReformasiRI.com, Banyuasin – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyuasin, Ali Mahmudi, mewakili Ketua DPRD Banyuasin menghadiri kegiatan panen padi IP 100 di Desa Songo Makmur, Kecamatan Selat Penuguan, Rabu (21/01/2026).

Kehadiran Ali Mahmudi dalam kegiatan tersebut sekaligus mendampingi Bupati Banyuasin dalam agenda panen bersama para petani setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

Kegiatan panen padi tersebut bertujuan untuk memperkuat program ketahanan pangan daerah, mendorong peningkatan produksi padi, serta memperkuat upaya menuju swasembada pangan di Kabupaten Banyuasin.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Mahmudi menyampaikan bahwa DPRD Banyuasin sangat mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah bersama DPRD di tengah para petani merupakan bentuk dukungan moral sekaligus motivasi agar petani terus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan kepada para petani agar terus semangat meningkatkan hasil panen serta memperluas lahan tanam demi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Ia juga berharap program pertanian yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat petani.

Kegiatan panen padi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan antara pemerintah daerah dan para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Banyuasin.

(red)
Share:

Komisi II DPRD Banyuasin Bahas Optimalisasi Pengelolaan Dana Sawit

Komisi II DPRD Banyuasin Bahas Optimalisasi Pengelolaan Dana Sawit

Banyuasin, Reformasi RI – Komisi II DPRD Kabupaten Banyuasin menggelar rapat kerja bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin guna membahas pengelolaan Dana Sawit sebagai upaya meningkatkan tata kelola sektor perkebunan yang transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Rapat kerja tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Banyuasin pada Selasa, 20 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Sawit agar tepat sasaran dan mampu mendorong pengembangan sektor perkebunan serta peternakan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua III DPRD Banyuasin H. Ledy Risdyanto, Sekretaris Komisi II DPRD H. Hayadi, SE, M.Si, serta anggota Komisi II DPRD Herli, A.Md dan H. Sucipto, SH. Turut hadir pula jajaran dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin.

Dalam rapat tersebut, para peserta menyoroti pentingnya perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan pengelolaan Dana Sawit agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha perkebunan di Banyuasin.

Optimalisasi pemanfaatan Dana Sawit dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat keberlanjutan usaha tani, serta mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.


Wakil Ketua III DPRD Banyuasin, H. Ledy Risdyanto, menegaskan bahwa DPRD berkomitmen memastikan pengelolaan Dana Sawit dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani.

Melalui rapat kerja tersebut, Komisi II DPRD Banyuasin berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara lembaga legislatif dan perangkat daerah dalam mengawal kebijakan pengelolaan Dana Sawit. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembangunan sektor perkebunan dan peternakan yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Banyuasin.

(Red) 
Share:

Arpani Gelar Reses di Empat Wilayah Talang Kelapa, Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur

Arpani Gelar Reses di Empat Wilayah Talang Kelapa, Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur

Banyuasin, ReformasiRI.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Arpani, SM, melaksanakan kegiatan reses ke-1 Masa Persidangan II Tahun 2026 di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Talang Kelapa. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 10 hingga 13 Februari 2026, dengan menyerap langsung aspirasi masyarakat di sejumlah desa dan kelurahan.

Adapun lokasi reses yang dikunjungi meliputi Desa Pangkalan Benteng, Desa Kenten Laut, Kelurahan Keramat Raya, dan Kelurahan Sukajadi. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang menjadi prioritas pembangunan di daerahnya. Beberapa di antaranya berkaitan dengan perbaikan dan pembangunan jalan, pembangunan drainase, serta normalisasi sungai guna mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan layanan jaringan listrik serta ketersediaan air bersih melalui PDAM, yang dinilai masih perlu ditingkatkan di beberapa wilayah permukiman masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Banyuasin Arpani menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di daerah pemilihannya.

Menurutnya, seluruh usulan masyarakat yang disampaikan selama kegiatan reses akan dihimpun dan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah bersama pemerintah daerah.

“Melalui reses ini kita dapat mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kita catat dan dorong agar dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap berbagai usulan yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dasar dan pelayanan publik, dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Talang Kelapa.

Kegiatan reses tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi dalam menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa dan kelurahan.

(Red)
Share:

Polda Sumsel dan Jajaran Gelar Tadarus Al-Quran one Day One Juz

Palembang – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, personel Polda Sumsel dan mengikuti kegiatan Tadarus Al-Qur’an bersama santri dan para tahfidz pondok pesantren yang ada diseputaran Sumatera Selatan kegiatan berlangsung di mapolda Sumsel, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Assa'adah Polda Sumsel dan diikuti personel satker Polda Sumsel Tadarus ini menjadi bagian dari program pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang rutin dilaksanakan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Sumsel selama bulan Ramadan.

Melalui kegiatan tadarus bersama, para personel membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa di masjid, meski kegiatan dilaksanakan secara bergantian personel baik dari Anggota Satker Polda Sumsel serta para santri Pondok pesantren serta dan dari perwakilan rumah tahfidz/pondok pesantren yang ada diseputaran kota Palembang dan Sumatera Selatan 

Tadarus Al-Qur’an ini bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritual, meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antar personel. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri agar setiap anggota Polri dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.


Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun karakter personel yang berakhlak mulia dan berintegritas tinggi.

“Kegiatan tadarus ini tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi penguatan mental dan moral bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya SIK MH 

Ia menegaskan bahwa program Binrohtal di lingkungan Polri tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual agar anggota Polri tetap humanis, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang terselenggara dimulai 1 Ramadhan hingga berakhirnya Ramadhan 1447 H yang dimulai waktu Dhuha hingga menjelang Zuhur,
selain kegiatan tadarus Al-Qur'an Polda Sumsel juga melaksanakan ceramah agama (Binrohtal) ba'da Zuhur setiap hari Senin hingga hari kamis dengan mendatangkan Da'i (penceramah) dari ustad, kiahi yang ada di kota Palembang 


Dengan adanya kegiatan keagamaan ini, diharapkan seluruh personel Polda Sumsel dapat memaknai bulan suci Ramadan dengan memperbanyak ibadah, menjaga sikap dan perilaku, serta tetap optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang positif dan membangun, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang Presisi serta semakin dipercaya masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. 
(CH/Rilis) 
Share:

Ketua DPW PITI Sumsel Bangkit Minta BPN Kota Palembang Tindaklanjuti Surat Wakaf Masjid Cheng Hoo

Palembang - Diawali kumandang adzan magrib para kaum muslimin dan muslimah menikmati takjil Buka Puasa Bersama (Bukber) yang di gelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel Bangkit, bertempat di Masjid Cheng Hoo Jakabaring, Palembang.
H. Heriyanto selaku Dewan Pembina DPW PITI Sumsel Bangkit didampingi Hj. Maliha Amin M.Kes Bidang Pemberdayaan Perempuan menyampaikan, acara buka puasa bersama hanya silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antara anggota PITI dengan pengurus Masjid Cheng Hoo. 

Maksud dan tujuannya, agar PITI dan Pengurus Masjid Cheng Hoo bisa berjalan bersama dalam satu visi dan misi yang sama kearah satu tujuan.

"Semula anggota PITI mayoritas orang Tionghoa semua, tapi sekarang banyak non Tionghoa, karena kita menghimbau untuk membangkitkan PITI keseluruh negeri," ujar Heriyanto kepada wartawan, Minggu (08/03/2026).

Dengan jumlah anggota di Palembang lebih kurang 4 (empat) ribu orang, DPW PITI rutin mengadakan kegiatan sosial seperti, sunatan masal, donor darah dan majelis ta'lim. 

"Sebelum Bulan puasa PITI menggelar acara majelis ta'lim. Itu rutin dilakukan setiap 2 (dua) Minggu sekali," imbuhnya.

Disinggung terkait perhatian Pemerintah Kota maupun Provinsi terhadap Organisasi PITI, Heriyanto menegaskan, Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang sangat mendukung keberadaan PITI.

"Gubernur dan Walikota Palembang sangat-sangat mendukung dengan adanya Organisasi PITI. Bahkan, mereka juga berharap PITI dapat bersinergi untuk membangun Sumsel khususnya Kota Palembang," tutup Heriyanto.

Saat ditanya terkait status lahan Masjid Cheng Hoo, Karmid selaku Ketua DPW PITI didampingi Yanto M.Hum. M.Ip pengurus Masjid Cheng Hoo Palembang menambahkan, lahan seluas 5.179 M2 di wakafkan oleh PT Amen Mulia untuk pembangunan Masjid Cheng Hoo Palembang.

"Sertifikat wakaf lahannya ada, namun ketika mau di proses ke BPN terkendala, karena ukuran lahan Masjid Cheng Hoo ada sedikit bersengketa," ujar Yanto.

Masih dalam penjelasan Yanto, ada pihak lain menggugat PT Amen Mulia terkait lahan perumahan yang didalamnya termasuk lahan Masjid Cheng Hoo. Namun, dari kedua belah pihak sudah memberi surat pernyataan tidak ada masalah terhadap lahan Masjid Cheng Hoo.

"Surat lahan Masjid Cheng Hoo itu masih menjadi satu dengan surat perumahan, sampai sekarang belum di pecah," jelasnya. 

Karmid menambahkan, bersama teman-teman lainnya sudah berhadapan dengan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, yang mana kata Gubernur, beliau siap membantu setiap ada permasalahan pada Masjid Cheng Hoo, khususnya terkait lahan wakaf. 

"Saya mewakili Ketua Umum PITI dan mewakili para pengurus serta jemaah Masjid Cheng Hoo berharap Kepala BPN Kota Palembang dapat segera menindaklanjuti surat wakaf Masjid Cheng Hoo," pungkasnya.
(CH) 
Share:

Gemapela Datangi Badan Pengawasan Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Kriminalisasi dalam Perkara Khairul Anwar

Jakarta, 9 Maret 2026 — Puluhan massa aksi dari Gemapela menggelar demonstrasi di depan Gedung Badan Pengawasan Mahkamah Agung pada Senin (9/3). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus desakan kepada lembaga pengawas peradilan agar melakukan pengawasan terhadap proses persidangan perkara Khairul Anwar yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Lahat.
Aksi ini bertepatan dengan agenda pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim dalam perkara Nomor 66/Pid-Sus-LH/2026/PN.Lht. Sebelumnya, pada 2 Maret 2026 Penasehat Hukum Khairul Anwar telah mengajukan eksepsi kepada Majelis Hakim, yang kemudian ditanggapi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 4 Maret 2026.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti sejumlah kejanggalan yang mereka nilai terjadi sepanjang proses persidangan. Perkara tersebut bermula dari dakwaan JPU yang menyebut Khairul Anwar melakukan aktivitas pengeboran minyak tanpa izin di wilayah kerja pertambangan milik PT Bukitapit Ramok Senabing Energy. Atas perbuatan tersebut, pelapor mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp83.706.662.

Berdasarkan dakwaan itu, terdakwa dijerat Pasal 52 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang secara karakteristik merupakan delik formil. Namun, menurut massa aksi, karena perkara ini diawali dengan adanya pelapor yang mengklaim kerugian dan penguasaan wilayah, maka pendekatan hukum yang digunakan seharusnya mempertimbangkan unsur delik materiil. Artinya, klaim mengenai penguasaan wilayah pertambangan serta kerugian yang ditimbulkan harus dapat dijelaskan secara terang oleh Jaksa Penuntut Umum.

Massa aksi menilai bahwa dalam tanggapan terhadap eksepsi yang dibacakan pada 4 Maret 2026, JPU tidak memberikan uraian yang memadai mengenai status wilayah kerja pertambangan maupun rincian kerugian yang diklaim oleh pelapor. Sebaliknya, JPU dinilai hanya mengedepankan argumentasi subjektif tanpa menjelaskan substansi dakwaan secara jelas.

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan perkara untuk tetap dilanjutkan. Dakwaan yang kabur dan tidak terang dianggap berpotensi mencederai prinsip keadilan serta dapat berimplikasi pada pelanggaran hak-hak terdakwa.

“Bagaimana mungkin persidangan dapat dilanjutkan apabila dasar dakwaannya sendiri tidak jelas. Jika klaim penguasaan wilayah dan kerugian tidak dapat diuraikan secara terang, maka secara hukum terdakwa seharusnya dibebaskan atau setidaknya dilepaskan dari segala tuntutan,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Massa aksi juga menilai perkara ini terkesan dipaksakan untuk tetap disidangkan, tanpa mempertimbangkan aspek formal maupun materiel yang semestinya telah diperiksa sejak tahap penelitian berkas oleh penuntut umum hingga pelimpahan perkara ke pengadilan. Mereka merujuk ketentuan dalam Pasal 75 UU 20/2025 yang menegaskan pentingnya penelitian berkas perkara secara cermat sebelum proses persidangan dilanjutkan.

Lebih jauh, para demonstran bahkan menilai adanya indikasi kriminalisasi terhadap Khairul Anwar. Mereka menyebut rangkaian proses yang dinilai bermasalah sejak tahap penyidikan berpotensi menjadi pintu masuk terjadinya praktik peradilan sesat sebagaimana diatur dalam Pasal 278 UU 1 Tahun 2023.

Setelah menyampaikan orasi, perwakilan massa aksi kemudian diterima oleh Gugun Gunawan selaku Hakim Yustisial di Badan Pengawasan Mahkamah Agung yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Tapaktuan, Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Lapangan aksi, Bhakti Setya Legawa, menyampaikan dua tuntutan utama kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung. Pertama, mendesak agar dilakukan pengawasan terhadap jalannya perkara Nomor 66/Pid-Sus-LH/2026/PN.Lht karena dinilai telah bermasalah sejak tahap dakwaan yang berpotensi memengaruhi kredibilitas proses persidangan.

Kedua, massa aksi meminta agar Badan Pengawasan Mahkamah Agung juga melakukan pengawasan terhadap Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut. Mereka menduga adanya sikap keberpihakan hakim kepada Jaksa Penuntut Umum selama proses persidangan berlangsung, yang terlihat dari kecenderungan untuk tetap melanjutkan perkara tanpa mempertimbangkan secara serius eksepsi yang diajukan oleh pihak terdakwa.

Menanggapi tuntutan tersebut, Hakim Yustisial Gugun Gunawan menyatakan bahwa Badan Pengawasan Mahkamah Agung akan melakukan pendalaman terhadap laporan dan informasi yang disampaikan oleh massa aksi. Ia menegaskan bahwa apabila dalam proses tersebut ditemukan adanya pelanggaran etik oleh aparat peradilan, maka lembaga pengawas akan mengambil langkah penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(CH/Rilis) 
Share:

Medco E&P Gelar Penyuluhan Kesehatan dan Salurkan 375 Paket Pangan Sehat di Musi Rawas dan Lahat


Medco E&P Gelar Penyuluhan Kesehatan dan Salurkan 375 Paket Pangan Sehat di Musi Rawas dan Lahat

ReformasiRI.com, Lahat – PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, Medco E&P menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan sekaligus penyaluran 375 paket pangan sehat bagi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas dan Lahat, Sumatera Selatan.


Kegiatan yang berlangsung pada 2–7 Maret 2026 tersebut dilaksanakan di 15 desa yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan. Program ini diikuti ratusan peserta, termasuk kelompok rentan seperti masyarakat prasejahtera dan penyandang disabilitas.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.


Manager Field Relations & Community Enhancement Medco E&P Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kesehatan masyarakat selalu menjadi perhatian kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sekaligus memberikan bantuan bahan pangan bergizi bagi kelompok rentan di wilayah kerja kami,” ujarnya.


Medco E&P sendiri sebagai perusahaan hulu migas yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas secara konsisten menjalankan berbagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi, yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta dukungan fasilitas sosial masyarakat.

Dilaksanakan di 15 Desa di Dua Kabupaten

Program penyuluhan kesehatan dan penyaluran bantuan ini dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas, antara lain:

  • Desa Mulyoharjo
  • Desa Tri Mukti
  • Desa Suka Makmur
  • Desa Sungai Naik
  • Desa Sungai Bunut
  • Desa Pangkalan Tarum
  • Desa Gunung Kembang Baru
  • Desa Pelawe
  • Desa Semangus
  • Desa Pian Raya
  • Desa Lubuk Besar

Sementara di Kabupaten Lahat, kegiatan dilaksanakan di:

  • Desa Kencana Sari
  • Desa Suko Harjo
  • Desa Purwaraja
  • Desa Mekar Jaya

Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi Medco E&P.


Apresiasi dari Pemerintah Desa dan Masyarakat

Pemerintah desa menyambut baik kegiatan ini dan menilai program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Purwaraja, Hadi Tolu, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Medco E&P atas kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa, terutama bagi kelompok rentan yang menerima bantuan bahan pangan sehat. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan.

“Melalui penyuluhan ini, kami menjadi lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kami juga berterima kasih atas bantuan bahan pangan sehat yang diberikan, terutama di bulan suci Ramadan ini,” kata Teguh, warga Desa Suko Harjo.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Program sosial seperti ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di daerah sekitar operasi migas.

(Red)

Share:

Ditpolairud Polda Sumsel Gelar Aksi Berbagi di Pinggir Perairan Sungai Musi

Palembang – Di bawah langit senja yang memerah di ufuk Sungai Musi, ada sebuah pemandangan yang nampak berbeda di Markas Komando Direktorat Polisi Air dan Udara (Mako Ditpolairud) Polda Sumsel. 
Tak hanya patroli rutin menjaga keamanan perairan, jajaran Ditpolairud Polda Sumsel kali ini turun ke lapangan dengan misi yang menyentuh hati masyarakat pesisir, melalui aksi berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir dan pengguna jasa perairan yang kerap luput dari pandangan. 

Dengan senyum ramah, para personel membagikan paket takjil dan santap berbuka kepada para pengemudi ketek, nelayan, hingga buruh pelabuhan, dan juga masyarakat yang ada di sekitar Mako Ditpolairud Polda Sumsel.

Wujud Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, SIK, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Chusnul Qomar, SH, SIK, MM, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi antara aparat penegak hukum dengan warga yang mereka ayomi.

"Aksi sosial ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan bahwa kebahagiaan Ramadan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali mereka yang masih harus bekerja di perairan hingga waktu berbuka tiba," ujarnya kepada awak media, Jum'at (6/3/26).

Menurutnya, Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat perairan. 

"Melalui sedikit berbagi ini, kami berharap dapat meringankan beban dan membawa kebahagiaan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa di tengah kesibukan mencari nafkah di sungai dan laut," ujar AKBP Chusnul Qomar.

Apresiasi dari Warga Perairan

Aksi "Berbagi Kebahagiaan" ini pun mendapat sambutan hangat. Sorot mata haru dan senyum tulus terpancar dari para penerima manfaat. 

Bagi mereka, kehadiran personel Polairud yang menghampiri langsung ke kapal-kapal kecil mereka memberikan rasa aman sekaligus nyaman.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin, mempertegas wajah Polri yang humanis, responsif, dan senantiasa hadir membawa solusi serta kedamaian bagi masyarakat Sumatera Selatan.

(CH) 
Share:

Subscriber

Berita Populer